Pentingnya Menjaga Iman Hingga Akhir
Majelis ilmu adalah salah satu cara untuk memelihara iman kita.
Keindahan sejati dalam hidup adalah ketika kita berhasil menjaga iman hingga ajal menjemput dan tetap istiqomah dalam keimanan yang tulus.
Rasulullah SAW bersabda bahwa jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Ia akan “mempekerjakan” hamba tersebut sebelum wafatnya.
Maksudnya, Allah akan membimbing dan memberi taufik kepadanya untuk melakukan amal saleh di detik-detik, bulan, atau tahun terakhir hidupnya sebelum nyawanya diambil—inilah yang kita sebut sebagai Khusnul Khotimah.
Makna Khusnul Khotimah dan “Batu Terakhir”
Khusnul Khotimah bukan sekadar mengucapkan kalimat syahadat di detik terakhir, melainkan sebuah periode di mana seseorang kembali ke jalan yang benar (on the right track).
Al-Qur’an menyebutkan bahwa masa kembali kepada Allah ini idealnya dimulai sejak usia 40 tahun.
Nabi Isa AS pernah memberikan perumpamaan kepada kaum Hawariyyun mengenai bangunan kehidupan.
Jika orang sering berkata fondasi adalah yang terpenting, Nabi Isa AS menegaskan bahwa dalam sebuah bangunan hidup, yang paling penting adalah “batu terakhir” yang diletakkan. Amal di penghujung hidup itulah yang menentukan kekokohan seluruh bangunan tersebut.
Meninggalkan Jejak yang Indah (Lisanu Shidqin)
Batu terakhir ini, menurut Al-Qur’an, adalah kemampuan kita untuk meninggalkan kenangan atau jejak indah bagi generasi setelah kita.
Hal ini selaras dengan doa Nabi Ibrahim AS: “Waj’al lii lisaana shidqin fil aakhiriin”—mohonkanlah agar dijadikan sebutan yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian.
Contoh nyata adalah sahabat Sa’ad bin Ubadah yang mewakafkan kebun atas nama ibunya, sehingga pahalanya terus mengalir dari jutaan orang yang beribadah di sana hingga ribuan tahun kemudian.
Tujuh Amal yang Pahalanya Terus Mengalir
Rasulullah SAW menyebutkan ada tujuh hal yang pahalanya tetap mengalir bagi seorang hamba meskipun ia sudah berada di alam kubur:
- Mengajarkan ilmu.
- Mengalirkan air sungai (untuk kesejahteraan umum),.
- Menggali sumur di daerah yang kering,.
- Menanam tanaman atau pohon yang bermanfaat.
- Membangun masjid.
- Mewariskan mushaf (bacaan yang menginspirasi),.
- Meninggalkan anak saleh yang memohonkan ampunan baginya.
Kabar Gembira dari Malaikat
Stephen Covey dalam bukunya Living Legacy menyarankan kita untuk membayangkan apa yang ingin kita wariskan saat kita telah tiada.
Bagi mereka yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” kemudian istiqomah hingga akhir dan meletakkan “batu-batu indah” dalam hidupnya, para malaikat akan turun menjemput mereka saat sakaratul maut.
Malaikat akan menghibur dengan berkata: “Janganlah takut, janganlah cemas, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu”.

Oleh KH DR Jalaluddin Rakhmat
Judul Video: JAGA IMANMU DI PENGHUJUNG WAKTU
Yuk Subscribe Channel Majulah IJABI:



Add comment