Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘aali muhammad
Kisah Raja Anusirwan dan Petani Tua
Dalam kitab Uyunul Akhbar, terdapat sebuah kisah tentang seorang raja Persia bernama Anusirwan, penguasa takhta Kisra.
Dikisahkan bahwa pada malam kelahiran Rasulullah SAW, istana Kisra berguncang hebat hingga singgasananya terbalik.
Suatu hari, Raja Anusirwan pergi berburu dan melihat seorang pria yang sudah sangat tua sedang merawat pohon zaitun.
Raja bertanya dengan heran, mengapa pria itu masih bersusah payah merawat pohon yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berbuah, padahal usianya mungkin tidak akan sampai untuk menikmati hasilnya.
Pria tua itu memberikan jawaban yang bijak: “Telah banyak orang sebelumku yang menanam pohon zaitun dan aku menikmatinya. Maka, aku menanam pohon ini agar generasi setelahku dapat menikmati hasilnya”.
Mendengar hal itu, Raja Anusirwan sangat kagum dan berkata, “Zah!” (dalam bahasa Arab berarti ahsanta atau “sungguh indah ucapanmu”).
Raja memerintahkan pengawalnya untuk memberikan 4.000 dirham kepada petani tersebut.
Petani itu kemudian memuji Allah dan berkata bahwa ia baru saja mengairi pohonnya namun sudah bisa memanen hasilnya berupa uang dari sang raja.
Kekaguman raja bertambah, sehingga ia memberikan tambahan 4.000 dirham lagi. Interaksi ini terus berlanjut hingga raja memberikan total 16.000 dirham.
Akhirnya, Raja Anusirwan segera mengajak rombongannya pergi agar hartanya tidak habis karena setiap ucapan petani tua itu mengandung hikmah yang luar biasa.
Menanam Pohon sebagai Amal Jariyah
Kisah ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW bahwa menanam pohon adalah amal jariyah.
Kebaikan dari pohon tersebut akan terus mengalir kepada penanamnya selama makhluk lain menikmati buah atau manfaatnya.
Bahkan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa jika esok adalah hari kiamat dan di tanganmu ada tunas pohon, maka tetaplah tanam pohon itu.
Keutamaan Sabar dalam Al-Qur’an
Selain kisah menanam pohon, sumber ini juga menjelaskan delapan keutamaan sabar menurut Al-Qur’an:
- Sabar dan Kebahagiaan:
Sabar dikaitkan langsung dengan keberuntungan dan kebahagiaan (Surah Ali Imran: 200). - Pahala Berlipat Ganda:
Allah menjanjikan pahala tanpa batas bagi mereka yang bersabar (Surah Az-Zumar: 10 dan Al-Qashas: 54). - Syarat Kepemimpinan (Imamah):
Kepemimpinan yang memberikan petunjuk diberikan kepada mereka yang bersabar (Surah As-Sajdah: 24). - Kebersamaan dengan Allah:
Allah selalu menyertai orang-orang yang sabar (Surah Al-Baqarah: 153). - Tiga Anugerah Istimewa:
Orang sabar mendapatkan Shalawat (kesejahteraan/anugerah spiritual), Rahmat (kasih sayang), dan Hidayat (petunjuk) dari Allah (Surah Al-Baqarah: 155-157). - Sarana Memohon Pertolongan:
Sabar dan salat adalah alat untuk mendapatkan pertolongan Allah, di mana sabar disebutkan lebih dahulu (Surah Al-Baqarah: 45).

Bersama : KH Miftah F Rakhmat
KUNUZUL HIKMAH
Episode 18 : Menanam Pohon sebagai Amal Jariyah (kisah Raja Kisra)
PERCIK HIKMAH eps.18 : Allahyarham KH Jalaluddin Rakhmat
“Sabar” part 8
Video source: JRTV

