3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘aali muhammad

Hakikat Keimanan

Berlatar di keindahan alam Puncak perbukitan dengan pemandangan Gunung Galunggung, kita diingatkan bahwa di balik keindahan alam ini, terdapat berbagai makhluk Allah lainnya, seperti binatang melata, ular, hingga kalajengking.
Muncul sebuah pertanyaan penting: apakah kita yang harus takut kepada makhluk-makhluk tersebut, ataukah mereka yang sebenarnya takut kepada kita?

Kekuatan Keikhlasan dan Ketundukan Makhluk

Berdasarkan riwayat dari ulama besar Muhq Albqi dalam kitab Al-Mahasin yang bersumber dari Imam Ja’far ash-Shadiq, disebutkan bahwa apabila seorang mukmin benar-benar beriman kepada Allah, maka segala sesuatu akan merasa takut kepadanya.
Hal ini terjadi ketika seseorang memiliki keikhlasan yang tulus hanya kepada Allah SWT.

Imam Ja’far menjelaskan bahwa Allah akan membuat segala sesuatuโ€”baik yang ada di muka bumi, burung-burung di udara, hingga ikan-ikan di lautanโ€”tunduk dan segan kepada orang yang beriman.
Sebagai contoh, dalam sebuah riwayat, para sahabat melihat binatang seperti kalajengking dan ular terdiam membatu serta tidak bergerak sedikit pun ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib sedang bersujud.

Kisah Sufi dan Singa: Sibukkan Diri dengan Aib Sendiri

Terdapat sebuah kisah tentang seorang pengembara yang meremehkan kefasihan bacaan salat seorang Imam.
Namun, ketika pengembara tersebut keluar dan dikepung oleh seekor singa, ia tidak berdaya hingga sang Imam keluar dan memerintahkan singa tersebut untuk pergi.
Sang Imam menjelaskan rahasianya: “Karena aku mengikhlaskan hidupku untuk Allah”.
Pesan utamanya adalah daripada sibuk memperhatikan kekurangan orang lain, lebih baik seseorang menyibukkan diri melihat aib dan kekurangan diri sendiri serta mengikhlaskan segala perbuatan hanya untuk Allah.

Manusia yang “Bersama” Allah

Ketika seorang hamba mukmin mencapai derajat ikhlas yang tinggi, ia masuk ke dalam keadaan di mana Allah menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan langkah kakinya.
Segala apa yang ia lakukan sejalan dengan kehendak Allah. Untuk mencapai tahap ini, seseorang harus melewati makam-makam perjalanan menuju Allah, salah satunya adalah makam kesabaran.

Sabar sebagai Kecerdasan Emosional (EQ)

Sabar disebut sebanyak 90 kali dalam Al-Qur’an dalam 22 konteks yang berbeda, baik berupa perintah untuk bersabar maupun larangan untuk tergesa-gesa.
Dalam istilah modern, sabar berkaitan erat dengan Emotional Intelligence (EQ).

Hal ini dibuktikan melalui penelitian marshmallow oleh Daniel Goleman. Anak-anak yang mampu bersabar menunda keinginan mereka (menunggu untuk mendapatkan dua marshmallow) terbukti lebih sukses dalam hidup, hubungan sosial, dan akademis dibandingkan anak-anak yang tergesa-gesa menghabiskan satu marshmallow di awal.
Kesabaran adalah kemampuan untuk menangguhkan pemuasan kebutuhan demi tujuan yang lebih besar.

Kekuatan Keikhlasan dan Hakikat Kesabaran

Bersama : KH Miftah F Rakhmat
KUNUZUL HIKMAH
Episode 17 : “Segala sesuatu akan takut pada yang beriman”

PERCIK HIKMAH : Allahyarham KH Jalaluddin Rakhmat
“Sabar”part 7 Eps.17

Video source: JRTV

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us