Rujukan Kitab & Sumber Bacaan
Video ini mengutip teks Arab dan penjelasan dari dua rujukan kitab:
- Kitab Mukhtashar Shirat Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam karya Muhammad bin Abdul Wahhab, diterbitkan oleh Darul Mughni (cetakan ke-2, tahun 2007, halaman 79).
- Kitab Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, diterbitkan oleh Darul Syuruq (jilid 4, cetakan ke-10, tahun 1981, halaman 1840).
2. Wafatnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah RA
- Di dalam kitab Mukhtashar Shirat Ar-Rasul disebutkan bahwa Sayyidah Khadijah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha wafat selang beberapa hari setelah meninggalnya paman Rasulullah SAW, Abu Thalib.
- Kepergian kedua sosok tersebut terjadi pada tahun yang sama, sehingga musibah dan ujian datang berturut-turut menimpa Rasulullah SAW.
3. Peran Agung Sayyidah Khadijah RA dan Abu Thalib
- Sayyidah Khadijah binti Khuwailid RA:
Merupakan pendamping yang jujur dan setia bagi dakwah Islam (wazira shidqin ‘alal Islam), tempat Rasulullah SAW senantiasa bermusyawarah dan berunding. - Abu Thalib:
Merupakan benteng pelindung, pegangan utama, sumber kekuatan, serta penolong Rasulullah SAW dalam menghadapi kaumnya. - Duka dan duka bertubi-tubi akibat kepergian dua penopang utama ini membuat Rasulullah SAW menamai tahun tersebut sebagai Tahun Kesedihan (‘Amul Huzni).
4. Meningkatnya Kelancangan dan Gangguan Kaum Musyrikin Quraisy
- Setelah wafatnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah, perlakuan kaum musyrikin Quraisy kepada Rasulullah SAW menjadi semakin keras.
- Kaum musyrikin mulai berbuat lancang (watajarra’u ‘alaihi), mengganggu secara terang-terangan, dan melancarkan permusuhan yang sebelumnya tidak berani mereka lakukan semasa Abu Thalib masih hidup.
- Kaum Quraisy bahkan berniat dan berkehendak untuk membunuh Rasulullah SAW, namun Allah SWT mencegah serta melindungi beliau dari niat jahat mereka.
- Beban dakwah semakin berat akibat ejekan kaum musyrikin, pengasingan, serta murtadnya sebagian orang yang sebelumnya telah masuk Islam.
5. Catatan dan Argumentasi Pemateri
- Pemateri memberikan catatan refleksi atas riwayat dalam kitab tersebut: Jika sebagian pihak meyakini bahwa Abu Thalib meninggal dalam keadaan tidak beriman, lantas apa makna mendalam dari kedukaan Rasulullah SAW hingga menamainya sebagai Tahun Kesedihan?
- Pemateri mempertanyakan apakah layak seseorang bersedih sedemikian mendalam atas orang yang wafat dalam keadaan tidak beriman, sebagai landasan perenungan terhadap riwayat yang tertera dalam kitab Mukhtashar Shirat Ar-Rasul.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

