3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali muhammad

Cerita santai dari ustadz.

Semoga kita bisa mengambil manfaat dari cerita random berikut ini

Saya dulu belum pernah membaca buku-buku seperti Random Acts of Kindness atau When Good Things Happen to Good People.
Waktu itu, saya hanyalah seorang mahasiswa miskin yang tinggal di rumah kontrakan kecil dan biasa memasak sendiri.
Masakan yang paling mudah dilakukan adalah nasi goreng.,

Suatu pagi, saya melihat nasi goreng yang saya masak cukup banyak, padahal saya makan sendirian.
Tanpa referensi dari internet, mungkin hanya karena dorongan hati, saya memutuskan untuk membawa nasi goreng itu menggunakan rantang ke daerah Viaduct, Bandung, untuk diberikan kepada para gelandangan yang berkumpul di sana.
Saya menunggu mereka selesai makan karena rantang tersebut akan saya bawa pulang kembali.
Namun, ada kejadian unik; tempat mereka makan ternyata juga merupakan tempat mereka membuang kotoran.
Akibatnya, saat hendak pulang, sepatu saya terkena kotoran—sebuah kejadian yang saya kenang sebagai peristiwa “X-File”.

Menariknya, saya tidak mendapat balasan berupa nasi kembali, bahkan mereka justru menertawakan saya yang kebingungan membersihkan sepatu, bukan malah memberi tahu atau membantu.
Di sinilah kita diajarkan oleh Al-Qur’an untuk jangan pernah memberikan sesuatu dengan harapan mendapat balasan dari orang yang bersangkutan.
Kita memberi semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan balasan ataupun ucapan terima kasih.

Kisah lain menceritakan tentang seseorang yang perlu menelepon urusan keluarga yang sangat penting melalui telepon umum, namun ia tidak memiliki cukup uang receh.
Tiba-tiba, ia menemukan uang receh yang ditinggalkan seseorang di atas kotak telepon.
Ia merasa sangat terbantu dan berhasil menyelesaikan urusan penting tersebut. Sejak saat itu, setiap kali menggunakan telepon umum, ia selalu menyisihkan uang receh di sana.
Ia tidak peduli siapa yang akan mengambilnya, ia hanya ingin membalas kebaikan orang asing yang dulu pernah menyelamatkannya melalui uang receh yang tertinggal.

Perbuatan baik, sekecil apa pun, tidak ada yang remeh di hadapan Allah SWT.
Rasulullah bersabda agar kita bersedekah walaupun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk minuman.
Kesempatan untuk berbuat baik itu disediakan Tuhan setiap saat, seolah-olah ada 24 laci waktu setiap harinya bagi kita untuk mengisinya dengan kebaikan.

Bentuk kebaikan itu bisa bermacam-macam: mendengarkan orang lain bicara dengan baik, tidak mengganggu orang lain, atau meminjamkan pulpen kepada kawan yang membutuhkan.
Begitu juga saat kita membantu orang mengangkat tas ke kabin pesawat, atau memberikan kursi di bus kepada orang yang lebih membutuhkan.
Bahkan di kasir mal, memberikan kesempatan kepada orang yang belanjaannya lebih sedikit untuk maju lebih dulu adalah sebuah perbuatan baik yang akan dibalas Allah berlipat ganda.

Ada pula kisah saat seseorang berada di apotek dan melihat orang lain yang hanya memiliki uang 20 ribu rupiah untuk menebus resep obat ibunya.
Membantu membayarkan kekurangan uang tersebut adalah kebaikan yang akan Allah balas melalui perantara lain yang mungkin tidak kita kenal, namun melalui “tangan-tangan Tuhan” yang lebih mulia.
Sebagaimana ayat Al-Qur’an menyebutkan: “Hal jaza’ul ihsan illal ihsan“—tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.

Dalam khotbah menyambut Ramadan, Rasulullah juga berpesan untuk menyayangi anak yatim orang lain agar kelak Allah menyayangi anak yatim yang kita tinggalkan.
Saya mengalami sendiri hal ini. Ayah saya dahulu adalah seorang Lurah yang sangat dermawan; ia sering membagikan pakaian dan makanan kepada yang membutuhkan.,

Ketika ayah saya harus pergi berjuang dan meninggalkan keluarganya dalam keadaan kritis, ia sering diselamatkan oleh Allah dengan cara-cara yang ajaib.
Saya menyadari bahwa keajaiban itu bukanlah karena “kesaktian”, melainkan mungkin karena perbuatan baiknya di masa lalu.
Meskipun ia tidak bisa mengurus keluarganya sendiri karena perjuangan, Allah-lah yang mengurus anak-anak yang ditinggalkannya (termasuk saya) karena ia senang mengurus dan membantu orang lain.

Infografis Siklus Kebaikan Sehari hari

Bersama : KH Miftah F Rakhmat
KUNUZUL HIKMAH
Episode 29, Adab Shalat#part 3 (menyempurnakan shalat)

PERCIK HIKMAH
eps.29, Allahyarham KH Jalaluddin Rakhmat
“Unlimited Love part 2”

 

Video source: JRTV

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us