3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘aali muhammad

Keutamaan Menunggu Waktu Salat

Diambil dari Nahjul Fasahah nomor 2538: “La yazalul abdu fi shalatin mantadharash shalat”,.
Makna hadis ini adalah seorang hamba dianggap senantiasa berada dalam keadaan salat selama ia menunggu waktu salat berikutnya.
Hal ini menunjukkan kasih sayang Allah SWT, di mana kita tetap bisa memperoleh pahala salat bahkan di antara waktu-waktu salat wajib (seperti antara Subuh dan Isya) selama kita dalam kondisi menanti.

Penantian ini sebaiknya diisi dengan persiapan diri yang baik, seperti menjaga wudu, menjaga penampilan lahiriah, serta yang paling utama adalah menjaga perilaku dan lisan.
Segala hal yang kita lakukan, termasuk apa yang kita lihat dan bicarakan, sangat memengaruhi kekhusyukan dan kenikmatan salat kita,.
Seorang Sufi pernah memperingatkan muridnya untuk menjaga pandangan dari hal yang tidak halal karena hal itu akan berdampak langsung pada salatnya.
Dengan demikian, waktu di antara dua salat seharusnya diisi dengan upaya berakhlak baik sebagai bentuk penantian yang tulus.

 

Mukjizat Al-Qur’an dan Kedalaman Surat Al-Ashr

Ustadz Jalal menjelaskan tentang Nuzulul Qur’an dan konsep i’jazul Qur’an, yaitu keluarbiasaan Al-Qur’an yang melumpuhkan atau membuat pihak lain tidak mampu menandinginya.
Mukjizat selalu hadir untuk menjawab tantangan zamannya; jika Nabi Musa melumpuhkan ilmu sihir, maka mukjizat Al-Qur’an hadir untuk melumpuhkan kehebatan sastra Arab pada masa itu,.

Dicontohkan kegagalan nabi palsu Musailamah al-Kadhdhab yang mencoba meniru gaya bahasa Al-Qur’an dengan membuat syair tentang gajah, namun isinya dangkal dan tidak memberikan pedoman hidup bagi manusia.
Kisah lainnya adalah saat Amr bin Ash (sebelum masuk Islam) membacakan Surat Al-Ashr kepada Musailamah.
Musailamah mencoba membalas dengan syair konyol tentang kelinci, yang membuat Amr bin Ash langsung tertawa dan menyadari bahwa itu adalah kebohongan karena perbedaannya yang sangat jauh dengan keagungan wahyu Ilahi.

Imam Syafi’i menyatakan bahwa seandainya hanya Surat Al-Ashr saja yang diturunkan, maka itu sudah cukup menjadi pedoman hidup manusia. Surat ini mengandung prinsip-prinsip utama bagi individu dan masyarakat:

  • Menghargai Waktu: Mengajarkan kita menjaga waktu hidup yang sangat berharga dan tidak dapat kembali,.
  • Menghindari Kerugian: Mengisi waktu dengan iman dan amal saleh untuk diri sendiri.
  • Etika Sosial: Mengajarkan prinsip saling membantu dengan cara saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran di tengah masyarakat.

Perbandingan Al Qur an dan Syair Musailamah

Bersama : KH Miftah F Rakhmat
KUNUZUL HIKMAH
Episode 26 : bab 5 “La Yajallul abdu fi shalatin man tadharash shalat”

PERCIK HIKMAH
eps.26 : Allahyarham KH Jalaluddin Rakhmat: “Mukjizat Al Quran”

 

Video source: JRTV

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us