Bismillâhirrahmânirrahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidina Muhammad wa Âli Sayyidina Muhammad
Kajian ini melanjutkan pembahasan mengenai kedudukan (maqomat) Baginda Rasulullah SAW.
Setelah sebelumnya membahas Maqam A’lamiyyah (derajat keilmuan tertinggi), kali ini fokus beralih pada Maqam Awaliyyah atau Maqam Nuriyah.
Definisi Maqam Awaliyyah
Maqam Awaliyyah bermakna bahwa Rasulullah SAW adalah makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWT.
Tidak ada makhluk yang lebih awal keberadaannya selain beliau. Hal ini ditegaskan dalam berbagai kitab Maulid, seperti Maulid Barzanji yang menyebut beliau sebagai “Cahaya yang disifati dengan kedahuluan dan awal” (An-nuuril maushuufi bit-taqaddumi wal awaliyyah).
Begitu pula dalam Maulid Simtudduror, disebutkan bahwa beliau adalah makhluk pertama yang muncul di alam semesta, dan dari beliaulah seluruh wujud ciptaan lainnya bercabang.
Landasan Hadits Nur Muhammad
Dalam sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah al-Anshari, Rasulullah SAW bersabda bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan Nur Nabi Muhammad dari Nur-Nya sebelum menciptakan segala sesuatu yang lain.
Oleh karena itu, Maqam Awaliyyah ini juga disebut sebagai Maqam Nuriyah, di mana beliau menjadi perantara (wasilah) antara Allah dan makhluk-Nya dalam proses penciptaan.
Kenabian di Alam Malakut
Eksistensi kenabian Rasulullah SAW sudah ada jauh sebelum alam fisik diciptakan.
Terdapat hadits yang menyatakan, “Aku sudah menjadi seorang nabi sementara Adam masih berada di antara air dan lumpur” (atau dalam riwayat lain: “di antara ruh dan jasad”).
Kesahihan hadits ini diakui oleh Al-Hakim an-Naisaburi dan Adz-Dzahabi.
Perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan antara Adam Malakuti dan Adam Mulki.
- Adam Malakuti adalah Nur Muhammad di alam cahaya yang menerima pelajaran langsung dari Allah.
- Adam Mulki atau Abul Basyar adalah sosok manusia pertama (ayah biologis manusia) yang diciptakan kemudian di alam dunia.
Persaksian Pertama (Alastu Birobbikum)
Di alam Malakut, Allah mengambil kesaksian dari seluruh jiwa manusia (QS. Al-A’raf: 172) dengan pertanyaan, “Alastu birobbikum?” (Bukankah Aku ini Tuhanmu?).
Meskipun semua jiwa diambil sumpahnya, tidak semuanya menjawab dengan kecepatan yang sama; ada yang cepat, lambat, bahkan ada yang mendustakan.
Rasulullah SAW adalah makhluk pertama yang menjawab “Bala” (Benar/Ya). Inilah alasan beliau disebut sebagai Awwalul Muslimin (Orang yang pertama kali berserah diri) dalam Al-Qur’an (QS. Az-Zumar: 12 dan QS. Al-An’am: 161-163). Predikat “pertama” ini merujuk pada alam Malakut, karena secara kronologis di alam dunia, nabi-nabi lain seperti Nabi Nuh atau Nabi Ibrahim diutus lebih awal.
Kedudukan dalam Deretan Para Nabi
Dalam QS. Al-Ahzab ayat 7, Allah menyebutkan pengambilan perjanjian dari para nabi.
Meskipun Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang diutus ke dunia, namanya disebutkan paling pertama dalam ayat tersebut, bahkan sebelum Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa.
Ini menunjukkan bahwa beliau adalah yang pertama dalam penciptaan namun yang paling akhir dalam pengutusan (Kuntu awwalan nabiyyiina fil kholqi wa aakhiruhum fil ba’ts).
Kesimpulan
Maqam Awaliyyah adalah manifestasi pertama dan paling sempurna dari asma Allah. Beliau adalah yang “Awal” dalam penciptaan di alam cahaya, dan yang “Akhir” dalam risalah di alam manusia.

Bersama : Ustadz Ali Alaydrus
Kajian Risalah Nabawiyyah
Episode 5: Maqam Awaliyyah
Jum’at, 24 Juni 2022, Mulai Jam 19.30 WIB
Semoga kita semua beroleh keberkahan yang diluaskan 🤲🙏
Kiranya berkenan subscribe, like, share. Terimakasih
Yuk Subscribe Channel Majulah IJABI:


