21 October 2026

Rujukan Kitab dan Jalur Riwayat

Pelajaran ini mengulas riwayat yang tercantum dalam Kitab Majma’ az-Zawa’id wa Manba’ al-Fawa’id karya Al-Hafiz Al-Haitsami (salah satu ulama Ahlussunnah abad ke-9 H), cetakan pertama Darul Fikr tahun 2005 M, halaman 202–203.

Diriwayatkan dari Abu Thufail, beliau mengisahkan momen ketika Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan khotbah di hadapan kaum muslimin setelah wafatnya sang ayah, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Isi Khotbah Imam Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma

1. Keutamaan dan Kedudukan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib

Imam Al-Hasan memuji Allah SWT, kemudian mengenang sosok Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dengan menyampaikan:

  • Kedudukan Spiritual:
    Beliau merupakan penutup para washi (penerima wasiat) para nabi, serta pemegang amanat para shiddiqin dan syuhada.
  • Keilmuan yang Tiada Tanding:
    “Wahai manusia, seseorang telah berpisah dari kalian (wafat), yang mana orang-orang terdahulu tidak dapat mendahuluinya dan orang-orang terkemudian tidak dapat mencapainya dalam hal keilmuan”.
  • Perjuangan Bersama Rasulullah SAW:
    Rasulullah SAW selalu menyerahkan panji perang kepadanya; Malaikat Jibril mendampingi di sisi kanannya dan Mikail di sisi kirinya, serta beliau tidak pernah kembali melainkan Allah memberikan kemenangan baginya.
  • Waktu Wafat yang Agung:
    Beliau wafat pada malam yang sama dengan wafatnya washi Nabi Musa (Yusya’ bin Nun), malam diangkatnya ruh Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam, serta malam diturunkannya Al-Qur’an (Lailatul Qadr).
  • Kezuhudan Harta:
    Beliau tidak meninggalkan emas maupun perak, kecuali harta peninggalan hanya sekitar 700 hingga 750 dirham, yang mana itu pun merupakan sisa pemberian beliau untuk membelikan pembantu bagi Ummu Kultsum.

2. Jatidiri dan Kedudukan Al-Hasan sebagai Ahlul Bait

Selanjutnya, Imam Al-Hasan menegaskan jatidiri beliau:

  • “Barangsiapa yang telah mengenalku, sungguh ia telah mengenalku. Dan barangsiapa yang belum mengenalku, aku adalah Al-Hasan putra Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa aalihi“.
  • Beliau membaca firman Allah SWT (QS. Yusuf: 38):

“Wattaba’tu millata aabaa’ii Ibraahiima wa Ishaaqa wa Ya’quub…”
(Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub).

  • Seraya memegang Al-Qur’an, beliau menegaskan silsilah kenabiannya:
    • “Aku adalah putra sang pembawa kabar gembira (Al-Basyir)”
    • “Aku adalah putra sang pemberi peringatan (An-Nadzir)”
    • “Aku adalah putra Nabi”
    • “Aku adalah putra penyeru menuju Allah dengan izin-Nya (Ad-Da’i ilallah bi idznihi)”
    • “Aku adalah putra pelita yang menerangi (As-Siraj Al-Munir)”
    • “Aku adalah putra dari sosok yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ‘alamin)”
  • Kewajiban Mencintai dan Mentaati Ahlul Bait:
    • “Aku termasuk Ahlul Bait yang Allah jauhkan dari kotoran/dosa dan Allah sucikan sesuci-sucinya”.
    • “Aku termasuk Ahlul Bait yang Allah wajibkan atas umat untuk mencintai dan mengikuti mereka”.
    • Hal ini sebagaimana firman Allah SWT kepada Rasulullah SAW (QS. Asy-Syura: 23):

“Qul laa as’alukum ‘alaihi ajran illal mawaddata fil qurbaa”
(Katakanlah: Aku tidak meminta upah kepada kalian atas dakwah ini melainkan kecintaan kepada kerabat/keluargaku).

Kualitas Sanad dan Kesimpulan Pelajaran

  1. Kualitas Hadits:
    Riwayat ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad secara ringkas, serta oleh Al-Bazzar dan At-Thabrani dalam kitab Mu’jam al-Kabir.
    Jalur riwayat Imam Ahmad dan sebagian jalur Al-Bazzar serta At-Thabrani dinilai Hasan (sehingga dapat dikategorikan sebagai Shahih lighairihi) dan sah dijadikan sebagai hujjah (dalil).
  2. Poin Utama Video:
    Khotbah ini disampaikan secara terbuka oleh Imam Al-Hasan di hadapan para sahabat Nabi dan tabiin saat wafatnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Beliau menegaskan kedudukan Ahlul Bait yang wajib dicintai dan ditaati, dan tidak ada satu pun dari kalangan sahabat maupun tabiin yang hadir pada saat itu yang membantah atau mengingkari pernyataan tersebut.
  3. Pelajaran diakhiri dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya yang suci dan bacaan hamdalah.

Dalil2 Khotbah Bersejarah Al Hasan bin Ali

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad

—

Video sumber: Dalil-dalil Channel

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us