Bismillâhirrahmânirrahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidina Muhammad wa Âli Sayyidina Muhammad
Kajian ini melanjutkan pembahasan mengenai kedudukan mulia Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Salah satu kedudukan agung yang dimiliki Nabi adalah Maqam A’lamiyyah, yaitu derajat keilmuan tertinggi di mana tidak ada manusia yang lebih tahu daripada beliau karena beliau adalah penerima ilmu pertama dari Allah SWT.
Ilmu Ghaib dan Izin Allah
Secara tekstual, beberapa ayat Al-Qur’an menyatakan bahwa hanya Allah yang mengetahui perkara ghaib, seperti dalam Surat An-Naml ayat 65 dan Al-An’am ayat 59.
Namun, Allah memberikan pengecualian kepada para Rasul yang diridai-Nya untuk mengetahui sebagian ilmu ghaib tersebut.
Contohnya adalah Nabi Isa as yang dianugerahi mukjizat untuk mengetahui apa yang dimakan dan disimpan orang di rumah mereka.
Firasat Orang Mukmin dan Para Wali
Selain para Rasul, Allah juga memberikan kemampuan “melihat dengan cahaya Allah” kepada hamba-hamba khusus yang disebut para Wali melalui firasat yang tajam.
Jika pada orang biasa firasat hanyalah dugaan, pada tingkatan para Wali, firasat tersebut mendekati kepastian dengan izin Allah.
Keistimewaan Ilmu Rasulullah SAW
Ilmu Nabi Muhammad SAW mencakup seluruh ilmu yang dimiliki oleh para Nabi terdahulu, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Isa.
Lebih dari itu, beliau diberikan karunia pengetahuan tentang masa lalu, masa kini, hingga masa depan sampai hari kiamat.
Mukjizat terbesar beliau bukanlah sekadar fenomena supernatural seperti menghidupkan orang mati, melainkan akhlak mulia dan karakter yang mampu melunakkan hati manusia.
Konsep “Adam” dan Nur Muhammad
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 31, disebutkan bahwa Allah mengajarkan “nama-nama” kepada Adam.
Dalam perspektif kajian ini, sosok “Adam” yang diajarkan langsung oleh Allah dan menjadi perantara bagi para malaikat bukanlah sekadar Adam Abul Basyar (manusia pertama di bumi), melainkan Adam Malakuti atau Nur Muhammad SAW yang diciptakan jauh sebelum penciptaan makhluk lainnya.
Pintu Kota Ilmu
Untuk mengakses kedalaman ilmu Rasulullah, beliau sendiri telah memberikan petunjuk melalui sabdanya: “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya”.
Hal ini menunjukkan bahwa untuk menyelami keilmuan Nabi, umat harus melewati “pintu” tersebut, yaitu dengan mempelajari ilmu dari Ahlulbait Nabi.

Bersama : Ustadz Ali Alaydrus
Kajian Risalah Nabawiyyah
Episode 4: Maqam A’lamiyyah
Jum’at, 25 Maret 2022, Mulai Jam 19.30 WIB
Semoga kita semua beroleh keberkahan yang diluaskan 🤲🙏
Kiranya berkenan subscribe, like, share. Terimakasih
Yuk Subscribe Channel Majulah IJABI:


