Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘aali muhammad
Mencari Kenikmatan dalam Salat
Setelah kita menjaga adab menuju salat melalui akhlak dan perilaku sehari-hari, terdapat tahapan nilai-nilai batiniah atau adab batiniah dalam menjalankan setiap rukun salat.
Sebagai contoh, dalam sebuah dialog antara Imam Ali Zainal Abidin as-Sajjad dengan sahabatnya yang baru pulang haji, sang Imam menjelaskan bahwa setiap ritual seperti tawaf, sai, dan melempar jumrah memiliki makna batiniah.
Tawaf, misalnya, bermakna menghidmatkan diri untuk selalu berputar di sekitar keridaan Tuhan.
Kesempurnaan Wudu
Kesempurnaan wudu tidak hanya sekadar membasuh fisik, tetapi mencakup tiga hal utama:
- Menyucikan hati dari kedengkian:
Saat mengambil air wudu, yang dibasuh bukan hanya wajah, karena salat adalah perkara ruh. Wudu bermakna membersihkan hati dari rasa dengki, hasud, dan pengkhianatan. - Menyucikan badan dari dosa:
Hal ini dijaga melalui perilaku akhlak kita di antara waktu-waktu salat. - Menjaga kondisi batin:
Seseorang dianggap senantiasa berada dalam keadaan salat selama ia menunggu waktu salat berikutnya dengan menjaga akhlak yang baik.
Kesempurnaan Berpakaian
Pakaian yang digunakan untuk salat harus memenuhi tiga kriteria kesempurnaan:
- Halal:
Pakaian harus diperoleh dari rezeki yang halal agar salat tidak bermasalah. Pakaian pemberian orang lain atau seragam kantor biasanya termasuk yang paling pasti kehalalannya. - Sesuai Sunnah dan Bersih:
Pakaian harus menutup aurat, bersih, rapi, dan harum sesuai tuntunan Nabi SAW. Al-Qur’an pun memerintahkan kita untuk memakai perhiasan (pakaian terbaik) di setiap tempat sujud. - Tidak untuk Kesombongan:
Pakaian, termasuk jubah keulamaan, tidak boleh digunakan untuk melambangkan keangkuhan, karena hal itu dapat merusak kekhusyukan dan kenikmatan salat.
Etika Berbuat Baik (Hal Jazaโul Ihsan illal Ihsan)
Prinsip utama dalam menolong sesama adalah “Hal jazaโul ihsani illal ihsan” (Tidak ada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan pula).
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk bersedekah setiap hari, meskipun hanya berupa seteguk air, segelas susu, atau sebutir kurma, karena Allah akan membalasnya berlipat ganda.
Sering kali, balasan atas kebaikan kita tidak datang dari orang yang kita tolong, melainkan dari “tangan-tangan” Allah yang lain.
Bahkan, Allah sering menguji ketulusan kita dengan membiarkan orang yang kita tolong justru membalas dengan keburukan atau fitnah.
Namun, Allah tetap pada hukum-Nya: kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.
Kisah “Malaikat” di Bandung
Sebuah kisah inspiratif dari organisasi Random Acts of Kindness (RAK) Foundation menceritakan kejadian di dekat Kota Bandung, Jawa Barat.
Seorang anak penjual barang dagangan dipukuli oleh kawannya hingga hidungnya berdarah dan barang dagangannya berserakan. Banyak orang dan kendaraan lewat begitu saja tanpa memedulikannya.
Tiba-tiba, sebuah mobil BMW berhenti dan seorang perempuan turun untuk menolong anak tersebut. Ia membawa sang anak ke rumah sakit, mengantarnya kembali, dan mengganti seluruh dagangannya yang rusak.
Perempuan itu pergi tanpa meninggalkan nama, hingga orang-orang di sana menjulukinya sebagai “Malaikat”.
Pesan moral dari kisah ini adalah jangan pernah meremehkan ketulusan orang lain, termasuk orang kaya.
Jika orang yang Anda bantu justru mengkhianati Anda, percayalah bahwa Tuhan akan mengirimkan “tangan-tangan yang mulia” untuk menyampaikan anugerah-Nya kepada Anda.
Oleh karena itu, jangan pernah mengharapkan balasan dari manusia, karena balasan dari Allah jauh lebih besar.

Bersama : KH Miftah F Rakhmat
KUNUZUL HIKMAH
Episode 28 : Adab Shalat#part 2 (mencari kenikmatan dalam shalat)
PERCIK HIKMAH
eps.28, “Unlimited Love part 1” bersama Allahyarham KH Jalaluddin Rakhmat
Video source: JRTV

