Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Keutamaan Kisah Para Nabi
Program The Prophetic Wisdom di kanal YouTube NGOPI TV edisi Ramadan kali ini menghadirkan kisah para nabi untuk dimaknai dari sudut pandang yang berbeda, guna memperdalam keberagamaan dan kehidupan sehari-hari. Pembahasan kali ini berfokus pada keberkahan kisah Nabi Isa AS.
Keistimewaan Kelahiran: Nabi Adam dan Nabi Isa
Dalam sejarah manusia, ada dua nabi dengan proses kelahiran yang sangat istimewa:
- Nabi Adam AS:
Lahir tanpa ayah dan tanpa ibu. - Nabi Isa AS:
Lahir tanpa seorang ayah.
Hal ini memicu diskusi mengenai hakikat kenabian: apakah kenabian merupakan anugerah (karunia) dari Allah sejak awal, ataukah hasil usaha manusia melalui akhlak dan kesucian diri?.
Jika kenabian adalah usaha, mengapa ada nabi yang sudah ditetapkan sejak lahir seperti Nabi Adam dan Nabi Isa?
Namun, jika itu murni anugerah, muncul pertanyaan mengenai keadilan Allah bagi manusia biasa.
Topik ini dibiarkan sebagai bahan diskusi dan pencarian ilmu lebih lanjut.
Nazar Ibunda Maryam dalam Al-Qur’an
Kisah Nabi Isa sangat erat kaitannya dengan ibundanya, Sayidatina Maryam AS, salah satu dari empat perempuan terbaik (Sayidatun Nisa).
Kisah ini bermula dari nazar ibunda Maryam (istri Imran) yang diabadikan dalam Surah Ali Imran ayat 35.
Beliau bernazar untuk menghibahkan anak dalam kandungannya agar berkhidmat sepenuhnya di Baitul Maqdis.
Muncul renungan menarik: bolehkah orang tua bernazar atas nasib anaknya yang kelak akan mandiri?.
Meski ibunda Maryam sempat terkejut karena bayi yang lahir adalah perempuan—sehingga muncul pertanyaan apakah seorang perempuan bisa berkhidmat di rumah Tuhan—Allah Maha Mengetahui atas segala ketetapan-Nya.
Kehidupan Maryam di Bawah Bimbingan Nabi Zakaria
Sesuai nazar tersebut, Maryam diserahkan kepada pemeliharaan dan bimbingan Nabi Zakaria AS.
Maryam tumbuh menjadi pribadi yang sangat suci, teladan yang agung, dan ahli ibadah yang luar biasa.
Mukjizat di Mihrab Maryam
Setiap kali Nabi Zakaria memasuki Mihrab (tempat ibadah Maryam), beliau selalu menemukan keajaiban.
Berdasarkan tafsir atas Surah Ali Imran ayat 37, Nabi Zakaria menemukan buah-buahan musim panas tersedia di musim dingin, dan buah-buahan musim dingin tersedia di musim panas.
Nabi Zakaria bertanya, “Wahai Maryam, dari mana kau peroleh makanan ini?”.
Maryam menjawab dengan penuh keimanan, “Ini dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan”.
Pertanyaan Nabi Zakaria ini bisa dimaknai dalam dua kemungkinan:
- Apakah Nabi Zakaria benar-benar tidak tahu, yang menunjukkan karunia Maryam sangat tinggi?.
- Ataukah pertanyaan itu merupakan bentuk penegasan dan ujian untuk mengonfirmasi kemuliaan Maryam?.
Kisah ini menjadi pengantar penting sebelum berlanjut ke pembahasan mengenai Nabi Isa AS pada episode mendatang.

Bersama KH Miftah F. Rakhmat
Judul video: Kisah Bunda Maria Dalam Islam | Ustadz Miftah | #17 The Prophetic Wisdom Edisi Bulan Suci Ramadhan – Watch on Youtube


