3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Segala puji bagi Allah SWT atas karunia waktu-waktu penuh berkah di bulan suci Ramadhan. Kita berharap agar puasa dan salat yang kita jalankan benar-benar menjadi ibadah yang tulus, serta setiap ayat Al-Qur’an yang kita baca menjadi bahan tadabbur dan perenungan bagi kita semua.
Kali ini, kita melanjutkan kisah tentang Nabi Isa AS, sebuah mukjizat besar dari Allah yang lahir dari rahim Siti Maryam.

Keutamaan Siti Maryam dan Mukjizat di Mihrab

Siti Maryam adalah satu dari empat penghulu perempuan di surga (sayyidatunnisaโ€™ al-alamin).
Sejak kecil, ia telah diwakafkan di Baitul Maqdis untuk berkhidmat kepada agama dan senantiasa menjaga kesucian dirinya.
Salah satu keutamaan Maryam yang dikisahkan dalam Al-Qur’an adalah ketika Nabi Zakaria mendapati rezeki berupa buah-buahan di mihrabnya.
Nabi Zakaria terheran-heran karena Maryam memperoleh buah-buahan musim panas di musim dingin, dan buah-buahan musim dingin di musim panas.
Ketika ditanya dari mana asal rezeki tersebut, Maryam menjawab bahwa itu semua datang dari Allah SWT.

Ujian Kehamilan dan Kelahiran Nabi Isa AS

Allah menitipkan amanah besar berupa ruh Nabi Isa AS ke dalam rahim Maryam tanpa perantaraan seorang ayah.
Namun, mukjizat ini disertai ujian yang luar biasa berat. Saat masa melahirkan tiba, Maryam diperintahkan untuk keluar dari Baitul Maqdis menuju suatu tempat yang jauh.

Dalam kepasrahan dan rasa sakit saat hendak melahirkan, Maryam bersandar pada pohon kurma dan sempat berucap bahwa ia lebih baik tiada atau dilupakan sebelum peristiwa ini terjadi.
Hal ini menunjukkan betapa beratnya beban fisik dan mental yang ia tanggung. Kemudian, terdengar suara dari bawahnyaโ€”sebagian ahli tafsir menyebut itu suara Malaikat Jibril, namun ada pula yang berpendapat itu adalah suara bayi Nabi Isa dalam kandunganโ€”yang menenangkannya agar tidak bersedih.
Allah telah menyediakan aliran sungai di bawahnya dan memerintahkan Maryam menggoyang pohon kurma agar buah-buah segar jatuh untuk ia makan.

Nazar “Puasa Bicara”

Setelah melahirkan, Maryam diperintahkan untuk makan, minum, dan bersenang hati. Jika ia bertemu manusia, ia diminta untuk menyampaikan bahwa ia sedang bernazar untuk melakukan “shaum” (puasa).
Dalam konteks ini, “shaum” yang dimaksud bukanlah menahan lapar dan haus, melainkan puasa bicara.
Maryam diperintahkan untuk tidak berbicara dengan siapa pun hari itu sebagai bagian dari perlindungan Allah atas dirinya.

Kepulangan Maryam dan Pelajaran Hidup

Siti Maryam kemudian kembali ke kaumnya dengan membawa bayi Nabi Isa dalam gendongannya.
Masyarakat yang melihatnya langsung menghakimi dan menuduhnya telah melakukan kemungkaran karena membawa anak tanpa suami.

Kisah ini memberikan pelajaran penting bagi kita agar tidak cepat menghakimi seseorang tanpa mengetahui alasan atau perjalanan di baliknya.
Seringkali kita melihat sesuatu yang di luar nalar atau pemahaman kita, lalu dengan cepat menuduh sesat atau mungkar tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.
Semoga melalui kisah kelahiran Nabi Isa AS ini, kita belajar untuk lebih berusaha memahami dan tidak mudah berburuk sangka kepada orang lain.

Kemuliaan Maryam dan Nabi Isa

Bersama KH Miftah F. Rakhmat

Judul video: Siti Maryam Dan Mukjizat Kelahiran Nabi Isa AS. | Ustadz Miftah | #17 The Prophetic Wisdom Ramadhan – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us