Kedamaian Alam dan Kejernihan Hati
Ust. Miftah Rakhmat
Dalam Al-Qur’an, terdapat dua jenis hati yang akan memperoleh keselamatan saat kembali kepada Allah.
Dua Jenis Hati yang Selamat
- Qalbun Salim (Hati yang Selamat/Bersih):
Disebutkan dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 89 dan Surat Ash-Shaffat ayat 84.
Ini adalah hati yang suci dari segala penyakit hati, kotoran batin, dendam, amarah, maupun prasangka buruk. Seperti air yang jernih, hati yang bersih memungkinkan seseorang melihat segala sesuatu dengan lebih terang dan jelas. - Qalbun Munib (Hati yang Kembali/Bertaubat):
Disebutkan dalam Surat Qaf ayat 33. Ini adalah hati milik orang-orang bertakwa yang takut kepada Allah Yang Maha Pemurah dan senantiasa kembali kepada-Nya melalui jalan taubat.
Jika Qalbun Salim adalah menjaga kesucian sejak awal, maka Qalbun Munib adalah usaha untuk menjernihkan kembali hati yang mungkin sempat keruh oleh urusan dunia.
Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk membersihkan “rumah batin” kita agar ruh yang lelah dengan beban hidup mendapatkan ketenangan melalui taubat (Qalbun Munib) menuju kesucian (Qalbun Salim).
Iman dan Rahasia Menjaga Lidah
Ust. Jalaluluddin Rakhmat
Keselamatan hati sangat erat kaitannya dengan lisan. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal yang paling utama adalah membiasakan diam (menjaga lidah). Selain itu, ditegaskan pula bahwa iman seseorang tidak akan lurus sebelum hatinya lurus, dan hati tidak akan lurus sebelum lidahnya lurus.
Beberapa poin penting mengenai menjaga lidah antara lain:
- Syarat Keselamatan:
Barang siapa yang ingin selamat, maka ia harus melazimkan diam. - Pengaduan Anggota Tubuh:
Setiap pagi, seluruh anggota tubuh mengingatkan lidah agar bertaubat kepada Allah, karena jika lidah lurus, maka seluruh anggota tubuh ikut lurus; namun jika lidah bengkok, anggota tubuh lainnya ikut terkena dampaknya. - Sumber Dosa:
Kebanyakan dosa manusia bersumber dari lidahnya. - Ibadah Termudah:
Diam dan berakhlak baik adalah ibadah yang paling ringan bagi tubuh dibandingkan ibadah fisik lainnya. - Ciri Mukmin:
Seorang mukmin hanya akan bicara jika itu baik, atau ia memilih diam.
Bahaya Ghibah (Menggunjing)
Al-Ghazali membagi pembicaraan menjadi empat bagian, di mana salah satunya adalah pembicaraan yang hanya mengandung bahaya, seperti bohong dan ghibah. Ghibah memiliki dampak spiritual yang mengerikan di hari kiamat:
- Seseorang bisa kehilangan seluruh amal salehnya karena dipindahkan ke buku catatan orang yang ia gunjingkan.
- Sebaliknya, seseorang mungkin terkejut melihat banyak amal saleh tambahan di bukunya, yang ternyata berasal dari orang-orang yang pernah memfitnah atau menjelek-jelekkannya.
Memahami hakikat ini dapat mengubah rasa sakit hati kita saat difitnah menjadi rasa syukur, karena secara tidak langsung orang tersebut sedang memberikan amal salehnya kepada kita.


