Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Bismillahirrohmanirrohim. Semoga keselamatan dan keberkahan Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Pada kesempatan kali ini, kita masih dalam suasana bulan suci Ramadhan melalui program The Prophetic Wisdom di Ngopi TV.
Merasakan Kehadiran Tuhan dalam Rencana yang Berubah
Sebelum masuk ke tema utama, ada sebuah renungan menarik dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW ketika ditanya bagaimana cara melihat kehadiran Tuhan.
Beliau menjawab bahwa kita dapat merasakan kehadiran-Nya saat kita sudah menyusun rencana dengan sangat matang, namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan keinginan atau ada tantangan yang tidak terduga.
Itulah momen di mana kita menyadari ada kekuasaan Tuhan yang bekerja di atas rencana manusia. Hal ini juga kami rasakan dalam produksi program ini, di mana banyak hal teknis yang mungkin berubah dari rencana awal, namun tetap harus kita jalani dengan penuh syukur.
Mengenal Sosok Misterius Nabi Khidr AS
Kita akan melanjutkan perbincangan mengenai Nabi Khidr AS, sosok misterius yang selalu menjadi magnet, terutama dalam kajian-kajian tasawuf.
Berdasarkan berbagai riwayat, silsilah Nabi Khidr terhubung dengan Nabi Ishaq AS dan Nabi Ibrahim AS.
Bahkan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau sudah ada sejak zaman Nabi Nuh AS.
Bayangkan, jika Nabi Nuh sendiri berdakwah selama 950 tahun dan total usianya mencapai sekitar 2.500 tahun, maka Nabi Khidr adalah tokoh yang sangat luar biasa karena melintasi berbagai zaman.
Kisah “Mata Air Keabadian”
Ada literatur yang mengisahkan bahwa dahulu Nabi Khidr adalah seorang juru masak yang berkhidmat kepada Raja Alexander Agung (Alexander the Great).
Dalam perjalanan mencari The Fountain of Youth atau mata air keabadian, Nabi Khidr-lah yang berhasil menemukannya atas karunia Allah SWT, namun beliau merahasiakannya.
Inilah salah satu alasan mengapa beliau memiliki usia yang sangat panjang namun fisiknya tidak terpengaruh oleh perubahan biologis atau penuaan.
Eksistensi Nabi Khidr di Berbagai Zaman
Nabi Khidr AS adalah sosok istimewa yang dipercaya hidup melintasi zaman Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Musa, hingga zaman Baginda Nabi Muhammad SAW.
Menurut Ibnu Ishaq, Nabi Khidr masih hidup hingga saat ini dan kelak akan terbunuh di tangan Dajjal pada akhir zaman.
Dalam tradisi kita, saat mengucapkan salam “Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihin” (Salam bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh), kita meyakini bahwa hamba Allah yang saleh tersebut—termasuk para Nabi dan Nabi Khidr—akan menjawab salam kita.
Tradisi dan Jejak Fisik di Berbagai Negara
Nama “Khidr” sendiri berarti “Hijau”. Hal ini merujuk pada mukjizatnya, di mana setiap tanah yang beliau injak akan berubah menjadi hijau dengan tumbuhnya rumput dan pepohonan.
Di berbagai belahan dunia, terdapat tradisi dan tempat yang diyakini terkait dengan beliau:
- Turki dan Mediterania:
Terdapat festival musim semi yang disebut Hidiriliz. Nama ini merujuk pada pertemuan antara Nabi Khidr dan Nabi Ilyas AS yang diyakini mendatangkan keberkahan. - Timur Tengah:
Banyak tempat yang diyakini pernah didatangi beliau, mulai dari Palestina, Mesir, hingga Iran.
Di kota Qom (Iran), terdapat sebuah kubah biru di atas bukit di mana konon Nabi Khidr pernah hadir dan shalat di sana. - Kaitan dengan Tradisi Lain:
Sosok beliau juga sering ditemukan kemiripannya dalam legenda atau folklor masyarakat lain, seperti sosok Saint George dalam tradisi Nasrani.
Penutup
Meskipun nama beliau tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, hampir semua ahli tafsir sepakat bahwa sosok yang ditemui oleh Nabi Musa AS untuk dipelajari hikmahnya adalah Nabi Khidr AS.
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah-kisah beliau. Terima kasih atas perhatiannya, kita akan sambung pada episode berikutnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bersama KH Miftah F. Rakhmat
Judul video: Jejak Nabi Khidr AS. Di Berbagai Belahan Bumi | Ustadz Miftah |#21 ThePropheticWisdom Edisi Ramadhan – Watch on Youtube


