6 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Keistimewaan Kisah Nabi Yusuf AS

Bismillahirrahmannirrahim. Alhamdulillah, dalam keberkahan bulan suci ini, kita kembali mengkaji hikmah-hikmah Allah yang dihadirkan melalui kisah para nabi dalam Al-Qur’an.
Al-Qur’an telah memberikan berbagai perumpamaan, pelajaran, dan perincian hidup bagi kita.
Setelah sebelumnya kita membahas kisah Nabi Adam AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Ibrahim AS, kini kita masuk pada satu kisah yang disebut secara eksplisit oleh Allah sebagai Ahsan al-Qososโ€”kisah yang paling indah dan terbaik.

Keistimewaan ini ditegaskan dalam Surat Yusuf (surat ke-12), di mana Allah berfirman bahwa Dia menceritakan kisah yang paling baik melalui wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketampanan dan Daya Tarik (Ajmal vs Amlah)

Salah satu hal yang sering muncul di benak kita saat mendengar nama Nabi Yusuf AS adalah ketampanannya.
Ada sebuah riwayat menarik tentang kedekatan para sahabat dengan Baginda Nabi Muhammad SAW.
Seorang sahabat bertanya tanpa sungkan, “Ya Rasulullah, siapa yang lebih tampan, Engkau atau Nabi Yusuf?”.

Rasulullah SAW menjawab dengan bijak, “Nabi Yusuf lebih tampan (ajmal), tetapi aku lebih menawan (amlah)”.
Menawan di sini berarti lebih menarik hati orang lain. Ini menjadi pelajaran bagi keluarga dan pasangan; mungkin ada orang lain yang lebih tampan secara fisik, tetapi yang terpenting adalah menjadi sosok yang menawan hati pasangan kita.

Meluruskan Persepsi Cinta Yusuf dan Zulaikha

Banyak orang menganggap kisah Nabi Yusuf sebagai kisah cinta romantis antara laki-laki dan perempuan, yaitu Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha.
Bahkan, sering kali dalam doa setelah akad nikah, kita memohon agar hati pengantin ditautkan seperti Nabi Yusuf dan Siti Zulaikha.

Namun, jika kita telusuri dalam Al-Qur’an, kita tidak akan menemukan kisah cinta romantis seperti yang sering dibayangkan.
Yang diceritakan justru adalah ketertarikan Siti Zulaikha kepada Nabi Yusuf saat Zulaikha masih menjadi istri dari seorang Amir (pembesar) Mesir.
Dalam konteks tersebut, itu adalah cinta yang terlarang karena ia mencintai laki-laki lain saat masih berstatus sebagai istri orang lain.
Jadi, kisah ini bukan hadir untuk memberikan teladan bahwa seorang istri boleh jatuh hati pada laki-laki lain.

Kisah Cinta Sejati: Ayah, Anak, dan Pemimpin

Sesungguhnya, ada aspek cinta yang lebih dalam yang jarang disorot dalam kisah ini, yaitu cinta seorang ayah kepada anaknya.
Kisah Nabi Yusuf pada intinya adalah tentang perpisahan yang sangat berat antara Nabi Yaโ€™qub AS dan putra yang sangat dikasihinya, Yusuf.
Perpisahan ini begitu menyesakkan hingga Nabi Yaโ€™qub tak henti menangis sampai kedua matanya memutih (buta).
Hal ini menunjukkan bahwa terkadang perpisahan bagi seorang ayah bisa jauh lebih berat daripada bagi sang anak.

Lebih jauh lagi, kisah ini mengajarkan tentang cinta seorang Nabi dan pemimpin kepada para pengikutnya.
Kerinduan Nabi Yaโ€™qub kepada Yusuf mencerminkan kerinduan besar seorang pemimpin zaman kepada umatnya.
Demikianlah hikmah-hikmah yang tersaji dalam kisah Nabi Yusuf yang akan terus kita telusuri. Semoga keberkahan bulan suci ini senantiasa menyertai kita semua.

Makna Cinta Kisah Nabi Yusuf

 

Bersama KH Miftah F. Rakhmat

Judul video: Cinta Siti Zulaikha Pada Nabi Yusuf AS. Terlarang? | Ustadz Miftah |#7 The Prophetic Wisdom Ramadhan – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us