6 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Metodologi Kajian

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji bagi Allah SWT, selawat serta salam senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.

Kita kembali dalam tayangan The Prophetic Wisdom edisi bulan suci Ramadan di channel YouTube NGOPI TV.
Kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan mengenai hikmah di balik kisah Nabi Ibrahim AS.
Mungkin urutan kajian ini tidak disusun secara kronologis karena saya yakin pemirsa sudah memahami dasar-dasar kisah para nabi.
Fokus kita adalah mengambil fragmen-fragmen tertentu untuk dijadikan teladan dan refleksi dalam kehidupan sehari-hari.

Kontroversi Status Azar: Ayah atau Paman?

Salah satu bagian yang sering diperbincangkan dalam Ulumul Quran adalah mengenai sosok ayah Nabi Ibrahim AS.
Dalam Al-Qur’an, disebutkan kata Ab atau Abata yang secara harfiah merujuk kepada ayah.
Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir; sebagian mengatakan itu adalah ayahnya, sementara sebagian lain menafsirkan bahwa sosok tersebut adalah paman Nabi Ibrahim AS.

Meskipun mayoritas ahli tafsir menyebutnya sebagai ayah, hal ini menimbulkan sedikit kontradiksi jika disandingkan dengan hadis Baginda Nabi SAW mengenai silsilah beliau.
Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa nenek moyang Rasulullah SAW—dari Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS—adalah orang-orang yang tidak pernah menyembah selain Allah SWT.
Mereka berada dalam fitrah agama yang hanif, yaitu tauhid yang mengesakan Allah.

Jika Azar adalah seorang paman, maka selesailah perkara mengenai kesucian tauhid garis keturunan Nabi. Namun, jika ia adalah ayah kandung yang berprofesi sebagai pembuat berhala, muncul diskusi dalam Ushul Fiqh mengenai bagaimana memposisikan tindakan tersebut.
Sebagian berpendapat bahwa “membuat” berhala tidak berarti “menyembahnya”, namun untuk saat ini, kita kesampingkan dulu pembahasan mendalam mengenai hukum fikih tersebut.

Perjalanan Mencari Tuhan: Bintang, Bulan, dan Matahari

Al-Qur’an mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim AS menyampaikan argumen mengenai keesaan Tuhan melalui pengamatan terhadap benda-benda langit.

  1. Bintang:
    Saat malam tiba, Nabi Ibrahim melihat bintang dan berkata, “Inikah Tuhanku?”
    Namun, saat bintang itu tenggelam, beliau berkata, “Aku tidak suka pada yang menghilang”.
  2. Bulan:
    Kemudian beliau melihat bulan yang bersinar terang dan kembali bertanya apakah itu Tuhannya.
    Ketika bulan itu pun hilang, beliau berkata bahwa jika Tuhan tidak memberi petunjuk, pastilah beliau termasuk orang yang tersesat.
  3. Matahari:
    Terakhir, saat melihat matahari yang lebih besar dan terang, beliau berkata, “Inikah Tuhanku? Ini lebih besar.”
    Namun, saat matahari itu tenggelam, Nabi Ibrahim menyatakan diri berlepas diri dari apa yang disekutukan oleh kaumnya.

Pertanyaannya, apakah Nabi Ibrahim benar-benar meyakini benda-benda tersebut sebagai Tuhan?
Sebetulnya, beliau sedang menggunakan pendekatan strategi dakwah dengan bahasa kaumnya.
Beliau ingin mengingatkan bahwa sesuatu yang bisa tenggelam dan hilang tidaklah layak dijadikan Tuhan.

Strategi Dakwah dan Penghancuran Berhala

Setelah meyakinkan umat bahwa alam semesta bukan Tuhan, Nabi Ibrahim beralih pada masalah berhala.
Ketika penduduk kota sedang pergi keluar untuk sebuah festival, Nabi Ibrahim tetap tinggal dan menghancurkan berhala-berhala tersebut.

Keesokan harinya, Raja Namrud memanggil semua orang dan menuduh Nabi Ibrahim sebagai pelakunya.
Dengan cerdik, Nabi Ibrahim meletakkan kapak pada leher berhala yang paling besar dan berkata, “Bahkan, dialah (berhala besar ini) yang melakukannya”.

Mengapa Nabi Ibrahim memberikan jawaban yang seolah-olah tidak jujur tersebut?
Apakah ada rahasia atau strategi lain di balik tindakan “mengkambinghitamkan” berhala besar itu? Hal ini akan kita bahas lebih dalam pada episode yang akan datang.

Terima kasih atas perhatiannya. Wama taufiqi illa billah. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hikmah Kisah Nabi Ibrahim AS(1)
Bersama KH Miftah F. Rakhmat

Judul video: Kontroversi Status Ayah Nabi Ibrahim AS. | Ustadz Miftah | #4 The Prophetic Wisdom Bulan Ramadhan – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us