3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Hikmah Kesabaran dalam Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir

Segala puji bagi Allah SWT. Channel Ngopi TV hadir kembali untuk mengambil keberkahan di bulan suci Ramadhan. Semoga seluruh amal ibadah dan khidmat kita diterima oleh Allah SWT.

Pada kesempatan kali ini, kita akan mengambil hikmah dari kisah seorang tokoh yang dalam literatur sering diperdebatkan apakah beliau seorang Nabi atau Wali Allah.
Sosok ini dikenal hidup melintasi berbagai zaman, mulai dari masa nabi-nabi terdahulu hingga sekarang, yaitu Hazrat Khidir AS.
Meskipun nama beliau tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, para ahli tafsir sepakat bahwa beliau adalah sosok yang dimaksud dalam Surah Al-Kahfi ayat 60 hingga 70-an saat bertemu dengan Nabi Musa AS.

Kesabaran Nabi Musa yang Luar Biasa

Kisah ini sangat menarik karena mempertemukan Nabi Musa AS, seorang Nabi Ulul Azmi yang telah teruji kesabarannya.
Nabi Musa telah melewati berbagai ujian berat: dijauhkan dari ibunya sejak bayi, tinggal di istana Firaun, terasing di negeri Madyan selama bertahun-tahun, hingga memimpin Bani Israil keluar dari Mesir.

Beliau menghadapi Bani Israil yang memiliki karakteristik sulit, sering mempertanyakan perintah Tuhan (seperti kisah sapi betina), bahkan sempat berpaling menyembah patung anak sapi buatan Samiri ketika ditinggal Nabi Musa selama 40 hari.
Dengan segala bekal kesabaran tersebut, Nabi Musa kemudian diperintahkan Allah untuk menemui Nabi Khidir AS guna mempelajari ilmu yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Pertemuan dan Tantangan Kesabaran

Dalam pertemuan tersebut, Nabi Musa meminta izin untuk mengikuti Nabi Khidir agar bisa mendapatkan petunjuk ilmu.
Namun, jawaban pertama yang diberikan Nabi Khidir sungguh mengejutkan: “Inna kalanta statia ma’iya shobro”“Sesungguhnya engkau sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersamaku”.

Penggunaan kata “lan” dalam ayat tersebut memberikan penekanan yang kuat bahwa Nabi Musa benar-benar tidak akan mampu bersabar.
Padahal, Nabi Musa adalah teladan kesabaran bagi umat manusia. Mengapa demikian?

Kunci Kesabaran adalah Ilmu

Nabi Khidir kemudian memberikan alasannya: “Wa kaifa tasbiru ‘ala ma lam tuhith bihi khubra”“Bagaimana mungkin engkau akan bersabar atas sesuatu yang kau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya?”.

Dari sini kita belajar satu konsep penting: kunci kesabaran adalah ilmu. Seringkali kita diminta bersabar saat ditimpa musibah, namun kita merasa berat karena tidak tahu apa hikmah di baliknya atau apa hasil akhirnya.
Dalam kisah ini, Al-Qur’an menunjukkan bahwa sangat sulit bagi seseorang untuk bersabar terhadap sesuatu yang tidak ia ketahui hakikat atau ujungnya.

Penutup

Kisah dalam Surah Al-Kahfi ini menyebutkan kata “sabar” secara berulang-ulang.
Melalui kisah ini, kita diajak untuk memahami bahwa dalam menghadapi ujian hidup, pengetahuan dan pemahaman akan hikmah Allah adalah bekal utama agar kita bisa tetap teguh dalam kesabaran.

Semoga kita semua dikaruniai kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk masa-masa sulit saat ini. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hikmah Kesabaran Musa dan Khidir

Bersama KH Miftah F. Rakhmat

 

Judul video: Sabar. Sabar. Sabar. Dan Tunggu. Itu Jawab Yang Tak Diberi Nabi Khidr | #23 The Prophetic Wisdom – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us