Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Kedudukan Ahlulbait sebagai Bahtera Keselamatan
Kajian ini merupakan kelanjutan dari pembahasan mengenai kedudukan (maqam) Ahlulbait di tengah umat Islam dan umat manusia. Setelah sebelumnya membahas posisi Ahlulbait sebagai jalan yang lurus (Siroj al-Mustaqim), tali Allah (habluminallah), dan orang-orang yang benar (as-sodikun), pertemuan kali ini berfokus pada kedudukan Ahlulbait sebagai bahtera keselamatan bagi umat manusia.
1. Hadis As-Safinah (Hadis Bahtera)
Rasulullah SAW mengumpamakan posisi dan kedudukan Ahlulbait di tengah umat manusia laksana Bahtera Nabi Nuh yang menyelamatkan para pengikutnya dari tenggelam, kemurkaan, dan siksaan Allah.
Hadis ini sangat populer dengan sebutan Hadis As-Safinah. Meskipun redaksi penyampaiannya bervariasi, makna intinya tetap satu dan utuh: tidak ada jalan keselamatan bagi manusia kecuali dengan berlayar bersama Ahlulbait Nabi SAW.
Salah satu riwayat yang sangat terkenal disampaikan oleh sahabat Nabi, Abu Dzar al-Ghifari RA. Beliau menyampaikan sabda Rasulullah ini sambil berdiri dan memegang pintu Ka’bah di hadapan orang-orang yang sedang melakukan tawaf. Abu Dzar menyerukan sabda Nabi SAW:
“Ketahuilah, sesungguhnya perumpamaan Ahlulbaitku di tengah-tengah kalian bagaikan Bahtera Nuh di tengah-tengah kaumnya. Siapa yang berlayar menaiki kapal itu bersama Nuh, ia akan selamat. Begitu juga siapa yang berlayar bersama Ahlulbait (mengikuti mereka), ia akan selamat. Namun, barangsiapa yang meninggalkan bahtera tersebut, ia akan tenggelam (binasa). Dan perumpamaan keluargaku bagaikan pintu pengampunan (babu hittah) di kalangan Bani Israil (siapa yang masuk melaluinya akan diampuni).”
Hadis ini salah satunya diriwayatkan oleh Al-Imam al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak (Jilid III, halaman 163, nomor hadis 4720).
2. Penguatan dan Validitas Hadis Menurut Para Ulama
- Ibnu Hajar Al-Haitami
dalam kitabnya As-Sawa’iq Al-Muhriqah menggunakan Hadis As-Safinah ini sebagai penguat tafsir ayat ke-6 yang membahas keutamaan Ahlulbait (tentang kedengkian manusia atas anugerah pilihan Allah).
Beliau menegaskan bahwa hadis ini datang dari jalur periwayatan yang sangat banyak (turuq) yang saling menguatkan satu sama lain, sehingga tidak boleh dicampakkan begitu saja meskipun ada sebagian jalur yang dianggap lemah. - Al-Imam asy-Syafii
juga mengabadikan makna mendalam dari Hadis As-Safinah ini ke dalam bait-bait syairnya yang indah (“walamma roytun-nas adzim mazahibhum… rokibtu ala ismi lillahi fi sufunin-naja wahum ahlulbaitil mustofa…”).
Hal ini menjadi bukti kuat bahwa keshahihan makna hadis ini diyakini sepenuhnya oleh Imam Syafi’i serta para ulama Ahlussunnah lainnya.
3. Titik Temu Keserupaan: Mengapa Ahlulbait Bagai Bahtera Nuh?
Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa keserupaan Ahlulbait dengan Bahtera Nuh terletak pada fungsinya sebagai penyelamat tunggal bagi umat manusia.
- Jaminan Keselamatan:
Siapa pun yang mencintai, mengagungkan, dan mengambil bimbingan keagamaan dari para ulama Ahlulbait akan selamat dari kegelapan pelanggaran, penentangan, serta penyimpangan dari syariat Rasulullah SAW. - Silsilah Ulama Agung Ahlulbait:
Tokoh-tokoh yang menjadi rujukan keilmuan ini di antaranya adalah Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan, Al-Husain, Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far as-Sadiq, Musa al-Kadzim, Ali ar-Ridha, Muhammad al-Jawad (yang keilmuannya luar biasa diakui sejak usia muda), Ali al-Hadi, Al-Hasan al-Askari, hingga Al-Mahdi.
Keilmuan luar biasa yang dimiliki oleh Al-Mahdi sejak usia belia (sekitar 5 tahun saat ayahnya wafat) dianalogikan seperti mukjizat Nabi Isa AS yang dianugerahi kitab dan hikmah sejak masih bayi.
4. Konsekuensi Menolak Ahlulbait
Sebaliknya, bagi mereka yang enggan mengikuti atau menolak untuk mengambil ajaran dari Ahlulbait, Ibnu Hajar Al-Haitami memperingatkan dua dampak buruk yang pasti terjadi:
- Mereka akan tenggelam dalam lautan kekafiran nikmat (mengingkari nikmat besar keberadaan Ahlulbait sebagai penuntun agama).
- Mereka akan binasa di dalam padang pasir kecongkakan serta ego yang menentang kebenaran.
Kesimpulan
Keberadaan Ahlulbait Nabi SAW merupakan anugerah sekaligus jaminan keselamatan hidup bagi umat Islam agar tidak tersesat dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama.
Hal ini juga dipertegas oleh tokoh ulama seperti Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syair qasidahnya yang menyebutkan bahwa Ahlulbait adalah bahtera keselamatan (washaffinun-naja).

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Mengapa Mengenal Ahlulbait Nabi Itu Penting (04) – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


