Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Sifat Ke-12: Doa untuk Keluarga dan Keteladanan (Surah Al-Furqan Ayat 74)
Ibadur Rahman adalah orang-orang yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah agar dianugerahi keluarga yang saleh dan kemampuan menjadi teladan kebaikan.
- Makna Qurrota A’yun:
Secara bahasa, qurrotu merujuk pada kata yang berarti “menetap” (tentram) atau “dingin” (sehingga diartikan sebagai “pendingin mata”).
Para ulama sepakat bahwa istilah ini bermakna permohonan agar istri/suami dan anak keturunan menjadi sumber kebahagiaan dan kegembiraan.
Kebahagiaan sejati bagi seorang mukmin adalah ketika melihat anggota keluarganya hidup dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiat. - Pentingnya Ikhtiar Nyata:
Doa ini tidak boleh sekadar menjadi basa-basi. Orang tua wajib mengupayakan kesalehan keluarga secara aktif melalui pendidikan, bimbingan yang tepat, menghadirkan anak di majelis ilmu, atau mendatangkan guru ke rumah.
Puncak kesuksesan rumah tangga dicapai ketika seluruh anggota keluarga saling mendukung dalam ketaatan kepada Allah (ta’awanu alal birri wattaqwa). - Makna Waj’alna lilmuttaqiina imaama:
Permohonan ini memiliki makna yang sangat besar, yaitu meminta agar dijadikan pelopor kebaikan di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi orang yang bertakwa secara individu.
Ini mendorong kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Orang-orang yang menjadi pelopor ketaatan di dunia (as-sabiqun) kelak akan menjadi orang yang paling dahulu masuk ke dalam surga Allah. - Perspektif Tafsir Ahlul Bait:
Terdapat riwayat yang menyebutkan ragam bacaan Ahlul Bait, yaitu wajaalana al-muttaqien ai mama (jadikan bagi kami dari orang-orang bertakwa seorang imam).
Namun, hal ini tidak berarti teks mushaf umum salah. Penjelasan riwayat yang menyebut bahwa ayat ini ditujukan bagi Ahlul Bait bermakna bahwa merekalah pemegang kualitas keteladanan yang paling sempurna dan berada di tingkat tertinggi (maqam terpuncak).
Meski demikian, ayat ini tetap berlaku umum dan membuka kesempatan bagi mukmin lainnya untuk menjadi panutan dalam kebaikan pada tingkatannya masing-masing.
Balasan Istimewa bagi Ibadur Rahman (Ayat 75-76)
Setelah mempraktikkan seluruh sifat mulia yang telah dibahas, Allah menjanjikan ganjaran yang luar biasa bagi Ibadur Rahman.
- Mendapatkan Ghurfah:
Mereka akan diganjar dengan ghurfah, yang berarti kedudukan atau rumah bertingkat (lantai atas) di surga.
Istilah ini menggambarkan derajat dan kedudukan yang sangat istimewa di akhirat. - Sebab Kesabaran (bima shabaru):
Kedudukan tinggi ini diraih karena kesabaran mereka. Kesabaran yang dimaksud mencakup sabar dalam menghadapi kemiskinan atau kekurangan tanpa meruntuhkan harga diri, sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar menjauhi maksiat, serta sabar dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
Selain itu, konsistensi dalam mengamalkan seluruh sifat mulia Ibadur Rahman juga tidak mungkin terwujud tanpa adanya kesabaran yang utuh. - Sambutan Hangat:
Di dalam surga, mereka akan kekal (khalidina fiiha) dan disambut oleh para malaikat dengan penghormatan yang meriah (tahiyyah) serta kedamaian (salam).
Surga digambarkan sebagai sebaik-baik tempat menetap dan tinggal bagi mereka.
Penutup Surah Al-Furqan (Ayat 77)
Surah ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah tidak akan memedulikan, mengindahkan, ataupun mengutus para nabi untuk menuntun manusia ke jalan kebenaran jika bukan karena kelemahlembutan, perhatian, dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Catatan Akhir Majelis
Ulasan mengenai sifat-sifat Ibadur Rahman ini disampaikan bertepatan dengan hari kelahiran Imam Al-Husain Alaihisalam (3 Sya’ban).
Pertemuan ini juga didedikasikan untuk mengenang serta melanjutkan perjuangan guru pengajar, almarhum Ustaz Rusdi Alaydrus, dan ditutup dengan pembacaan surah Al-Fatihah.

Judul video: 13 Sifat/Prilaku Terpuji “Ibadur Rahman” Ngaji Surah Al Furqan Ayat 63-76 (7/Selesai) – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


