Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Keberkahan Bulan Suci Ramadan
Riwayat dari Syaikh Shaduq dalam kitab Al-Amali (Majelis ke-13, yang didektekan pada 1 Ramadan 367 Hijriah). Riwayat yang bersumber dari Imam Muhammad al-Baqir as. ini menjelaskan keutamaan bulan Ramadan:
- Peran Malaikat:
Allah menugaskan para malaikat untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa setiap hari hingga akhir bulan Ramadan. - Seruan Malaikat:
Malaikat menyeru orang-orang yang berpuasa agar bergembira karena rasa lapar yang sementara akan digantikan dengan kepuasan spiritual yang panjang. - Malam Terakhir Ramadan:
Malaikat mengumumkan bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa dan menerima tobat mereka, serta mengingatkan mereka untuk memperhatikan bagaimana kondisi spiritual mereka selepas Ramadan.
Kisah Kelahiran dan Penamaan Imam Hasan as.
Kelahiran Imam Hasan as. membawa kegembiraan luar biasa bagi Rasulullah SAW serta kedua orang tuanya, Imam Ali as. dan Sayyidah Fatimah as.:
- Sikap Rasulullah SAW:
Menjelang kelahiran, Rasulullah berulang kali mengunjungi rumah Fatimah untuk memastikan keadaannya. Setelah bayi lahir, beliau meluruskan penggunaan selimut dari kain kuning menjadi kain putih sesuai pesan beliau sebelumnya. - Prosesi Penamaan:
Sayyidah Fatimah meminta Imam Ali untuk memberi nama, tetapi Imam Ali menolak mendahului Rasulullah. Rasulullah pun menyatakan tidak ingin mendahului Allah SWT. Allah kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan ucapan selamat dan memerintahkan agar bayi tersebut dinamai seperti nama putra Nabi Harun as., yaitu “Shubbar”. Karena keterbatasan bahasa Arab, Jibril menerjemahkannya menjadi “Al-Hasan”. - Tindakan Awal Rasulullah:
Beliau mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi, memberikan air liur sucinya sebagai asupan pertama, serta menggelarinya dengan kunyah “Abu Muhammad” sejak lahir.
Keteladanan Dahsyat dalam Ibadah (Riwayat Imam Zainal Abidin as.)
Merujuk pada silsilah suci riwayat dari Imam Zainal Abidin as., Imam Hasan as. dikenal sebagai sosok yang paling ahli ibadah (Abid), paling zuhud, dan paling utama di zamannya:
- Haji Berjalan Kaki:
Setiap kali menunaikan ibadah haji dari Madinah ke Mekkah (jarak sekitar 500-600 km), beliau selalu berjalan kaki, bahkan sering kali tanpa alas kaki sebagai bentuk ketundukan mutlak kepada Allah.
Kehadiran rombongan keluarga suci yang berjalan kaki ini bahkan membuat kaum muslimin lain merasa segan/sungkan untuk menunggangi kendaraan mereka. - Rasa Takut dan Khusyuk kepada Allah:
Setiap kali mengingat atau menyebut tentang kematian, kuburan, hari kebangkitan di padang Mahsyar, serta jembatan Shirot, beliau akan menangis tersedu-sedu.
Bahkan, ketika mengingat momen dihadapkan di hadapan Allah SWT, beliau menangis hebat hingga pingsan / tidak sadarkan diri. - Reaksi Terhadap Surga dan Neraka:
Saat mengingat surga dan neraka, tubuh beliau akan terguncang dan menggelepar seperti orang yang dipatok ular berbisa (salim), lalu segera memohon surga dan perlindungan dari neraka.
Hal ini beliau lakukan meski beliau telah dijamin oleh Rasulullah SAW sebagai pemimpin para pemuda surga. - Interaksi dengan Al-Qur’an:
Ketika membaca ayat Al-Qur’an yang memuat seruan “Ya ayyuhalladzina amanu” (Wahai orang-orang yang beriman), beliau selalu menyambutnya dengan ucapan “Labbaik Allahumma Labbaik“. Seluruh nafas kehidupan beliau senantiasa diisi dengan berdzikir mengingat Allah.
Adab Berwudhu, Shalat, dan Memasuki Masjid
- Gemetar Saat Wudhu:
Ketika mengambil air wudhu, sekujur tubuh beliau bergetar dan wajahnya menjadi pucat.
Saat ditanya penyebabnya, beliau menjelaskan bahwa sudah sewajarnya bagi seorang hamba yang hendak berdiri menghadap Tuhan pemilik Arsy Agung untuk gemetar dan pucat. - Doa di Pintu Masjid:
Setiap kali hendak masuk masjid, beliau berdiri di depan pintu dan bermunajat dengan penuh kerendahan hati: “Ya Allah, tamu-Mu telah berada di depan pintu-Mu… Telah datang menemui-Mu seorang hamba yang penuh dosa, maka maafkanlah keburukan yang ada padaku dengan keindahan ampunan-Mu…”. - Dzikir Pasca-Fajr:
Setelah shalat subuh, beliau tidak meninggalkan tempat shalatnya untuk terus berdzikir hingga matahari terbit, sebelum akhirnya melayani masyarakat yang datang untuk berkonsultasi atau bertanya.
Kefasihan Bicara dan Penyensoran Sejarah
Imam Hasan as. adalah sosok dengan tutur kata paling jujur dan paling fasih.
Meskipun beliau sering menyampaikan pidato-pidato panjang yang membongkar kebenaran kedudukan Ahlul Bait serta menelanjangi musuh-musuhnya, para sejarawan di masa lalu sengaja memotong-motong dan menyensor teks pidato tersebut.
Hal ini dilakukan karena ketakutan para ulama istana dan penguasa (Bani Umayyah dan Bani Abbas) terhadap dampak politik dari pidato beliau yang dapat membuka mata umat Islam.

Judul video: Milad Imam Hasan al Mujtaba as.: Teladan Dalam Ibadah & Penghambaan – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


