Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Bulan Ramadan merupakan bulan santunan dan berbagi kenikmatan kepada kaum dhuafa, di mana Allah menjanjikan pahala yang sangat besar bagi mereka yang peka membantu sesama yang sedang kesulitan.
Islam secara umum menaruh perhatian dan kepedulian yang luar biasa besar terhadap ibadah-ibadah sosial seperti ini.
Keutamaan dan Hakikat Membantu Sesama
- Berkhidmat kepada Allah:
Imam Ja’far as-Sadiq menyatakan bahwa siapa saja yang memenuhi satu kebutuhan saudara Muslimnya, ia seakan-akan telah berkhidmat (mengabdi) kepada Allah sepanjang hidupnya.
Wasiat penting dari Imam Khomeini juga menegaskan bahwa membantu hamba-hamba Allah yang terhalang hak-haknya pada hakikatnya adalah khidmat kepada Allah. - Satu Jasad dan Satu Ruh:
Hubungan sesama mukmin diibaratkan seperti satu tubuh; jika satu anggota tubuh mengeluhkan sakit, maka rasa sakit itu akan dirasakan oleh seluruh jasad.
Lebih dari itu, ruh orang-orang mukmin saling menyatu, bahkan kedekatan ruh mereka dengan Allah digambarkan lebih erat daripada menyatunya cahaya dengan matahari. - Jasa Penerima Lebih Besar dari Pemberi:
Imam Ja’far as-Sadiq menekankan agar pemberi bantuan tidak merasa telah menanam jasa.
Justru, orang yang menerima bantuan memiliki jasa lebih besar karena mereka masuk ke rumah kita dengan membawa ampunan (maghfirah) bagi kita dan keluarga kita, serta keluar dengan membawa pergi dosa-dosa kita. - Pahala Niat yang Tulus:
Bahkan ketika seseorang sudah berupaya keras membantu saudaranya namun usahanya gagal, Allah tetap mencatat niat mulia tersebut sebagai amal istimewa di sisi-Nya.
Menyenangkan Mukmin adalah Menyenangkan Allah
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa saja yang membuat gembira seorang mukmin, ia telah membuat Rasulullah gembira; dan barangsiapa membuat Rasulullah gembira, maka ia telah membuat Allah bergembira.
Imam Ja’far as-Sadiq bersumpah demi Allah bahwa menyenangkan hati seorang mukmin tidak hanya membahagiakan mukmin tersebut, melainkan juga mendatangkan kegembiraan bagi Ahlulbait dan Rasulullah SAW.
Tiga Etika Utama dalam Berbagi (Adab Infaq)
Merujuk pada riwayat Imam Musa al-Kadzim, kesempurnaan suatu kebaikan atau santunan yang diberikan kepada seorang mukmin ditentukan oleh tiga perkara berikut:
- Menganggapnya Kecil (Tasyri’ha):
Dengan menganggap kecil bantuan yang kita berikan, kita sebenarnya sedang mengagungkan dan memuliakan harga diri saudara mukmin kita.
Sebaliknya, jika kita memandang besar bantuan kita, kita telah meremehkan dan menghinakan mereka. Perlu disadari bahwa kehormatan seorang mukmin di sisi Allah jauh lebih mulia dan terhormat daripada Ka’bah. - Merahasiakannya (Satriha):
Merahasiakan pemberian merupakan bentuk nyata dalam menjaga kehormatan dan harga diri mukmin yang menerima bantuan agar mereka tidak merasa malu, terhina, atau diremehkan oleh publikasi. - Menyegerakannya (Ta’jiliha):
Menyegerakan bantuan setelah berniat sangat penting agar kita tidak memberi celah bagi setan untuk membisikkan rasa kikir atau keraguan yang akhirnya membatalkan niat baik tersebut.
Larangan Merusak Pahala Sedekah
Berdasarkan peringatan Al-Qur’an (Surah Al-Baqarah ayat 262-264), orang yang berinfak di jalan Allah dilarang keras mengiringi pemberiannya dengan tindakan mengungkit-ungkit (al-mann) atau menyakiti perasaan si penerima (al-adza).
- Perkataan yang baik dan pemberian maaf jauh lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan tindakan yang menyakiti hati.
- Mengungkit-ungkit sedekah, baik di depan penerima maupun menceritakannya kepada orang lain di belakang mereka, dapat merusak dan membatalkan pahala sedekah itu sendiri.
Tindakan ini disamakan seperti orang yang berinfak karena riya (ingin dipuji manusia) dan tidak benar-benar beriman pada hari akhir.
Berbagi Tidak Harus Menunggu Kaya
Islam mendidik umatnya untuk berinfak tanpa membatasi nominal atau harus menunggu kaya terlebih dahulu.
Melalui infak, kita diajarkan untuk menanamkan rasa kepedulian sosial sekaligus mendidik jiwa kita agar sedikit demi sedikit terbebas dari belenggu rasa cinta dunia (hubbud dunya).

Judul video: Seri Kajian Berkah Ramadhan (5) Ramadhan Bulan Infaq & Berderma – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


