Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Kedudukan Ahlulbait sebagai Pelita Hidayah dan Pengaman Umat
Kajian ini membahas kedudukan dan kemuliaan (maqam) Ahlulbait Nabi SAW di tengah-tengah umat manusia, khususnya umat Islam.
Jika sebelumnya telah dijelaskan peran mereka sebagai bahtera keselamatan, bagian ini berfokus pada kedudukan Ahlulbait sebagai pelita hidayah dan bintang petunjuk bagi umat manusia.
1. Hadisun Nujum (Hadis Bintang Gemintang)
- Rasulullah SAW dalam sabdanya mengumpamakan Ahlulbait bagaikan bintang-bintang di langit (an-nujum) sebagai penunjuk arah bagi umat.
- Pernyataan ini dikenal oleh para ulama sebagai Hadisun Nujum. Hadis ini diriwayatkan oleh para ulama dengan beragam redaksi, baik secara ringkas maupun lengkap.
2. Ahlulbait Sebagai Pengaman Bumi Sepeninggal Rasulullah
- Keberadaan Rasulullah sebagai Pengaman:
Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya, As-Sawa’iq Al-Muhriqah, menerangkan ayat Al-Qur’an yang berbunyi: “Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara engkau (Muhammad) berada di antara mereka.”.
Ayat ini menegaskan fungsi Rasulullah ketika hidup di tengah umat sebagai pelindung atau pengaman dari turunnya azab pemusnah (azabun istis’al) yang pernah meluluhlantakkan kaum-kaum nabi terdahulu. - Pelanjut Fungsi Rasulullah:
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa setelah Rasulullah wafat, keberadaan Ahlulbait memikul fungsi pengamanan yang sama bagi penduduk bumi (amanan li ahlil ardh) sebagaimana keberadaan Rasulullah ketika beliau masih hidup.
3. Dua Tingkat Peran Pengamanan Ahlulbait
Keberadaan Ahlulbait memberikan perlindungan bagi umat pada dua tingkatan penting:
- Pengaman dari Siksa Allah:
Melindungi penduduk bumi dari turunnya azab dan kemurkaan Allah. - Pengaman dari Perselisihan (Ikhtilaf):
Menjaga umat agar terhindar dari perpecahan. Umat Islam tidak akan berselisih andaikata mereka mau merapatkan barisan di belakang Ahlulbait, menjadikan mereka panutan, serta mengambil ajaran agama dari mereka. Hal ini karena Ahlulbait adalah pihak yang menyampaikan hukum dan memperkenalkan syariat Allah secara utuh dan pasti.
4. Riwayat Mengenai Bahaya Menyelisihi Ahlulbait
Dalam kitab Al-Mustadrak (Jilid 3, Halaman 149), Imam Al-Hakim meriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:
- Sebagaimana bintang-bintang berfungsi sebagai pengaman bumi (seperti mengendalikan pasang surut laut agar tidak menenggelamkan daratan), Ahlulbait adalah pengaman bagi umat dari perselisihan.
- Apabila ada suatu kelompok atau komunitas yang menyalahi dan menentang Ahlulbait, mereka akan jatuh ke dalam perselisihan dan akhirnya tergolong sebagai bagian dari pengikut (“partai”) Iblis.
5. Diabadikan dalam Bait Qasidah Para Ulama
Kedudukan Ahlulbait sebagai bintang penunjuk, pelita hidayah, dan bahtera keselamatan sudah sangat masyhur di kalangan kaum muslimin.
Keagungan peran ini bahkan diabadikan secara indah dalam bait-bait syair oleh Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, yang menyebutkan bahwa:
- Ahlulbait Nabi yang suci adalah pengaman bagi bumi dan seisinya.
- Mereka diumpamakan seperti bintang-bintang yang bersinar terang benderang di langit.
- Mereka juga diibaratkan sebagai bahtera penyelamat; jika seseorang takut tenggelam oleh badai dan topan kehidupan yang dahsyat, satu-satunya jalan keselamatan adalah dengan berlayar menaiki bahtera Ahlulbait.
Kesimpulan
Mengenal dan mencintai Ahlulbait merupakan hal yang sangat krusial karena mereka adalah pelita petunjuk, pembimbing syariat yang utuh, serta tameng dari azab dan perselisihan umat.
Dengan mencintai, mengikuti arahan, dan menjadikan Ahlulbait sebagai rujukan dalam beragama, kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Mengapa Mengenal Ahlulbait Nabi Itu Penting? (05) – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


