Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Hari-hari terakhir kehidupan Rasulullah SAW dipenuhi dengan berbagai peristiwa menyedihkan dan tantangan berat, namun sepanjang hidupnya beliau selalu memberikan kelembutan dan yang terbaik bagi umat manusia.
Salah satu warisan berharga yang beliau tinggalkan adalah berbagai wasiat, baik yang disampaikan secara umum maupun khusus kepada para sahabat dan keluarga beliau, yang kemudian dirangkum oleh para ulama sebagai penerang jalan kehidupan.
Salah satu wasiat penting yang tidak terlalu panjang disampaikan kepada Qais bin Ashim, seorang ketua delegasi dari suku Bani Tamim. Saat mengunjungi Madinah, Qais meminta pembekalan wasiat dari Rasulullah karena mereka akan segera meninggalkan kota tersebut untuk kembali hidup di gurun pasir (sahara).
Wasiat agung yang disampaikan Rasulullah SAW kepada Qais dan rombongannya meliputi beberapa poin penting berikut:
- Hakikat Kehidupan:
Di balik kejayaan dan kemuliaan terdapat keterhinaan, di balik kehidupan ada kematian, dan di balik dunia ada akhirat. - Pertanggung jawaban Amal:
Segala sesuatu di dunia ini memiliki hitungan dan pengawasnya sendiri. Setiap kebaikan akan mendapatkan pahala, sedangkan setiap keburukan akan mendapatkan sanksi. - Pendamping di Alam Kubur:
Rasulullah mengingatkan bahwa manusia memiliki pendamping (teman) yang akan ikut dikubur bersamanya.
Saat manusia telah mati di kuburan, pendamping ini tetap hidup. Jika pendamping tersebut mulia (amal baik), ia akan memuliakan manusia tersebut; namun jika buruk, ia akan menyerahkan manusia tersebut kepada malaikat untuk diperlakukan dengan keras.
Pendamping sejati ini tidak lain adalah amal perbuatan atau pekerjaan manusia itu sendiri.
Oleh karena itu, manusia dinasihatkan untuk hanya menjadikan amal saleh sebagai temannya agar mendapatkan ketenteraman di alam kubur.
Mendengar nasihat yang sangat indah tersebut, Qais bin Ashim terinspirasi untuk menggubahnya menjadi bait-bait syair agar lebih mudah dihafal oleh orang Arab. Dengan izin Rasulullah, Qais melantunkan syair indah yang merangkum pesan tersebut, yang berisi poin-poin bahwa:
- Pendamping sejati manusia di dalam kubur adalah pekerjaannya sendiri, sehingga setiap orang harus mempersiapkan pendamping yang baik untuk hari ketika menghadap Allah.
- Seseorang tidak boleh menyibukkan diri kecuali pada hal-hal yang mendatangkan keridaan Allah.
- Manusia hanyalah seorang tamu di tengah-tengah keluarganya sendiri, yang tinggal hanya untuk sementara waktu sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka.
Gubahan syair ini dibenarkan oleh Rasulullah SAW, menunjukkan bahwa Qais telah memahami pesan beliau dengan sangat baik tanpa ada yang meleset.
Semoga kita mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari akhir, meminum air dari Telaga Kautsar, dan memasuki surga bersama bimbingan Imam Ali bin Abi Thalib serta Ahlul Bayt.

Judul video: Wasiat Agung Nabi Saw. – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


