19 October 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Sifati-sifat Ibadur Rahman (lanjutan)

Sifat Ke-9: Tidak Bersaksi Palsu & Tidak Menghadiri Majelis Kebatilan (Walladzina Laa Yashhaduna Az-Zur)

Kata yashhadun (dari kata syahida) dan az-zur dalam potongan ayat ini memiliki dua makna utama yang saling melengkapi:

  • Makna Pertama:
    Menghindari Kesaksian Palsu Ibadur Rahman adalah orang-orang yang selalu memberikan kesaksian jujur apa adanya, tanpa memandang apakah kesaksian tersebut menguntungkan atau merugikan diri mereka sendiri, teman, maupun klien mereka.
    Kejujuran ini didasarkan pada apa yang benar-benar mereka lihat dengan mata kepala atau dengar dengan telinga sendiri, bukan sekadar opini atau hasil analisis pribadi. Dalam sistem keadilan Islam, kejujuran saksi merupakan pilar yang sangat krusial.
  • Makna Kedua:
    Tidak Menghadiri Tempat/Majelis Kebatilan Az-zur juga didefinisikan sebagai kepalsuan atau kebatilan yang dikemas sedemikian rupa sehingga seolah-olah tampak sebagai kebenaran atau kebaikan.
    Ibadur Rahman tidak akan sudi menghadiri atau meramaikan majelis yang di dalamnya terdapat pelanggaran terhadap aturan Allah.

    • Contoh Majelis Kebatilan:
      Berdasarkan riwayat tafsir, majelis zur mencakup konser nyanyian (al-ghina) yang diiringi musik, majelis perzinaan, serta perkumpulan orang-orang yang alpa dan lalai dari mengingat Allah (majalisu ahlil lalui).
    • Sikap Jika Berada di Situ:
      Apabila tanpa sengaja berada di suatu acara yang ternyata di dalamnya terdapat kemaksiatan, kita berkewajiban menegur penyelenggara jika memungkinkan.
      Jika teguran tidak dihiraukan atau tidak mungkin dilakukan, kita harus segera menarik diri (pergi).
      Jika benar-benar terpaksa menetap karena alasan tertentu, maka selemah-lemahnya iman (adh’aful iman) adalah mengambil posisi sejauh mungkin dari kerumunan dan menjaga agar hati tetap menolak kebatilan tersebut.

 

Sifat Ke-10: Menghindari Hal Sia-sia dengan Sikap Terhormat (Wa Idza Marru Bil-Laghwi Marru Kirama)

Sifat ini menjelaskan bagaimana perilaku Ibadur Rahman ketika berhadapan dengan hal yang sia-sia (laghwu):

  • Definisi Laghwu:
    Segala ucapan maupun tindakan yang tidak membawa manfaat nyata menurut penilaian akal sehat, tidak mengajak kepada kebaikan, tidak menambah ilmu, bahkan berpotensi mengotori jiwa (seperti mendengar ghibah atau mengobrol kosong untuk membunuh waktu).
  • Makna Waitza Marru (Apabila Mereka Melewati):
    Kata “lewat” mengindikasikan kejadian yang tidak disengaja dan tidak direncanakan sebelumnya. Ibadur Rahman tidak pernah mengagendakan diri untuk berkumpul di tempat-tempat sia-sia.
    Saat kebetulan melewatinya, mereka tidak akan ikut campur atau nimbrung di sana.
  • Makna Marru Kirama (Melewati dengan Mulia):
    Mereka meninggalkan majelis sia-sia tersebut dengan cara yang sopan, baik, dan terhormat tanpa harus menimbulkan kegaduhan atau meninggalkan kesan buruk.
    Islam tidak mengajarkan pembubaran paksa yang memicu kekacauan, karena prinsip mencegah kemungkaran (nahi mungkar) tidak boleh dilakukan dengan cara yang melahirkan kemungkaran baru yang lebih besar.

 

Filosofi di Balik Kedua Sifat: Menjaga Harga Diri (Dignity)

Seluruh batasan perilaku di atas memiliki tujuan yang sangat fundamental dalam ajaran Islam, yaitu menjaga harga diri serta identitas:

  1. Menjaga Identitas Diri:
    Terlibat dalam majelis yang batil dan sia-sia hanya akan melumerkan identitas mulia dan menurunkan wibawa seorang mukmin.
  2. Menjaga Harga Diri Sesama:
    Larangan-larangan keras dalam Islam—seperti fitnah, riba, ghibah, dan kesaksian palsu—pada dasarnya ditujukan untuk melindungi kehormatan dan karakter manusia di tengah masyarakat.
  3. Kunci Keharmonisan Sosial:
    Hubungan sosial dapat berjalan dengan harmonis dan saling percaya karena Allah menutupi keburukan batin dan aib masing-masing manusia.
    Jika semua keburukan, aib, dan niat buruk dalam hati manusia dibuka secara transparan, maka keharmonisan tersebut akan hancur dan orang-orang akan saling menjauh.

Ibadur Rahman Integritas dan Kehormatan

 

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi

Judul video: 13 Sifat Ibadur Rahman (5) – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us