Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Klasifikasi Sifat Allah: Jamaliyah dan Jalaliyah
- Ibadah puasa merupakan manifestasi dari sifat Jamaliyah (keindahan) Allah SWT.
- Para ulama dan kaum arif (urofa) membagi sifat-sifat Allah menjadi dua kategori utama:
- Sifat Tsubutiyah (Jamaliyah):
Sifat-sifat yang menetapkan kemahaindahan dan kesempurnaan riil pada Zat Allah, seperti Al-Alim (Maha Mengetahui), Al-Qadir (Maha Kuasa), dan Al-Hayah (Maha Hidup). - Sifat Salbiyah (Jalaliyah):
Sifat-sifat yang berfungsi untuk menepis segala bentuk kekurangan, keterbatasan, atau ketergantungan Zat Allah kepada makhluk lain.
- Sifat Tsubutiyah (Jamaliyah):
- Sifat Maha Rahmat yang disandang Allah SWT termasuk dalam kategori sifat Jamaliyah yang menetapkan kemahaindahan Zat-Nya.
Hakikat “Rahmat” pada Sisi Allah vs. Makhluk
- Secara bahasa, rahmah sering diartikan sebagai keterenyuhan hati, rasa iba, atau belas kasih yang muncul saat melihat kondisi yang mengharukan, yang kemudian menggerakkan seseorang untuk memberikan bantuan.
- Definisi bahasa ini melibatkan adanya perubahan kondisi emosional pada diri subjek yang merasa iba.
Namun, konsep perubahan kondisi tersebut harus dijauhkan dari Zat Allah yang Mahasuci dari sifat-sifat baru atau kelemahan makhluk. - Bagi Allah SWT, sifat Rahmat diartikan secara langsung sebagai pemberian nikmat, anugerah, perhatian, pertolongan, dan bantuan kepada hamba-hamba-Nya yang membutuhkan tanpa adanya unsur keterenyuhan hati pada Zat-Nya.
- Hal ini ditegaskan dalam salah satu sabda Imam Ali bin Abi Thalib: “Rohimun la yushafu bir-riqqah” (Allah adalah Zat Yang Maha Rahim, namun tidak disifati dengan keterenyuhan hati).
Dua Dimensi Rahmat Allah: Rahmaniyah dan Rahimiyah
Para ulama membagi rahmat Allah menjadi dua jenis berdasarkan cakupan dan syarat penerimanya:
- Rahmat Rahmaniyah (Umum):
Rahmat yang bersifat universal dan dicurahkan kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali.
Seluruh eksistensi dan keberlangsungan alam semesta (alam wujud) bergantung sepenuhnya pada suplai rahmat ini; jika Allah menghentikannya, alam ini akan sirna. Dimensi rahmat ini digambarkan dalam surat Al-A’raf ayat 156: “dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu”. - Rahmat Rahimiyah (Khusus):
Rahmat eksklusif yang hanya diberikan kepada hamba-hamba khusus yang memenuhi syarat, seperti mereka yang senantiasa berbuat kebaikan (Ihsan) baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
Berdasarkan pemaparan dalam kajian, hal ini merujuk pada bagian akhir ayat: “Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Muhsinin)”.
Perbedaan Karakteristik Nama “Rahman” dan “Rahim”
Berdasarkan kaidah bahasa Arab, para ulama membedakan kedua nama ini sebagai berikut:
- Ar-Rahman
adalah Ismun khash bi-shifatin ‘ammah (nama yang khusus hanya bagi Allah dan tidak boleh disematkan kepada makhluk lain, namun kandungan makna rahmat di dalamnya bersifat umum untuk semua). - Ar-Rahim
adalah Ismun ‘am bi-shifatin khashshah (nama yang bersifat umum karena boleh disematkan kepada selain Allah—sebagaimana Al-Qur’an menyifati Rasulullah dengan ‘ra’ufun rahim’, namun kandungan rahmat yang berasal dari Allah dalam sifat ini bersifat khusus). - Perpaduan kedua sifat ini dalam kalimat Basmalah (Bismillahirrohmanirrohim) yang diulang sebanyak 114 kali di dalam Al-Qur’an (113 kali di awal surat dan 1 kali di dalam surat yang menceritakan surat Nabi Sulaiman AS) menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur’an adalah kitab rahmat yang membawa kedamaian, bukan kesengsaraan bagi manusia.
Hubungan Erat antara Ramadhan, Al-Qur’an, dan Rahmat Allah
- Bulan suci Ramadhan dipilih secara khusus sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an.
- Penurunan Al-Qur’an merupakan wujud perhatian luar biasa dari Allah agar manusia memiliki aturan hidup yang jelas guna meniti jalan menuju kesempurnaan serta kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat.
- Al-Qur’an bertindak sebagai tali penyambung menuju puncak kebahagiaan yang menampakkan seluruh kemahaindahan dan keagungan Allah.
Sebagaimana disabdakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, Allah bertajalli (menampakkan diri-Nya melalui keagungan dan kekuasaan-Nya) di dalam kitab suci-Nya tanpa manusia harus melihat-Nya secara fisik.

Judul video: Seri Kajian Berkah Ramadhan (3) Puasa Ramadhan Manifestasi Sifat Maha Rahmat Allah – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


