20 October 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Klasifikasi Sifat Allah: Jamaliyah dan Jalaliyah

  • Ibadah puasa merupakan manifestasi dari sifat Jamaliyah (keindahan) Allah SWT.
  • Para ulama dan kaum arif (urofa) membagi sifat-sifat Allah menjadi dua kategori utama:
    • Sifat Tsubutiyah (Jamaliyah):
      Sifat-sifat yang menetapkan kemahaindahan dan kesempurnaan riil pada Zat Allah, seperti Al-Alim (Maha Mengetahui), Al-Qadir (Maha Kuasa), dan Al-Hayah (Maha Hidup).
    • Sifat Salbiyah (Jalaliyah):
      Sifat-sifat yang berfungsi untuk menepis segala bentuk kekurangan, keterbatasan, atau ketergantungan Zat Allah kepada makhluk lain.
  • Sifat Maha Rahmat yang disandang Allah SWT termasuk dalam kategori sifat Jamaliyah yang menetapkan kemahaindahan Zat-Nya.

Hakikat “Rahmat” pada Sisi Allah vs. Makhluk

  • Secara bahasa, rahmah sering diartikan sebagai keterenyuhan hati, rasa iba, atau belas kasih yang muncul saat melihat kondisi yang mengharukan, yang kemudian menggerakkan seseorang untuk memberikan bantuan.
  • Definisi bahasa ini melibatkan adanya perubahan kondisi emosional pada diri subjek yang merasa iba.
    Namun, konsep perubahan kondisi tersebut harus dijauhkan dari Zat Allah yang Mahasuci dari sifat-sifat baru atau kelemahan makhluk.
  • Bagi Allah SWT, sifat Rahmat diartikan secara langsung sebagai pemberian nikmat, anugerah, perhatian, pertolongan, dan bantuan kepada hamba-hamba-Nya yang membutuhkan tanpa adanya unsur keterenyuhan hati pada Zat-Nya.
  • Hal ini ditegaskan dalam salah satu sabda Imam Ali bin Abi Thalib: “Rohimun la yushafu bir-riqqah” (Allah adalah Zat Yang Maha Rahim, namun tidak disifati dengan keterenyuhan hati).

Dua Dimensi Rahmat Allah: Rahmaniyah dan Rahimiyah

Para ulama membagi rahmat Allah menjadi dua jenis berdasarkan cakupan dan syarat penerimanya:

  • Rahmat Rahmaniyah (Umum):
    Rahmat yang bersifat universal dan dicurahkan kepada seluruh makhluk tanpa terkecuali.
    Seluruh eksistensi dan keberlangsungan alam semesta (alam wujud) bergantung sepenuhnya pada suplai rahmat ini; jika Allah menghentikannya, alam ini akan sirna. Dimensi rahmat ini digambarkan dalam surat Al-A’raf ayat 156: “dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu”.
  • Rahmat Rahimiyah (Khusus):
    Rahmat eksklusif yang hanya diberikan kepada hamba-hamba khusus yang memenuhi syarat, seperti mereka yang senantiasa berbuat kebaikan (Ihsan) baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
    Berdasarkan pemaparan dalam kajian, hal ini merujuk pada bagian akhir ayat: “Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Muhsinin)”.

Perbedaan Karakteristik Nama “Rahman” dan “Rahim”

Berdasarkan kaidah bahasa Arab, para ulama membedakan kedua nama ini sebagai berikut:

  • Ar-Rahman
    adalah Ismun khash bi-shifatin ‘ammah (nama yang khusus hanya bagi Allah dan tidak boleh disematkan kepada makhluk lain, namun kandungan makna rahmat di dalamnya bersifat umum untuk semua).
  • Ar-Rahim
    adalah Ismun ‘am bi-shifatin khashshah (nama yang bersifat umum karena boleh disematkan kepada selain Allah—sebagaimana Al-Qur’an menyifati Rasulullah dengan ‘ra’ufun rahim’, namun kandungan rahmat yang berasal dari Allah dalam sifat ini bersifat khusus).
  • Perpaduan kedua sifat ini dalam kalimat Basmalah (Bismillahirrohmanirrohim) yang diulang sebanyak 114 kali di dalam Al-Qur’an (113 kali di awal surat dan 1 kali di dalam surat yang menceritakan surat Nabi Sulaiman AS) menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur’an adalah kitab rahmat yang membawa kedamaian, bukan kesengsaraan bagi manusia.

Hubungan Erat antara Ramadhan, Al-Qur’an, dan Rahmat Allah

  • Bulan suci Ramadhan dipilih secara khusus sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an.
  • Penurunan Al-Qur’an merupakan wujud perhatian luar biasa dari Allah agar manusia memiliki aturan hidup yang jelas guna meniti jalan menuju kesempurnaan serta kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat.
  • Al-Qur’an bertindak sebagai tali penyambung menuju puncak kebahagiaan yang menampakkan seluruh kemahaindahan dan keagungan Allah.
    Sebagaimana disabdakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, Allah bertajalli (menampakkan diri-Nya melalui keagungan dan kekuasaan-Nya) di dalam kitab suci-Nya tanpa manusia harus melihat-Nya secara fisik.

Rahmat Allah di Bulan Ramadhan

 

Judul video: Seri Kajian Berkah Ramadhan (3) Puasa Ramadhan Manifestasi Sifat Maha Rahmat Allah – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us