Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Maqam Ketiga Ahlulbait sebagai As-Sadiqin
Kajian ini menerangkan lebih mendalam mengenai kedudukan agung Ahlulbait Nabi SAW.
Setelah sebelumnya dijelaskan bahwa Ahlulbait berkedudukan sebagai As-Sirat Al-Mustaqim (Jalan yang Lurus) dan Hablullah (Tali Allah), pembahasan kali ini berfokus pada makam ketiga mereka berdasarkan Al-Qur’an.
1. Tafsir Surah At-Taubah Ayat 119
Maqam ketiga ini bersumber dari firman Allah SWT:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah kalian selalu bersama orang-orang yang benar (As-Sadiqin).” (QS. At-Taubah: 119)
Beberapa poin penting dari ayat ini meliputi:
- Seruan Universal:
Ayat ini diawali dengan seruan “Ya ayyuhalladzina amanu”, yang merupakan sebuah penghormatan luar biasa bagi kaum mukminin tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Riwayat menyebutkan bahwa kelezatan saat diajak bicara oleh Allah SWT membuat beban perintah-Nya terasa ringan bagi hamba-Nya. - Perintah Bertakwa (Ittaqullah):
Takwa merupakan wasiat Allah dan para nabi demi keselamatan serta kebahagiaan manusia, yang diwujudkan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. - Perintah Bersama As-Sadiqin (Wakunu Ma’as Sadiqin):
Allah memerintahkan umat untuk selalu mendampingi dan bergabung bersama orang-orang yang benar agar memperoleh keberkahan, keistiqamaan, serta terhindar dari kubangan kesalahan dan pelanggaran syariat.
Sosok Shadiqin (orang-orang yang benar/jujur) di sini adalah mereka yang ucapan, keyakinan, dan perilakunya senantiasa selaras tanpa pernah menyeleweng sedikit pun dari ketentuan Allah.
2. Identifikasi As-Sadiqin dalam Riwayat Islam
Siapakah sosok As-Sadiqin yang wajib kita dampingi sepanjang hidup kita? Berbagai riwayat dari jalur Ahlussunnah maupun Syiah menegaskan hal yang sama:
- Rujukan Riwayat:
Yang dimaksud dengan As-Sadiqin dalam ayat ini adalah Ali bin Abi Thalib Alaihissalam dan para Imam suci dari keturunannya. - Kesaksian Ulama Ahlussunnah:
Tokoh-tokoh besar ahlussunnah seperti Jalaluddin as-Suyuthi, Ibnu Hajar al-Haitami, dan Al-Syaukani mengabadikan riwayat ini dalam kitab-kitab mereka.
Dalam tafsir Fathul Qadir karya Al-Syaukani dan Ad-Durr al-Mantsur karya As-Suyuthi, dinukil riwayat dari sahabat Ibnu Abbas ra. yang menegaskan bahwa As-Sadiqin adalah Ali bin Abi Thalib.
As-Suyuthi juga menukil riwayat senada dari jalur Imam Muhammad bin Ali al-Baqir as. - Penjelasan Riwayat Syiah:
Kitab Al-Kafi karya Al-Kulaini meriwayatkan dari Imam al-Baqir as. bahwa ayat tersebut merupakan perintah Allah kepada seluruh kaum muslimin untuk selalu bersama para Imam Ahlulbait.
3. Keniscayaan Keberadaan As-Sadiqin di Setiap Zaman
Secara logika tafsir, keberadaan As-Sadiqin harus selalu ada di bumi sepanjang zaman.
Jika pada suatu masa di dunia ini kosong dari sosok As-Sadiqin, maka perintah Allah untuk “selalu bersama mereka” menjadi mustahil untuk dilaksanakan.
Karena Allah tidak mungkin memberikan perintah yang mustahil dijalankan hamba-Nya, maka secara rasional para Imam suci Ahlulbait akan selalu ada untuk mengawal kehidupan umat manusia hingga akhir zaman.
4. Keluhan dan Munajat Imam Zainal Abidin as.
Dalam kitab As-Sawa’iq Al-Muhriqah, ulama Ahlussunnah Ibnu Hajar al-Haitami meriwayatkan keluhan mendalam dari Imam Ali Zainal Abidin (kakek Imam Ja’far ash-Sadiq) saat membaca ayat ini:
- Penyimpangan Umat:
Beliau mengeluhkan kondisi sebagian umat yang memilih jalan teledor terhadap perintah Allah terkait Ahlulbait, menafsirkan ayat-ayat mutasyabihat dengan akal atau opini pribadi, serta mengabaikan riwayat-riwayat Rasulullah tentang mereka. - Dampak Buruk Meninggalkan Ahlulbait:
Akibat menjauh dari tuntunan Ahlulbait, umat terjatuh dalam kesesatan, perpecahan, perselisihan, hingga saling mengkafirkan satu sama lain. - Ahlulbait sebagai Solusi Tunggal:
Imam Zainal Abidin menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat manusia tanpa hujjah (bukti kebenaran). Penyelamat dari kegelapan ini tidak lain adalah Ahlulbait—pribadi suci yang bersih dari noda dosa (maksum), padanan Al-Qur’an (Adalul Kitab), mercusuar petunjuk, dan sosok yang wajib dicintai oleh seluruh umat.
Tanpa menjadikan Ahlulbait sebagai panutan dan selalu bersama mereka, umat manusia akan terus hidup dalam kesesatan dan kegelapan spiritual.

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Mengapa Mengenal Ahlulbait Itu Penting? (03) – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


