6 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Hikmah di Bulan Ramadan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, kita berjumpa lagi dalam episode Prophetic Wisdom di kanal Ngopi TV edisi bulan suci Ramadan.
Ramadan adalah “musim semi” Al-Qur’an, di mana kita diajak mengambil hikmah dari perumpamaan dan kisah para nabi alaihimus shalatu wassalam yang diabadikan dalam kitab suci tersebut.
Ada nabi yang kisahnya disebutkan dalam banyak ayat, ada yang hanya dalam beberapa ayat, dan ada pula yang diceritakan secara rinci sejak kelahirannya.

Keistimewaan Nabi Ibrahim AS

Kali ini, kita akan mengambil pembelajaran dari kisah Nabi Ibrahim AS, salah satu nabi Ulul Azmi.
Baginda Nabi Muhammad SAW menyebut Nabi Ibrahim sebagai ayah dan junjungan kita semua (Sayyidul Anam), sementara dalam riwayat lain, Nabi Ibrahim adalah Sayyidul Anam dan Rasulullah adalah Sayyidul Ambiya’i wal Mursalin.
Nama Nabi Ibrahim sendiri disebutkan tidak kurang dari 63 ayat dalam Al-Qur’an.

Mencari Perspektif Baru dalam Kisah Nabi Ibrahim

Meskipun kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah yang paling sering kita pelajari, episode ini ingin mengajak kita melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Kita akan mempertanyakan hal-hal yang selama ini mungkin langsung kita terima begitu saja agar timbul pemaknaan yang lebih dalam.

Kisah ini bermula saat Nabi Ibrahim merasa gelisah melihat kaumnya yang menyembah berhala.
Suatu ketika, penduduk kota hendak merayakan sebuah festival besar di luar kota. Mereka mengajak Nabi Ibrahim untuk ikut, namun beliau memilih untuk tetap tinggal di kota dengan tujuan menghancurkan berhala-berhala di tempat penyembahan mereka.
Beliau menyisakan satu berhala besar dan menggantungkan kapak di lehernya.

Pertanyaan Pertama: Apakah Nabi Ibrahim Berdusta tentang Kondisinya?

Saat menolak ajakan kaumnya untuk ikut festival, Nabi Ibrahim memberikan alasan yang tercatat dalam Surah As-Saffat ayat 89: “Fa qaala inni saqiim” (Maka ia berkata: Sesungguhnya aku sakit).

Pertanyaannya, apakah Nabi Ibrahim betul-betul sakit? Jika tidak, apakah ini berarti seorang nabi boleh berdusta?.
Al-Qur’an menggunakan bahasa yang sangat indah agar kita tidak terburu-buru menghakimi.

  • Biasanya, Al-Qur’an menggunakan kata “Maridh” untuk menggambarkan sakit fisik atau lahiriah (seperti dalam ayat “Wa idza maridhtu fahuwa yasyfiin”—dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku).
  • Namun, untuk Nabi Ibrahim, digunakan kata ***”Saqim“***. Kata ini bisa merujuk pada sakit yang lebih luas, yaitu sakit batin atau kegelisahan mendalam melihat perilaku umatnya yang menyembah berhala.
    Jadi, saat berkata “aku sakit”, beliau tidak merujuk pada sakit fisik, melainkan rasa tidak nyaman dan gelisah menyaksikan kondisi kesyirikan di sekitarnya.

Pertanyaan Kedua: Siapa yang Menghancurkan Berhala?

Setelah berhala-berhala itu hancur, Nabi Ibrahim dipanggil oleh raja dan ditanya siapa pelakunya.
Beliau menjawab bahwa yang menghancurkannya adalah berhala yang paling besar itu.

Di sini muncul pertanyaan kedua: Apakah dengan menisbatkan perbuatan itu kepada berhala besar, Nabi Ibrahim bisa disebut berdusta atau bahkan melakukan fitnah terhadap yang tidak bersalah?.
Seringkali kita menyebut ini sebagai kecerdasan Nabi Ibrahim untuk menunjukkan bahwa berhala tersebut sebenarnya tidak berdaya, bahkan untuk membela dirinya sendiri.
Namun, apakah tindakan ini tetap bisa dianggap sebagai ketidakbenaran secara harfiah?.

Penutup

Apakah ini artinya kita boleh menggunakan “trik” serupa dalam berdakwah? Padahal, bukankah dakwah harus dilakukan dengan jalan yang sebaik-baiknya?.
Pembahasan mengenai apakah tindakan Nabi Ibrahim ini tergolong dusta atau sebuah strategi dakwah yang cerdas akan dilanjutkan pada episode mendatang.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hikmah Kisah Nabi Ibrahim AS

Bersama KH Miftah F. Rakhmat

Judul video: Apakah Nabi Ibrahim AS. Berdusta? | Ustadz Miftah | #3 The Prophetic Wisdom Bulan Suci Ramadhan – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us