6 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi guru-guru kita, orang tua kita, dan keluarga kita.

Alhamdulillah, kita berjumpa kembali dalam program “The Perfect Wisdom” edisi bulan suci Ramadhan di Ngopi TV. Mari kita awali pertemuan ini dengan mendoakan saudara-saudara kita yang sedang sakit agar segera dikaruniakan kesembuhan, serta mendoakan mereka yang telah mendahului kita agar mendapatkan rahmat dan ampunan yang luas dari Allah SWT.

Pertanyaan Seputar Kisah Nabi Adam AS

Kita masih melanjutkan perbincangan mengenai keteladanan para nabi, dan kali ini kita fokus pada kisah Nabi Adam AS.
Ada bagian dari kisah beliau yang sering menjadi pertanyaan, yaitu mengenai apa yang sering disebut sebagai “dosa warisan”.

Sering muncul pertanyaan, terutama dari anak-anak sekolah: “Jika Nabi Adam tidak diturunkan ke bumi, apakah kita semua sekarang masih berada di surga?”.
Seolah-olah kehadiran kita di dunia ini adalah akibat dari sebuah “kesalahan”.
Muncul pula pertanyaan teologis yang mendasar: “Apakah seorang nabi bisa berdosa?” dan jika para nabi itu terjaga dari dosa, mengapa Al-Qur’an mengisahkan Nabi Adam bertaubat setelah memakan buah khuldi?.

Memahami Definisi Dosa dan Tingkatan Perintah

Untuk menjawab hal ini, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu dosa. Secara umum, dosa dikaitkan dengan pelanggaran terhadap suatu larangan atau pengabaian terhadap suatu perintah.
Namun, kita perlu melihat konteks perintah tersebut. Dalam ilmu agama, tingkatan perintah (Amr) terbagi menjadi beberapa bagian:

  1. Amr Ta’dibi (Perintah yang Bersifat Mendidik):
    Perintah ini ditujukan untuk mendidik dan membimbing menuju kesempurnaan.
    Pelanggaran dalam tatanan ini bukanlah dosa syariat, melainkan ketidakpatuhan terhadap arahan pendidikan yang memiliki konsekuensi alami.

    • Analogi: Seorang polisi memberi tahu anak-anak agar menoleh ke kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan.
      Jika anak tersebut tidak menoleh dan tertabrak, ia tidak berdosa secara hukum syariat, namun ia menanggung konsekuensi atau akibat dari tindakannya.
      Demikian pula saat Nabi Adam mendekati pohon terlarang; konsekuensinya adalah diturunkan ke bumi.
  2. Amr Tasyri’i (Perintah yang Bersifat Syariat):
    Ini adalah perintah Allah yang diturunkan melalui para nabi untuk umatnya. Dalam konteks ini, para nabi adalah Hujjah (argumentasi/bukti) Tuhan di muka bumi.
    Oleh karena itu, para nabi harus memiliki ketaatan yang sempurna. Inilah yang disebut dengan ‘Ismatul Anbiya’, yaitu keterjagaan para nabi dari perbuatan dosa.
    Jika nabi berbuat dosa, maka umat akan memiliki alasan (hujjah) untuk tidak patuh kepada Tuhan.

Konsep Tarkul Aula: “Dosa” Para Nabi

Lalu, bagaimana kita memahami “taubat” atau “kesalahan” para nabi? Para ulama menyebutnya sebagai Tarkul Aula, yang berarti “meninggalkan yang lebih utama”.

Bagi orang-orang shaleh dan para nabi, jika ada dua pilihan perbuatan baik, dan mereka memilih yang “baik” namun meninggalkan yang “lebih baik” (lebih utama), maka hal itu dianggap sebagai kekurangan atau dalam tanda petik disebut “dosa” bagi tingkatan mereka.

Sebagaimana kaidah kaum Sufi mengatakan: “Hasanatul Abror, Sayyi’atul Muqorrobin” (Kebaikan orang-orang yang berbakti bisa dianggap sebagai ‘keburukan’ bagi mereka yang sudah sangat dekat dengan Allah).
Jadi, Nabi Adam tidak melakukan dosa maksiat sebagaimana manusia biasa, melainkan memilih jalan yang tidak lebih utama dari pilihan yang tersedia.

Pesan untuk Kehidupan Sehari-hari

Dari kisah ini, ada dua hal yang bisa kita petik untuk kehidupan sehari-hari:

  • Banyak perintah Tuhan yang sebenarnya bertujuan untuk mendidik ruh kita menuju kesempurnaan, bukan sekadar beban hukum.
  • Kita harus senantiasa mengkaji dan menggali untuk mengetahui mana yang baik, dan mana yang lebih baik/lebih utama di mata Allah SWT.

Semoga di bulan Ramadhan ini, kita bisa mendidik diri untuk taat bukan hanya karena kewajiban syariat, tetapi karena keinginan untuk menumbuhkan ruh kita menuju kesempurnaan. Selamat menjalankan ibadah di bulan suci bersama keluarga dalam keberkahan dan saling mendoakan.

Memahami Kesucian Nabi Adam AS

 

Judul video: Misteri ‘Dosa’ Warisan Nabi Adam AS. | Ustadz Miftah | #2 The Prophetic Wisdom Bulan Suci Ramadhan – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us