6 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Seri Prophetic Wisdom

Seri ini diberi judul “Prophetic Wisdom” yang dihadirkan khusus untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Pembahasan ini berlandaskan pada ayat suci Al-Qur’an, di antaranya Surat Az-Zumar ayat 27 dan Surat Ar-Rum ayat 58, di mana Allah SWT berfirman bahwa Dia telah memberikan segala macam perumpamaan bagi manusia di dalam Al-Qur’an.

Makna Perumpamaan dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an menekankan bahwa perumpamaan-perumpamaan (matsal) ini tidak hanya diberikan satu kali, tetapi diulang-ulang (sorrofna), sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Isra ayat 89 dan Surat Al-Kahfi ayat 54.
Di bulan Ramadhan, yang merupakan “musim semi” Al-Qur’an, umat Islam didorong untuk mengkaji lebih dalam kisah-kisah para nabi yang terkandung di dalamnya.
Kisah-kisah tersebut hadir bukan sekadar untuk menunjukkan kemahakuasaan Allah, tetapi juga untuk digali hikmah dan makna mendalam di balik setiap peristiwa.

Kisah Nabi Adam AS dan Pohon Terlarang

Sebagai contoh pertama, kajian ini menyoroti kisah Nabi Adam AS. Allah menempatkan Nabi Adam dan Siti Hawa di surga dengan segala kenikmatannya, namun memberikan satu larangan: “Jangan dekati pohon yang satu ini”.
Banyak yang memahami pohon ini secara fisik sebagai Syajaratul Khuld (Pohon Keabadian), namun muncul pertanyaan apakah hal tersebut merupakan objek nyata atau sebuah perumpamaan (matsal).
Di dunia Barat, terdapat analogi “Adam’s Apple” (jakun) yang dikaitkan dengan buah tersebut, namun intinya adalah pelanggaran terhadap larangan tersebut menyebabkan Nabi Adam diturunkan ke bumi.

Hikmah Diturunkannya Manusia ke Bumi

Terdapat sebuah pertanyaan kritis: “Mengapa Nabi Adam diturunkan ke bumi? Jika tidak, bukankah kita semua akan tetap berada di surga?”.
Hikmah dari peristiwa ini dapat dianalogikan dengan momen berbuka puasa.
Kenikmatan berbuka terasa begitu istimewa justru karena kita telah menempuh perjalanan lapar dan dahaga selama seharian penuh.

Begitu pula dengan kenikmatan surgawi; ia akan lebih diapresiasi dan dirasakan nilainya setelah manusia menempuh perjalanan panjang di dunia untuk menuju ke sana. Sebagaimana seekor ikan yang baru bisa menghargai nilai air setelah ia sempat berada di luar air, manusia belajar menghargai surga melalui pengalaman hidup di bumi.
Pembahasan mengenai makna “pohon” ini akan berlanjut pada kesempatan berikutnya.

Hikmah Kisah Para Nabi

 

Judul video: Ada Apa Dengan Kisah Para Nabi? | Ustadz Miftah [1] – Watch on Youtube

Yuk Subscribe NGOPI TV:
Subscribe Channel NGOPI TV

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us