Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mendidik anak-anak di atas tiga pondasi utama, yaitu mencintai nabi, mencintai Ahlulbait nabi, dan membaca Al-Qur’an.
Pendidikan yang dibangun di atas ketiga perkara ini akan membantu anak-anak mengenali kewajiban mereka serta mengantarkan mereka pada kesuksesan karena selalu terhubung dengan sumber kejayaan, yaitu Nabi Muhammad SAW, keluarga sucinya, serta Al-Qur’an.
Mencintai Ahlulbait merupakan kelanjutan dari cinta kepada Rasulullah SAW, di mana Ahlulbait sendiri berkedudukan sebagai padanan dari Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang dikaruniai Allah pengenalan (makrifat) dan wilayah (pengakuan kedudukan/kepemimpinan) terhadap Ahlulbait, maka sesungguhnya Allah telah mengumpulkan seluruh kebaikan untuknya.
Kebaikan mutlak tersebut berupa petunjuk jalan yang menyambungkan manusia kepada Allah SWT.
Pengenalan sejati terhadap Ahlulbait tidak sekadar mengetahui nama, tanggal lahir, atau tanggal wafat mereka.
Pengenalan yang dimaksud adalah mengenali maqam (kedudukan) istimewa mereka di sisi Allah serta kedudukan yang telah Allah tetapkan bagi mereka di tengah umat manusia sebagai pemandu menuju jalan hidayah.
Berdasarkan riwayat-riwayat dari Rasulullah SAW, makrifat kepada keluarga suci nabi membawa keutamaan yang sangat besar, yaitu:
- Keselamatan dari api neraka:
Makrifatul Ali Muhammadin baroatun minannar (mengenal keluarga Muhammad yang suci adalah kebebasan dari api neraka). - Surat jalan di atas Shirath:
Wa hubbu Ali Muhammadin jawazun ‘alas-shirath (mencintai keluarga Muhammad adalah surat jalan yang melancarkan seorang hamba menuju surga). - Keamanan dari siksa Allah:
Wal wilayah tu li Ali Muhammadin amanun minal ‘adzab (berwilayah dan mengikuti tuntunan mereka adalah jaminan keamanan dari azab Allah).
Oleh karena itu, mengenali dan berjalan di bawah bimbingan para imam dari keluarga suci nabi merupakan suatu tanggung jawab dan kewajiban dalam kehidupan beragama.
Hal ini berkaitan erat dengan pencapaian Makrifatullah (mengenal Allah). Imam Al-Husein AS menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia agar manusia mengenal-Nya, sebab penyembahan dan penghambaan yang sejati kepada Allah harus didasari oleh makrifat kepada-Nya.
Saat ditanya mengenai arti sejati dari mengenal Allah, Imam Al-Husein AS menegaskan bahwa Makrifatullah dicapai dengan mengenal Imam di zamannya yang wajib mereka taati.
Ketaatan kepada Allah harus dibangun melalui ketaatan kepada nabi, dan ketaatan kepada nabi diwujudkan dengan menaati pribadi-pribadi suci (Ahlulbait) yang telah Allah jadikan sebagai jalan penghubung menuju Rasulullah dan Allah SWT.
Dengan demikian, mengenal Ahlulbait adalah jaminan bagi manusia untuk bisa mengenal Rasulullah, mengenal Allah, dan pada akhirnya dapat beribadah sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Mengapa Mengenal Ahlulbait Nabi Itu Penting? (01/Pengantar) – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


