Mati Di Atas Sunnah wal Jama’ah
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Latar Belakang Riwayat Lintas Mazhab
Riwayat legendaris ini bersumber dari catatan Az-Zamakhsyari dalam tafsirnya, Al-Kasysyaf.
Beliau menyampaikan riwayat ini secara langsung tanpa menyertakan sanadnya (arsalnahu irsalal musallah) karena bagi beliau keshahihan riwayat ini sudah tidak diragukan lagi.
Kedudukan riwayat ini sangat kuat karena bersifat lintas mazhab; selain ditulis oleh Az-Zamakhsyari (tokoh aliran Mu’tazilah), riwayat ini juga dinukil oleh Al-Qurtubi dalam tafsirnya serta Fakhruddin Ar-Razi (salah satu tokoh aliran Asy’ariah) dalam tafsirnya.
Tidak ada satu pun catatan dari para ulama besar tersebut yang melemahkan atau memberatkan riwayat ini.
Keutamaan Wafat dalam Keadaan Mencintai Keluarga Muhammad (Al Muhammad)
Bagi siapa saja yang mengembuskan napas terakhirnya dengan rasa cinta kepada keluarga Nabi Muhammad saw., riwayat ini menjanjikan kemuliaan yang sangat besar:
- Mati Syahid & Diampuni Dosanya:
Ia wafat dalam keadaan mati syahid, serta seluruh dosanya diampuni oleh Allah SWT. - Taubatnya Diterima:
Ia wafat dalam keadaan telah bertaubat, dan taubatnya tersebut diterima secara sempurna. - Sempurna Keimanannya:
Ia wafat sebagai seorang mukmin dengan kualitas keimanan yang sempurna. - Mendapat Kabar Gembira tentang Surga:
Di detik-detik terakhir menjelang kematiannya, Malaikat Maut akan menyampaikan kabar gembira mengenai surga kepadanya. Kabar gembira serupa juga akan disampaikan oleh malaikat Munkar dan Nakir ketika ia dimasukkan ke dalam liang kubur. - Kemuliaan di Alam Kubur:
Di alam kuburnya akan dibukakan dua pintu yang menghubungkannya langsung ke surga. Selain itu, Allah SWT akan menjadikan kuburnya sebagai tempat yang selalu dikunjungi oleh para malaikat pembawa rahmat. - Wafat di Atas Sunnah:
Ia mati di atas sunnah dan di atas jamaah kaum mukminin (Sunnah wal Jama’ah).
Konsekuensi Wafat dalam Keadaan Membenci Keluarga Muhammad
Sebaliknya, riwayat ini memberikan peringatan yang sangat keras bagi siapa saja yang mati dengan menyimpan kebencian terhadap keluarga Nabi Muhammad saw.:
- Terputus dari Rahmat Allah:
Pada hari kiamat, ia akan dibangkitkan dengan tulisan di dahinya (di antara kedua matanya) yang menyatakan bahwa ia adalah orang yang telah terputus dan berputus asa dari rahmat Allah. - Mati Kafir:
Ia dihukum mati dalam keadaan kafir. - Tidak Mencium Wangi Surga:
Ia tidak akan pernah mencium bau harum surga. Sebagai gambaran betapa jauhnya ia dari surga, riwayat lain menyebutkan bahwa keharuman surga sebenarnya sudah dapat tercium bahkan dari jarak 500.000 tahun perjalanan di akhirat.

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Mati Di Atas Sunnah wal Jama’ah – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:

Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Faisal Assegaf: "Pro Palestina aja gak cukup, tapi harus juga Anti Zi0n!s, seperti Iran".
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN






