15 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Peringatan milad (hari kelahiran) manusia agung seperti Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. memiliki makna yang sangat besar..
Pertemuan untuk memperingati hari lahir ini bukan sekadar perkumpulan atau perayaan biasa, melainkan momen berharga untuk mengambil pelajaran hidup yang besar dan mendalam.
Kelahiran Imam Ali as. menjadi peristiwa agung yang diabadikan oleh para ulama dari berbagai madzhab karena prosesnya yang sangat unik dan berbeda dari manusia agung lainnya.

Latar Belakang Ketauhidan Keluarga

Peristiwa bersejarah ini terjadi sekitar 10 tahun sebelum kerasulan Nabi Muhammad SAW. Saat itu, ibu Imam Ali, yaitu Fathimah bintu Assad, sedang mengandung sembilan bulan dan melakukan thawaf di sekitar Ka’bah.

Berbeda dengan suku-suku Arab jahiliyah kala itu yang melakukan thawaf untuk menyembah berhala-berhala (seperti Lata, Uzza, Manat, serta Isaf dan Naila di bukit Shofa dan Marwah), Fathimah bintu Assad dan suaminya, Abu Thalib, konsisten memegang teguh ajaran tauhid murni peninggalan Nabi Ibrahim (Al-Hanifiyyah).
Keluarga besar Bani Hasyim, termasuk kakek Rasulullah, Abdul Muthalib, tetap menjaga kesucian tauhid ini di tengah kemusyrikan yang merebak di sekitar mereka.

Detik-detik Kelahiran dan Doa di Ka’bah

Saat sedang thawaf, Fathimah tiba-tiba merasakan kontraksi hebat yang menandakan bayinya akan segera lahir.
Dalam kepanikannya, ia berhenti di salah satu sudut Ka’bah yang mengarah ke Yaman, yang dikenal sebagai Ruknul Yamani atau Al-Mustajab (tempat memohon perlindungan kepada Allah).

Sembari berpegangan di sana, ia mengangkat tangan dan berdoa dengan penuh ketulusan kepada Allah. Fathimah menyatakan dirinya sebagai seorang mukminah yang mengesakan Allah, mempercayai kerasulan kakeknya (Nabi Ibrahim), dan memohon bantuan-Nya.
Ia kemudian bertawassul demi kemuliaan Nabi Ibrahim serta keagungan janin di dalam kandungannya agar proses persalinannya dimudahkan.

Mukjizat Terbelahnya Ka’bah

Secara tidak terduga, doa tulus tersebut langsung dijawab dengan mukjizat luar biasa yang disaksikan oleh beberapa orang yang sedang duduk di dekat Ka’bah, termasuk paman Rasulullah,
Al-Abbas bin Abdul Muthalib. Tembok Ka’bah tiba-tiba terbelah, memberikan jalan bagi Fathimah bintu Assad untuk melangkah masuk ke dalam bangunan suci tersebut.
Setelah ia berada di dalam, dinding Ka’bah merapat kembali dengan sangat rapi.

Pintu Ka’bah yang Terkunci Rapat

Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut sangat terkejut dan panik karena mengira Fathimah dalam bahaya ditelan oleh Ka’bah. Mereka segera menemui Abu Thalib dan mendatangkan juru kunci dari suku Bani Syaibah untuk membuka pintu Ka’bah dengan anak kunci.

Anehnya, meskipun kunci dan pintunya dalam keadaan baik, pintu Ka’bah tetap tidak bisa dibuka walau telah diupayakan sedemikian rupa.
Menyadari adanya kehendak dan takdir Ilahi di balik keanehan ini, Abu Thalib meminta semua orang untuk menghentikan upaya membuka paksa pintu tersebut dan berserah diri menunggu takdir berikutnya.

Kronologi Kelahiran Imam Ali as

 

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi

 

Judul video: Mengapa Kita Harus Memperingati Milad Imam Ali as. ? – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us