Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Di dalam kitab Al-Mawahib al-Ladunniyahjilid ke-4,karya Imam Al-Qasthalani (salah satu ulama Ahlussunnah), yang diterbitkan oleh Al-Maktab Al-Islami cetakan kedua, tahun 2004 halaman 585 sampai 586, Imam Al-Qasthalani berkata:
Diriwayatkan dari Sulaiman bin Salim, dari apa yang telah disebutkan oleh Al-Qadhi Iyad di dalam kitab As-Syifa, ia berkata:
“Aku pernah melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam di dalam mimpi, lalu aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, mereka yang mendatangi-Mu dan mengucapkan salam atas-Mu, apakah Engkau mengetahui salam mereka?’ Beliau menjawab: ‘Ya, dan aku membalasnya (membalas salam mereka).'”
Imam Al-Qasthalani kemudian melanjutkan penjelasannya bahwa tidak diragukan lagi bahwa kehidupan para nabi itu tetap ada, nyata diketahui, dan berlangsung secara berkesinambungan setelah mereka wafat.
Sementara itu, nabi kita (Rasulullah SAW) adalah nabi yang paling utama di antara mereka semua.
Dengan demikian, kehidupan beliau setelah wafat tentu jauh lebih sempurna dan lebih lengkap dibandingkan kehidupan nabi-nabi yang lain.
Kesimpulan dan Hikmah Pelajaran:
Dari pernyataan kedua ulama besar ini, dapat diambil kesimpulan mengenai dibolehkannya bertawasul, yaitu menjadikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sebagai perantara kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam doa-doa kita.
Kehidupan ruhani beliau yang terus berlangsung membuat kondisi setelah wafatnya beliau secara fisik memiliki kedudukan yang sama seperti saat beliau masih hidup di dunia.
Hanya orang-orang yang tidak mengenal keutamaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam saja yang selalu melarang tindakan bertawasul kepada beliau.

Judul video: Hidupnya Rasulullah saw Tetap Berlangsung – Watch on Youtube


