Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab, karya An-Nawawi, jilid 5 halaman 294:
قال النووي: واجمع المسلمون علي أن الصدقة عن الميت تنفعه وتصله.

An-Nawawi berkata: kaum muslimin sepakat bahwa sedekah atas nama mayit akan bermanfaat bagi mayit tersebut dan sampai kepadanya.

Syarah Shohih Muslim, karya An-Nawawi, jilid 4 halaman 76:
قال النووي: وَفِي هَذَا الْحَدِيث : أَنَّ الصَّدَقَة عَنْ الْمَيِّت تَنْفَع الْمَيِّت وَيُصَلِّهِ ثَوَابهَا، وَهُوَ كَذَلِكَ بِإِجْمَاعِ الْعُلَمَاء ، وَكَذَا أَجْمَعُوا عَلَى وُصُول الدُّعَاء وَقَضَاء الدَّين بِالنُّصُوصِ الْوَارِدَة فِي الْجَمِيع….

An-Nawawi berkata: didapati dari kandungan hadis ini bahwa sedekah atas nama mayit, akan bermanfaat untuk mayit tersebut dan akan sampai kepadanya pahalanya, menurut kesepakatan ulama. Mereka juga sepakat sampainya doa dan pelunasan hutang dengan nash-nash riwayat yang tertera di sekumpulan kitab…

At-Tamhid karya Ibn Abdil Bar, jilid 8 halaman 441*:
قال ابن عبد البر: فأما الصدقة عن الميت فمجتمع على جوازها لا خلاف بين العلماء فيها وكذلك العتق عن الميت جائز بإجماع أيضا….

Ibn Abdil Bar berkata: Adapun sedekah atas nama mayit, telah disepakati akan kebolehannya, tidak ada pertentangan antara para ulama mengenainya. Begitu pula dengan pembebasan budak (yaitu atas nama mayit), diperbolehkan sesuai kesepakatan ulama juga…

Dari pernyataan para ulama ini kita dapati bahwa hukum bersedekah mengatasnamakan mayit, seperti kita niatkan sekedah atas nama ayah atau atas nama teman baik atau siapapun, akan bermanfaat bagi mayit yang diniati menurut kesepakatan ulama dan banyaknya riwayat-riwayat yang menyatakan akan hal ini.