19 October 2026

Kitab Shohih Al Jami Ash Shogir, disusun Al-Albani ulama wahabi, Jilid 2 halaman 785 Hadis Nomor 4628, Terbitan Al-Maktab Al-Islami, Cetakan Ketiga Tahun 1988M/1408H:

( صحيح ) عن كثير بن مرة الحضرمي مرسلا (يغفر في ليلة النصف من شعبان الله لأهل الأرض إلا لمشرك أو مشاحن )

Rasulullah saw bersabda: “Pada malam nisfu Sya’ban Allah swt akan mengampuni dosa-dosa para penghuni bumi kecuali orang musyrik dan yang bermusuhan”.
Al-albani mengomentari hadis ini dengan mengatakan: “Sohih”

Riwayat ini menunjukkan kepada kita tentang keutamaan malam nisyfu sya’ban dan menghidupkannya, karena Rasul saw mengatakan bahwa pada malam tersebut Allah swt akan mengampuni dosa-dosa penghuni bumi.
Karena itu jika menghidupkan malam tersebut dikatakan amalan yang bid’ah lantas bagaimana caranya kita dapat memperoleh ampunan Allah itu?

Karena Allah swt berfirman dalam Qs.3:135

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dalam ayat ini dikatakan “fastaghfaru li zunubihim” mereka meminta ampun dari dosa-dosa mereka, sehingga permintaan ampun dari dosa-dosa tersebut harus dimulai dari hamba-Nya yang mana nantinya Allah akan memberi ampunan.
Disinilah alasan mengapa muslimin menghidupkannya dengan amal ibadah seperti doa, dzikir dan sholat. Artinya ibadah apapun yang kita lakukan di malam nisfu syaban demi meraih ampunan Allah swt bukanlah amalan yang bid’ah. Bahkan Imam syafiin dalam kitabnya

Maushu’ah al-Umm, karya Imam As-Syafi’i, Jilid 1 hal 395 terbitan al-Maktabah al-Taufiqiyah:

قال الشافعي : وبلغنا أنه كان يقال : إن الدعاء يستجاب في خمس ليال : في ليلة الجمعة وليلة الأضحى وليلة الفطر وأول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان أخبرنا الربيع قال : أخبرنا الشافعي قال : أخبرنا إبراهيم بن محمد قال : رأيت مشيخة من خيار أهل المدينة يظهرون على مسجد النبي صلى الله عليه و سلم ليلة العيد فيدعون ويذكرون الله حتى تمضي ساعة من الليلة وبلغنا أن ابن عمر كان يحيي ليلة جمع وليلة جمع هي ليلة العيد لأن صبيحتها النحر قال الشافعي : وأنا أستحب كل ما حكيت في هذه الليالي من غير أن يكون فرضا.

Imam As-Syafii berkata: “Telah sampai kepada kami bahwa sesungguhnya doa di lima malam akan dikabulkan yaitu pada malam jum’at, idul adha, idul fitri, malam pertama bulan rajab dan MALAM PERTENGAHAN NISFU SYA’BAN… dan aku memandang baik apa-apa yang diceritakan tentang malam-malam ini tanpa menjadikannya wajib”.

Disini imam Syafii menegaskan bahwa berdoa di malam nisfu sya’ban merupakan malam dikabulkannya doa, karena itu muslimin menghidupkan malam tersebut dengan memperbanyak doa.

Sehingga ketika ada kelompok yang mengatakan bahwa menghidupkan malam nisfu sya’ban adalah bid’ah berarti mereka secara tidak langsung telah mengatakan imam syafii melakukan bid’ah atau mungkin mereka lebih alim dari imam syafi’i.

tags: dalil nisfu syaban

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us