2 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Pada hari kesepuluh bulan suci Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus agar kita memohon tiga perkara penting kepada Allah SWT: dijadikan bagian dari golongan orang yang bertawakal, golongan yang beruntung (al-faizin), dan golongan yang didekatkan di sisi-Nya (al-muqorrobin).

 

1. Menjadi Golongan Orang yang Bertawakal (Al-Mutawakkilin)

Permohonan pertama ini bertujuan agar kita dimasukkan ke dalam kelompok hamba yang dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya (QS. Ali Imran: 159).
…….. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal (59).

Makna dan Hakikat Tawakal:

    • Tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah SWT yang disertai keyakinan penuh bahwa pengaturan-Nya jauh lebih baik daripada apa yang kita anggap baik dalam pikiran kita.
      Orang yang bertawakal yakin bahwa tidak ada satu pun kejadian di alam semesta ini yang terjadi tanpa izin dan restu Allah.
    • Sikap ini membuat seorang mukmin selalu berada dalam kondisi yang baik: ia akan bersabar saat ditimpa musibah (sehingga mendapatkan pahala berlipat ganda), serta bersyukur saat mendapatkan kesenangan (sehingga kebaikannya terus ditambah oleh Allah).
    • Berdasarkan dialog antara Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril AS, hakikat tawakal adalah keyakinan bahwa makhluk (siapa pun dan apa pun) tidak dapat memberikan mudharat, manfaat, memberi, ataupun mencegah sesuatu kecuali dengan izin dan kekuatan dari Allah.
      Keyakinan ini melahirkan keputusasaan untuk berharap kepada makhluk, sehingga seluruh pengharapan murni dialihkan hanya kepada Allah SWT.
      Dampaknya, seorang hamba hanya akan berbuat murni karena Allah, tidak merasa takut, dan tidak menginginkan sesuatu dari siapa pun selain-Nya.

Salah Kaprah tentang Tawakal (Bukan Berarti Malas):

Tawakal sama sekali tidak berarti bermalas-malasan, mengabaikan usaha, atau tidak membuat perencanaan hidup.
Segala ikhtiar harus tetap diiringi dengan keyakinan bahwa Allah yang melancarkan semua usaha tersebut.
Video ini memaparkan dua riwayat penting untuk meluruskan pemahaman keliru tentang tawakal:

    1. Kisah Kaum Petani yang Malas:
      Rasulullah SAW pernah menegur sekelompok petani yang bermalas-malasan dan membiarkan kebun mereka tidak terawat dengan dalih “pasrah dan bertawakal” kepada Allah.
      Rasulullah SAW menyanggah mereka dan menegaskan bahwa mereka bukanlah orang yang bertawakal (mutawakkil), melainkan orang malas (mutakil) yang lari dari tanggung jawab dan pekerjaannya.
    2. Kisah Sahabat yang Berhenti Bekerja:
      Ketika turun ayat mengenai jaminan jalan keluar dan rezeki bagi orang yang bertakwa, sebagian sahabat salah memahaminya.
      Mereka menutup pintu rumah dan berhenti bekerja di pasar maupun kebun untuk fokus beribadah sepenuhnya karena merasa kebutuhan hidup mereka sudah dijamin.
      Rasulullah SAW kemudian memanggil mereka dan memperingatkan bahwa siapa pun yang menghentikan usahanya seperti itu, doanya tidak akan dikabulkan dan ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT.
      Beliau menegaskan bahwa mereka wajib tetap bekerja mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup.

2. Menjadi Golongan Orang yang Beruntung (Al-Faizin)

Permohonan kedua adalah agar kita dijadikan bagian dari orang-orang yang beruntung.

  • Berdasarkan ayat Al-Quran yang dikutip dalam video, keberuntungan yang sejati (faqad faza) adalah ketika seseorang dijauhkan dari siksa api neraka dan diperkenankan memasuki surga Allah SWT.
  • Sementara itu, kehidupan di dunia ini ditegaskan hanyalah kesenangan atau perhiasan yang menipu dan memperdaya manusia.

 

3. Menjadi Golongan Orang yang Didekatkan di Sisi Allah (Al-Muqorrobin)

Permohonan ketiga adalah didekatkan di sisi Allah SWT.

  • Golongan yang dekat dengan Allah (muqorrobun) adalah mereka yang termasuk dalam kelompok As-Sabiqun.
  • As-Sabiqun adalah orang-orang yang senantiasa bergegas dan cepat-cepat dalam melakukan kebaikan serta ketaatan kepada Allah SWT semasa hidup di dunia.
  • Karena mereka selalu bersegera dalam ketaatan, mereka akan menjadi orang-orang pertama yang mendapatkan balasan serta pahala, dan ditempatkan di tempat terdekat di dalam surga kenikmatan.

Secara keseluruhan, doa hari ke-10 Ramadhan ini merangkum harapan agar kita dianugerahi sikap tawakal yang benar di dunia (tetap giat bekerja namun berserah diri penuh kepada Allah), diselamatkan di akhirat sebagai orang yang beruntung, serta didekatkan di sisi Allah SWT sebagai hamba yang bersegera dalam kebaikan.

 

Renungan Doa Hari Ke 10 Ramadhan

Judul video: Renungan Doa Hari Ke 10 Ramadhan – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us