4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

1. Sosok Mulia Imam Ali bin Musa ar-Ridha

  • Imam ke-8 Syiah Imamiyah:
    Beliau adalah pribadi yang sangat mulia dan diagungkan oleh para tokoh kaum muslimin dari berbagai mazhab.
  • Kelahiran dan Pendidikan:
    Beliau lahir di kota suci Madinah pada hari Kamis (di dalam transkrip tertulis “11-3-1966 lapan Hijrah”).
    Sejak kecil, beliau tinggal bersama dan mendapatkan bimbingan serta didikan langsung dari ayah tercintanya, Imam Musa al-Kadzim.

2. Sumber Keberkahan bagi Kaum Muslimin

  • Tumpuan Harapan Umat:
    Keberadaan beliau, baik saat berada di Madinah maupun ketika dipaksa oleh penguasa Al-Ma’mun untuk pindah (di dalam transkrip tertulis “ke urusan”), merupakan sumber keberkahan dan tempat kembali bagi umat dalam menyelesaikan urusan dunia maupun agama.
    Akhlak beliau benar-benar mewujudkan kembali akhlak mulia kakek beliau, Rasulullah SAW.
  • Penghormatan Lintas Mazhab:
    Kemuliaan beliau tetap terpancar bahkan setelah wafatnya.
    Makam suci beliau menjadi tujuan bagi orang-orang yang ingin berdoa dengan bertawasul.
    Tokoh besar seperti Abu Zur’ah, salah seorang imam besar Ahlus Sunnah, membiasakan diri datang ke makam beliau untuk bertawasul kepada Allah SWT.

3. Keteladanan Akhlak dan Kesetaraan Manusia

Sebuah riwayat dari Ibrahim Ibnu Abbas menceritakan dua peristiwa penting yang menggambarkan kerendahan hati dan keluhuran akhlak Imam ar-Ridha:

  • Kesetaraan Tanpa Memandang Suku/Ras:
    Saat duduk di dekat seorang budak kulit hitam asal Afrika, Imam ar-Ridha menunjuk kepadanya dan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keutamaan apa pun di atas budak tersebut hanya karena hubungan kekerabatannya dengan Rasulullah SAW, kecuali jika beliau memiliki amal saleh yang membedakannya.
  • Menolak Pujian Berlebihan:
    Ketika seseorang memuji beliau sebagai khairunnas (sebaik-baik manusia), beliau segera mengingatkan agar tidak berlebihan dalam memuji.
    Beliau menegaskan bahwa orang yang lebih baik dari dirinya adalah siapa pun yang lebih bertakwa dan lebih taat kepada Allah SWT.

4. Ketakwaan sebagai Tolok Ukur Kemuliaan

Beliau bersumpah demi Allah bahwa ketetapan dalam ayat Al-Qur’an yang berbunyi:

“Sesungguhnya yang paling utama di antara kalian adalah yang bertakwa (paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa).”

Ayat tersebut (QS. Al-Hujurat: 13) sama sekali belum pernah dimansuhkan (digugurkan) oleh Allah SWT.
Melalui penegasan ini, Imam Ali bin Musa ar-Ridha memberikan pelajaran berharga bahwa tolok ukur utama kemuliaan seorang manusia di hadapan Allah hanyalah tingkat ketakwaan dan ketaatannya, dan hal inilah yang harus dijadikan sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Profil Imam Ali Ar Ridha

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi

 

Judul video: Mengenang Kemuliaan Akhlak Putra Rasulullah Saw – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us