3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

 

Pembukaan dan Tujuan Majelis

Majelis ini merupakan bagian dari kegiatan rutin (rutinan) pembacaan Doa Ziarah Asyura untuk Imam Husain (as) di Kota Probolinggo.
Tujuan utama dari pembacaan rutin ini adalah:

  • Memohon bimbingan dari Allah SWT agar senantiasa menumbuhkan dan menyuburkan rasa cinta di dalam hati kepada Ahlulbayt—mulai dari kakek beliau Rasulullah SAW, ayah beliau (Imam Ali), ibu beliau (Siti Fatimah), kakak beliau (Imam Hasan), hingga para imam suci dari keturunan beliau.
  • Mengharap kedekatan kepada Allah SWT agar menjadi orang yang layak mendapatkan syafaat dari Imam Husain (as).

Keutamaan dan Keberkahan Doa Ziarah Asyura

  • Hadits Qudsi:
    Para ulama menegaskan bahwa Doa Ziarah Asyura adalah bagian dari Hadits Qudsi (firman Allah SWT) yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dan diilhamkan kepada Imam Muhammad al-Baqir (as) untuk dijadikan bacaan rutin saat berziarah kepada Imam Husain (as).
  • Keberkahan Nyata (Kisah Samarra):
    Doa ini membawa keberkahan luar biasa, baik secara materi maupun spiritual (maknawi).
    Sebagai bukti sejarah, ketika kota Samarra dilanda wabah penyakit mematikan pada masa kepemimpinan Marja’iyah Mirza Syirazi, beliau memerintahkan pengikut Ahlulbayt untuk membaca Ziarah Asyura setiap malam di rumah masing-masing.
    Keajaiban pun terjadi: keluarga yang mengamalkannya terhindar dari penyakit dan kematian terhenti di kalangan mereka, sementara kampung lain yang tidak membacanya tetap mengalami kematian hingga akhirnya mereka ikut mengamalkannya.
  • Syafaat di Saat Genting:
    Pengamal rutin doa ini akan mendapatkan syafaat Imam Husain (as) di saat-saat paling kritis, yaitu ketika malaikat maut mencabut nyawa (transisi dari dunia ke alam barzakh), serta saat dibangkitkan di Padang Mahsyar.

Mengenal Keagungan Rasulullah SAW di Bulan Rabi’ul Awal

Karena majelis berlangsung di bulan Rabi’ul Awal (bulan kelahiran Nabi), dibahas pula pentingnya meneladani Rasulullah SAW.

  • Cinta sebagai Motor Penggerak:
    Untuk bisa meneladani dan menaati Nabi dengan tulus (bukan karena takut atau mengejar keuntungan), kita harus mengenal sejarah dan keindahan akhlak beliau agar tumbuh rasa cinta yang mendalam.
  • Selawat sebagai Bukti Cinta:
    Berselawat adalah permohonan agar Allah melimpahkan rahmat istimewa kepada Nabi, yang menjadi bukti nyata dari rasa cinta kita kepada beliau.
  • Sumber Pengenalan Nabi:
    Sumber tepercaya untuk mengenal keagungan Nabi adalah Al-Qur’an dan penjelasan Ahlulbayt melalui doa-doa (seperti Doa Shobah oleh Imam Ali dan doa dalam Sahifah Sajjadiyah) serta pidato-pidato Imam Ali di kitab Nahjul Balaghah.
  • Silsilah yang Mulia (Khotbah 92 Nahjul Balaghah):
    Imam Ali menegaskan bahwa Rasulullah SAW lahir dari silsilah dan keluarga paling utama di muka bumi, diibaratkan tumbuh dari pohon kenabian yang subur dengan dahan yang tinggi dan buah (imamah) yang tidak dapat dirampas oleh siapa pun.

Makna Mendalam Bagian Pertama Ziarah Asyura

Video ini mengupas secara mendalam kalimat pembuka: “Assalamualaika ya aba Abdillah” (Salam atasmu wahai Abu Abdillah).

  • Makna Salam:
    Di dalam Islam, ucapan “Salam” bukan sekadar tradisi ramah tamah.
    Salam mengandung makna kedamaian, kesetiaan, dan ikrar bahwa orang yang kita beri salam hanya akan mendapatkan kebaikan dari kita, serta kita berkomitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang menyakiti atau mengganggu mereka.
  • Penggunaan Kunyah (Aba Abdillah):
    Dalam tradisi Arab, memanggil seseorang dengan panggilan kunyah (menggunakan “Abu” atau “Umu”) di hadapannya merupakan bentuk penghormatan yang sangat tinggi dibandingkan memanggil nama langsung.
  • Kehadiran Imam:
    Mengucapkan salam dengan kunyah menegaskan keyakinan bahwa Imam Husain (as) hadir dan mendengar salam kita, baik saat kita berziarah langsung di pusara beliau maupun saat berziarah dari kejauhan.
  • Mengingat Tragedi Karbala:
    Panggilan “Aba Abdillah” (Ayah dari Abdullah) langsung membawa ingatan kita pada kekejaman di Karbala, di mana bayi mungil Imam Husain yang bernama Abdullah (Ali al-Asghar) gugur terkena bidikan panah beracun bermata tiga oleh Harmalah saat sedang kehausan.
  • Dimensi Sufi/Spiritual “Aba Abdillah”:
    Secara maknawi, “Aba Abdillah” berarti “Bapak dari para penyembah Allah”.
    Imam Husain (as) adalah pelindung spiritual bagi siapa pun yang menghambakan diri kepada Allah, sebab kelangsungan agama dan pengenalan sejati kepada ajaran Rasulullah SAW berhasil diselamatkan dari kepunahan berkat pengorbanan suci beliau di Karbala.
  • Ma’rifatullah melalui Imam Zaman:
    Imam Zainal Abidin (as) menjelaskan bahwa hakikat penciptaan jin dan manusia untuk beribadah (QS. Az-Zariyat: 56) adalah untuk “mengenal” (Ma’rifatullah), dan pengenalan sejati kepada Allah hanya bisa dicapai dengan mengenal Imam zamannya masing-masing.

Resume Majlis Ziarah Imam Husein

 

Judul video: Majlis Ziarah Imam Husein As – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us