3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Latar Belakang dan Makna Keagungan Ghadir Khum

  • Hari Ghadir Khum yang diperingati pada tanggal 18 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah merupakan hari yang sangat agung, mulia, dan menjadi hari kemenangan dalam Islam.
  • Pada hari tersebut, Allah SWT menyempurnakan agama-Nya serta melengkapkan nikmat-Nya bagi seluruh umat manusia.
  • Keagungan hari ini ditandai dengan keberhasilan Rasulullah SAW dalam merampungkan tugas risalah beliau, yaitu dengan menunjukkan pribadi agung yang akan memimpin umat sepeninggal beliau, yang kemudian dilanjutkan oleh para pemimpin berikutnya hingga akhir zaman.

Konteks Pelaksanaan Haji Wada’ (Haji Perpisahan)

  • Peristiwa bersejarah ini tidak dapat dipisahkan dari ibadah haji satu-satunya yang dilakukan Rasulullah SAW semasa hidupnya, yaitu Hajjatul Islam atau yang lebih dikenal sebagai Haji Wada’.
  • Pada kesempatan tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan tata cara manasik haji secara langsung (baik melalui teori maupun praktik langsung) kepada umatnya.
  • Ibadah haji ini diikuti oleh massa dalam jumlah yang sangat besar—mulai dari puluhan ribu hingga lebih dari 100.000 orang—termasuk rombongan dari Yaman yang datang bersama Imam Ali AS setelah beliau sukses menjalankan misi dakwah di sana.
  • Selama musim haji tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan pidato penting dalam sedikitnya empat kesempatan berbeda (termasuk salah satunya di dekat sumur Zamzam) karena beliau menyadari bahwa ajalnya sudah dekat dan beliau akan segera dipanggil untuk menemui Allah SWT.

Tantangan, Protes, dan Penolakan dari Sebagian Kaum

  • Rasulullah SAW bermaksud menyampaikan pesan penting mengenai kepemimpinan 12 khalifah dari keturunan sucinya (Ahlul Bayt) sebagai pedoman hidup berdampingan dengan Al-Qur’an.
  • Namun, ketika beliau berupaya menjelaskan hal tersebut lebih lanjut, muncul protes dan reaksi gaduh dari sebagian orang yang hadir, sehingga membuat suasana bising oleh teriakan takbir dan suara riuh yang menyela ucapan Nabi SAW.
  • Akibat kegaduhan ini, beberapa jamaah—termasuk seorang anak kecil yang berboncengan di belakang unta ayahnya—tidak dapat mendengar kelanjutan sabda beliau secara lengkap.
  • Penolakan ini utamanya diprakarsai oleh kaum Quraisy, khususnya mantan-mantan kafir Quraisy yang dahulu memerangi Islam selama belasan tahun dan akhirnya terpaksa menyatakan masuk Islam setelah peristiwa penaklukan kota Mekah (Fathu Makkah).
  • Mereka yang masuk Islam dengan kepura-puraan demi kepentingan tertentu ini masih menyimpan keangkuhan, rasa sakit hati, dan kekhawatiran bahwa kepemimpinan ini merupakan upaya Nabi SAW untuk mewariskan kekuasaan kepada keluarganya.
  • Melihat situasi penolakan tersebut, Rasulullah SAW sempat menghentikan penjelasan dan tidak melanjutkan untuk menyebutkan nama-nama pemimpin tersebut satu per satu di Mekah.

Turunnya Wahyu Perintah Tegas di Ghadir Khum

  • Ketika rombongan jamaah meninggalkan kota Mekah untuk pulang ke daerah masing-masing, mereka tiba di sebuah wilayah bernama Ghadir Khum.
  • Ghadir Khum adalah sebuah tempat yang memiliki telaga penampung air di musim hujan, tetapi kering di musim panas.
  • Tempat ini merupakan titik persimpangan jalan yang sangat krusial (termasuk jalur ke arah Madinah) sebelum para kafilah tersebut berpisah jalan menuju daerah masing-masing.
  • Di sinilah Malaikat Jibril turun membawa wahyu (QS. Al-Ma’idah: 67) yang memerintahkan Rasulullah SAW untuk segera menyampaikan pesan kepemimpinan yang diembannya.
  • Wahyu tersebut menegaskan bahwa jika pesan kepemimpinan ini tidak disampaikan, maka perjuangan dakwah beliau selama 23 tahun dianggap tidak tersampaikan sama sekali.
  • Melalui ayat ini pula, Allah SWT memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi Rasulullah SAW dari segala bentuk gangguan manusia, terutama kekhawatiran beliau akan tuduhan miring dari pihak-pihak yang menentangnya.

Deklarasi Kepemimpinan Imam Ali AS

  • Mendapat perintah tegas dan jaminan perlindungan dari Allah, Rasulullah SAW langsung menghentikan kafilahnya di padang Ghadir Khum di tengah cuaca panas yang sangat menyengat. Beliau meminta jamaah yang sudah berjalan di depan untuk berbalik arah, serta menunggu jamaah yang masih tertinggal di belakang agar berkumpul.
  • Di bawah dahan pohon-pohon besar, sebuah panggung (podium) didirikan dari tumpukan pelana unta dan bagian atasnya ditutupi dengan kain agar tidak terlalu panas.
  • Setelah memimpin shalat Zhuhur berjamaah, Rasulullah SAW menaiki podium tersebut untuk menyampaikan pidato bersejarah di hadapan seluruh jamaah, termasuk para mantan tokoh Quraisy yang mendengarkan dengan saksama.
  • Beliau menegaskan pentingnya berpegang teguh pada dua pusaka berharga, yaitu Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan bimbingan dari keluarga sucinya (Ahlul Bayt).
  • Beliau juga menanyakan siapa yang paling berhak mengurus urusan mereka, yang kemudian dijawab secara sadar oleh jamaah bahwa Allah dan Rasul-Nya lah yang paling berhak.
  • Setelah itu, Rasulullah SAW mendeklarasikan kepemimpinan Imam Ali AS sebagai pelindung (mawla) kaum mukminin.
  • Sahabat penghafal Al-Qur’an terkemuka seperti Abdullah bin Mas’ud bahkan menceritakan bahwa di masa hidup Nabi, mereka membaca ayat tersebut dengan penjelasan tambahan yang menekankan kepemimpinan Imam Ali AS.

Prosesi Baiat Massal dan Selamat dari Para Sahabat

  • Menyusul pengumuman tersebut, Rasulullah SAW menyiapkan tenda khusus agar kaum muslimin dapat memberikan ikrar setia atau baiat secara langsung kepada Imam Ali AS.
  • Seluruh jamaah, baik laki-laki maupun perempuan (bagi perempuan secara khusus dilakukan tanpa berjabat tangan langsung), berbondong-bondong memberikan ikrar setia mereka.
  • Para sahabat terkemuka, termasuk Abu Bakar dan Umar, turut memberikan baiat mereka dan menyampaikan ucapan selamat bahwa kini Imam Ali AS telah menjadi pemimpin (mawla) bagi mereka dan seluruh kaum mukmin laki-laki maupun perempuan.
  • Keberhasilan deklarasi di Ghadir Khum ini dirayakan sebagai hari kemenangan besar dan kejayaan Islam karena sukses menggagalkan rencana konspirasi yang ingin menghalangi kelanjutan kepemimpinan setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Signifikansi Peristiwa Ghadir Khum

 

Judul video: Kesuksesan Rasul SAW Dalam Menyampaikan Pesan Suksesi Kepemimpinan Di Ghadir Khum – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us