3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Keistimewaan Al-Qur’an sebagai kitab hidayah (petunjuk) dan hikmah (lanjutan):

Al-Qur’an sebagai Petunjuk, Cahaya, dan Rahmat Universal

Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk (hidayah), cahaya yang terang, dan rahmat dari Allah SWT bagi seluruh umat manusia.
Sebagai bentuk kemurahan Allah, kitab suci terakhir ini diturunkan kepada Nabi penutup untuk menjadi pedoman hidup guna meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Di dalam Al-Qur’an, Allah menyeru seluruh manusia bahwa telah datang bukti nyata (burhan) dan cahaya yang terang-benderang.
Orang-orang yang beriman dan berpegang teguh pada ajaran-Nya akan dimasukkan ke dalam rahmat serta dibimbing menuju jalan yang lurus (Shiratal Mustaqim).

Cahaya Abadi Tanpa Kegelapan

Para ulama menegaskan bahwa istilah “cahaya” (Nur) dalam ayat-ayat Al-Qur’an merujuk pada Al-Qur’an itu sendiri.
Amirul Mukminin Imam Ali AS menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah sebuah kitab suci yang memancarkan cahaya abadi yang lampunya tidak akan pernah padam, serta merupakan cahaya murni yang tidak diiringi kegelapan sedikit pun di dalamnya.

Penyelamat dari Kesesatan dan Kebodohan

Berdasarkan doa khatam Al-Qur’an dari Imam Zainul Abidin AS dalam kitab Shahifah Sajjadiyah (Doa No. 42), Al-Qur’an ditetapkan sebagai pembimbing manusia keluar dari kegelapan, kesesatan, dan kebodohan.
Namun, fungsi petunjuk ini hanya akan aktif jika manusia memilih untuk mengikuti arahannya; apabila manusia menolaknya, mereka tidak akan mendapatkan bimbingan tersebut.
Al-Qur’an juga menjadi tanda keselamatan yang memastikan pengikutnya tidak akan tersesat jalan.

Pembimbing Keyakinan, Amal, dan Karakter

Imam Ja’far as-Sadiq AS menjelaskan bahwa Al-Qur’an menuntun manusia keluar dari kesesatan, kemusyrikan, kekafiran, penyimpangan hawa nafsu, serta kebutaan batin.
Al-Qur’an membimbing manusia menuju kebenaran dalam tiga aspek utama:

  • Keyakinan (Akidah) yang benar.
  • Amalan atau perbuatan yang harus dikerjakan.
  • Sifat-sifat mulia yang harus disandang.
    Al-Qur’an juga menyelamatkan manusia dari ketergelinciran pemikiran, perbuatan salah, dan kepribadian yang buruk.

Kesimpulan dan Langkah Nyata

Hidup tanpa Al-Qur’an berarti hidup dalam kegelapan, sedangkan senantiasa bersamanya akan menempatkan kita di bawah cahaya Allah SWT.
Oleh karena itu, kita diajak untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an melalui empat langkah nyata: membaca ayat-ayatnya, melantunkannya secara tartil, merenungkan kandungannya, serta menghias diri dengan beramal sesuai petunjuknya.

Keistimewaan Kitab Suci Al Qur an

 

Judul video: 10 Keistimewaan Al Qur’an (Bag. 2) Al Qur’an Kitab Hidayah dan Hikmah – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us