Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Peringatan Hari Syahadah Sayyidah Fatimah Az-Zahra menjadi momentum penting untuk merenungkan kedudukan mulia beliau dan Ahlulbait Nabi.
Melalui penafsiran Ayat al-Mawaddah (“Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan…”), para ulama lintas mazhab telah menguraikan kewajiban mutlak umat Islam untuk mencintai mereka.
Keutamaan Mencintai Keluarga Nabi (Alu Muhammad)
Dalam Tafsir al-Kasysyaf, ulama besar Az-Zamakhsyari menukil sebuah riwayat populer tanpa menyertakan sanadnya karena keshahihannya dipandang sudah tidak diragukan lagi.
Riwayat ini kemudian dikutip pula oleh ulama Ahlus Sunnah lainnya seperti Al-Qurthubi dan Fakhruddin ar-Razi dalam tafsir mereka.
Isi riwayat tersebut menegaskan dampak spiritual yang luar biasa bagi mereka yang mencintai atau membenci keluarga Nabi:
- Bagi Pecinta Alu Muhammad:
- Mereka yang wafat dalam keadaan mencintai keluarga Muhammad dinilai mati sebagai syahid, diampuni segala dosanya, dan taubatnya diterima oleh Allah.
- Kematian mereka dalam kondisi iman yang sempurna.
- Menjelang ajal, malaikat maut akan menyampaikan kabar gembira tentang surga, begitu pula malaikat Munkar dan Nakir saat mereka memasuki alam kubur.
- Di alam kubur, akan dibukakan dua pintu menuju surga serta kubur mereka menjadi tempat kunjungan malaikat pembawa rahmat.
- Mereka wafat di atas sunnah dan jamaah kaum mukminin.
- Bagi Pembenci Alu Muhammad:
- Sebaliknya, mereka yang wafat dalam keadaan membenci keluarga Muhammad akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan tulisan di dahinya bahwa mereka terputus dari rahmat Allah.
- Mereka wafat dalam keadaan kafir dan tidak akan pernah mencium keharuman surga, padahal wanginya surga dapat tercium dari jarak perjalanan 500.000 tahun.
Batasan Istilah “Alu Muhammad”
Fakhruddin ar-Razi memberikan penjelasan mendalam bahwa secara esensial, “Alu Muhammad” adalah orang-orang yang urusannya kembali dan bersambung kuat kepada Nabi Muhammad.
Berdasarkan dokumen sejarah dan penukilan yang mutawatir, hubungan Sayyidah Fatimah, Imam Ali, Imam Hasan, dan Imam Husain dengan Rasulullah adalah hubungan yang paling kokoh, sempurna, dan tidak tertandingi oleh siapapun.
Meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai cakupan “Alu” (sebagian memperluasnya hingga seluruh kerabat dekat atau bahkan seluruh umat yang bertakwa), Ar-Razi menegaskan bahwa pada penafsiran mana pun, Ahlul Kisa (Fatimah, Ali, Hasan, dan Husain) mutlak masuk di dalamnya.
Keikutsertaan mereka bersifat pasti dan disepakati, sedangkan golongan selain mereka masih diperselisihkan. Selain itu, ketika Ayat al-Mawaddah turun, Rasulullah secara eksplisit menegaskan kepada sahabat bahwa kerabat yang wajib dicintai adalah Ali, Fatimah, dan kedua putranya.
Alasan Pengagungan Istimewa kepada Sayyidah Fatimah
Ar-Razi memaparkan beberapa argumentasi mengapa keempat pribadi suci ini wajib mendapatkan pengagungan khusus (ta’dzim) yang melampaui tokoh lainnya:
- Ayat al-Mawaddah:
Ayat ini secara eksplisit mewajibkan kecintaan kepada mereka secara personal, bukan perintah umum untuk mencintai sahabat secara keseluruhan atau ulama biasa. - Kecintaan Rasulullah kepada Sayyidah Fatimah:
Rasulullah sangat mencintai Sayyidah Fatimah. Cinta ini bukan sekadar limpahan kasih sayang ayah kepada anak pada umumnya, melainkan bentuk kecintaan seorang nabi kepada wanita suci yang telah mencapai derajat spiritual yang agung.- Sekalipun ada pendapat sejarah yang menyebutkan Rasulullah memiliki putri-putri lain, tidak ada satu pun riwayat sejarah yang menunjukkan perlakuan istimewa Rasulullah kepada mereka seperti halnya perlakuan beliau kepada Az-Zahra.
- Rasulullah selalu menyambut Az-Zahra di depan pintu, mencium tangannya, menuntunnya, dan memberikan tempat duduk beliau sendiri untuk ditempati oleh Fatimah.
- Rasulullah bersabda: “Fatimah adalah sepenggal dariku, apa yang menyakitinya maka menyakitiku.”. Beliau juga mencintai Ali, Hasan, dan Husain berdasarkan penukilan yang mutawatir.
- Karena Rasulullah mencintai mereka, maka wajib bagi seluruh umat untuk meniru beliau berdasarkan perintah Al-Qur’an untuk mengikuti Rasul agar mendapatkan petunjuk.
Menghadirkan Sayyidah Fatimah dalam Aktivitas Kehidupan
Kecintaan kepada Az-Zahra harus mampu mewarnai pikiran dan seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari.
Al-Majlisi dalam kitab Bihar al-Anwar meriwayatkan peristiwa agung di hari kiamat ketika Sayyidah Fatimah hendak melangkah masuk ke dalam surga.
Beliau menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang karena ingin mengetahui seberapa agung kedudukannya di sisi Allah.
Allah kemudian menyeru kepada beliau untuk kembali ke mahsyar dan memberikan syafaat kepada siapa saja yang pernah melakukan kebaikan di dunia—sekecil apa pun itu—atas dasar cinta kepada Sayyidah Fatimah.
Oleh karena itu, segala aktivitas sosial dan keagamaan, seperti menyantuni anak yatim, mendidik anak-anak kaum mukminin, atau mengajarkan ilmu agama, hendaknya didasari oleh kecintaan kepada beliau agar mendapatkan berkah serta syafaatnya di akhirat.
Selain itu, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan keagungan beliau secara lebih luas, salah satunya dengan menghidupkan nama-nama suci seperti Zahra, Al-Batul, atau Fatimah di dalam rumah tangga mereka.
Sayyidah Fatimah sebagai Wanita yang Teraniaya (Mazlumah)
Meskipun memiliki kedudukan yang sangat agung, Sayyidah Fatimah adalah sosok yang teraniaya setelah wafatnya Rasulullah.
Kehidupan beliau pasca-wafatnya Nabi diselimuti duka mendalam dan air mata karena merindukan sang ayah.
Duka terbesar beliau bersumber dari adanya upaya serius untuk menyimpangkan ajaran murni Islam yang dibawa oleh ayahnya.
Beliau berdiri tegak untuk membongkar penyimpangan tersebut dan menyadarkan dunia bahwa Islam yang sejati sepeninggal Rasulullah tidaklah diwakili oleh arah kekuasaan yang mulai melenceng perlahan, melainkan diwakili oleh suaminya, Imam Ali bin Abi Thalib. Perjuangan besar beliau inilah yang menjaga kemurnian ajaran Islam hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh umat saat ini.

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Mengapa Kita Harus Mencintai Dan Mengagungkan Fatimah Putri Nabi Saw.? – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


