Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Bait keempat dari Munajat Imam Mahdi afs, yaitu kalimat: “Wa saddid alsinatana bis-sawabi wal-hikmah” (Ya Allah, luruskanlah lisan-lisan kami dengan ketepatan dan hikmah).
Berikut adalah resume atau poin-poin penting dari isi video tersebut:
1. Lisan sebagai Anugerah Terbesar
- Kemampuan berbicara dan menjelaskan (al-bayan) adalah nikmat luar biasa dari Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Surah Ar-Rahman.
- Imam Ali bin Abi Thalib as pernah berkata: “Berbicaralah kalian karena dengan pembicaraan kalian akan dikenali.”. Ucapan seseorang mencerminkan kualitas dirinya, karena manusia tersembunyi di balik lisannya.
2. Bahaya Lisan yang Tidak Terkontrol
- Menurut riwayat Imam Ali Zainal Abidin as, setiap hari seluruh anggota tubuh meminta kepada lisan untuk berhati-hati. Mereka menyatakan bahwa keselamatan mereka bergantung pada lisan, karena seluruh anggota tubuh akan memikul beban hukuman atau menerima pahala akibat ucapan yang dikeluarkan oleh lisan.
- Allah SWT memerintahkan kaum mukminin dalam Surah Al-Ahzab ayat 70 untuk bertakwa dan selalu mengucapkan ucapan yang lurus (qaulan sadidan).
- Lisan yang tidak dikendalikan oleh akal sehat dan tuntunan agama akan menjadi alat yang sangat berbahaya.
Imam Ali as mengingatkan bahwa banyak darah tercurah akibat provokasi, adu domba, dan fitnah yang keluar dari lisan. - Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dua hal yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka adalah mulut/lisan dan kehormatan (al-ajwafan).
Sementara hal yang paling banyak membawa ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.
3. Penyakit-Penyakit Lisan yang Merusak
Para ulama akhlak memberikan perhatian serius pada beberapa bahaya lisan, di antaranya:
- Dusta (Berbohong):
Penghancur kemanusiaan yang luar biasa.
Kebohongan yang terus-menerus disebarkan dapat merusak reputasi seseorang, menghancurkan keharmonisan rumah tangga, hingga merusak tatanan berpikir masyarakat. - Ghibah (Menggunjing):
Membicarakan sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang di belakangnya, yang apabila ia mendengarnya secara langsung akan merasa tersakiti (sekalipun hal itu nyata ada pada dirinya).
Jika hal yang dibicarakan itu tidak nyata ada pada dirinya, maka hal tersebut dikategorikan sebagai fitnah atau buhtan. - Kata-kata tidak senonoh:
Menggunakan lisan untuk mengucapkan perkataan tidak sopan yang membuat orang lain merasa risih untuk mendengarnya.
4. Menghias Lisan dengan Kejujuran dan Hikmah
- Penolak bala bagi lisan adalah kejujuran (as-sidqu), yang akan membawa keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
- Hikmah didefinisikan sebagai mutiara indah berisi makna-makna yang mendidik, menyadarkan, memberi pengetahuan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Orang yang dianugerahi hikmah telah mendapatkan kebaikan yang sangat banyak. - Cara memperoleh hikmah: Berdasarkan sebuah riwayat, barangsiapa yang mengikhlaskan dirinya (iman, ibadah, dan seluruh kehidupannya) kepada Allah selama 40 hari, maka Allah akan memancarkan sumber-sumber hikmah dari hatinya melalui lisannya.
- Doa yang diajarkan oleh Imam Mahdi afs ini pada hakikatnya adalah ajakan bagi kita semua untuk mengikhlaskan diri kepada-Nya agar ucapan kita senantiasa membawa kebaikan bagi masyarakat.

Judul video: Tafsir Munajat Imam Mahdi afs (04) – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


