2 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Dalil 1: Hadits Riwayat Shahih Al-Bukhari

Berdasarkan kutipan dari kitab Al-Jami’ Ash-Shahih atau yang dikenal sebagai Shahih Al-Bukhari, terdapat sebuah riwayat dari sahabat Abu Hurairah r.a.
Di dalam riwayat tersebut, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW dibawakan hidangan berupa daging, lalu beliau bersabda:

“Aku adalah sayyid (pemimpin) seluruh manusia pada hari kiamat.”

Dalil 2: Praktik Sahabat Nabi (Abdullah bin Umar r.a.)

Merujuk pada kitab Irwa’ al-Ghalil karya Syekh Al-Albani (yang diterbitkan oleh Al-Maktab Al-Islami), terdapat riwayat mengenai praktik yang dilakukan oleh sahabat Abdullah bin Umar r.a. ketika mengkhitbahkan atau menikahkan seseorang.
Dalam khutbahnya, beliau mengucapkan kalimat:

“Segala puji bagi Allah, dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita (Sayyidina) Muhammad. Sesungguhnya si fulan bermaksud meminang kalian…”

Beliau kemudian menyambungnya dengan berkata:

“Maka jika kalian menerimanya (lamaran tersebut) alhamdulillah, dan jika kalian menolaknya maka subhanallah.”

Mengenai riwayat Ibnu Umar r.a. yang secara eksplisit melafalkan kata “Sayyidina” ini, Syekh Al-Albani menegaskan bahwa status riwayat tersebut adalah hadits shahih.

Kedudukan Hukum Menurut Mazhab Hanafi dan Syafi’i

Berdasarkan penjelasan di dalam kitab kontemporer terkemuka Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Syekh Wahbah az-Zuhaili (yang diterbitkan oleh Dar al-Fikr):

  • Ulama dari kalangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i menganjurkan (menyukai) penambahan lafal “Sayyidina” bagi Nabi Muhammad SAW ketika membaca Shalawat Ibrahimiyah (baik di dalam shalat maupun di luar shalat).
  • Alasan penganjuran ini adalah karena menyertakan kata “Sayyidina” (yang berarti mengabarkan kenyataan yang sebenarnya bahwa beliau adalah pemimpin kita) merupakan wujud nyata dari perilaku beradab (suluk al-adab) kepada Rasulullah SAW.
  • Menjaga adab dengan menyebutkan kepemimpinan beliau dinilai jauh lebih utama (afdal) daripada meninggalkannya begitu saja.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, beserta keluarga beliau yang baik lagi suci. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Hukum Penggunaan Sayyidina Untuk Rasulullah

Judul video: Hukum Menyebut “Sayyidina” Kepada Rasulullah saw – Watch on Youtube

Yuk Subscribe Dalil-dalil Channel:
Subscribe Channel Dalil-dalil Channel

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us