16 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Pengantar dan Penggunaan Gelar

Dalam doa ziarah yang diajarkan oleh para Imam Suci Ahlulbait, kita mengulang-ulang salam dengan menyebut gelaran yang berbeda-beda untuk menghormati Imam Husain as.
Salah satu gelar penting yang diajarkan—termasuk oleh Imam al-Baqir as—adalah “Tsarullah”  dan “Putra Tsarullah”.
Gelar ini tidak hanya terbatas pada doa Ziarah Asyura, melainkan juga disematkan dalam ziarah-ziarah lainnya seperti doa Ziarah Arafah (dengan redaksi assalamualaikaya tsarallahi wabna tsarihi…).

Makna Pertama: “Darah Allah” dan Konsep Tasyrifiyyah

  • Arti Bahasa:
    Secara bahasa, kata tsa’run dapat bermakna “darah”. Dengan demikian, secara harfiah salam tersebut berarti “salam atasmu wahai darah Allah dan putra darah Allah”.
  • Pemaknaan Teologis:
    Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa Allah Swt. bukanlah zat fisik yang terbentuk dari darah, daging, atau tulang.
    Oleh karena itu, sebutan ini tidak boleh diartikan secara fisik seolah-olah Allah memiliki darah.
  • Konsep Tasyrifiyyah (Penyandaran untuk Memuliakan):
    Menisbatkan sesuatu kepada Allah bertujuan untuk menunjukkan adanya nilai yang mulia dan sangat istimewa pada hal tersebut.
    Konsep ini serupa dengan:

    • Menyebut Kakbah atau masjid sebagai “Baitullah” (Rumah Allah).
      Hal ini bukan berarti Allah butuh tempat tinggal, melainkan untuk memuliakan kesucian tempat ibadah tersebut dibanding tempat lainnya.
    • Menyebut bulan Ramadan sebagai “Syahrullah” (Bulan Allah) karena keistimewaan dan keberkahannya yang luar biasa dalam melipatgandakan pahala ibadah.
  • Dengan demikian, gelar “Tsarullah” merupakan bentuk pengagungan yang sangat tinggi terhadap darah suci Imam Husain as yang memiliki kedudukan luar biasa mulia di sisi Allah Swt..

Peran Agung Darah Imam Husain as bagi Eksistensi Islam

  • Penyelamat Keaslian Agama:
    Darah Imam Husain as yang tercurah secara dizalimi dan aniaya (mazlum) adalah darah yang melanggengkan keberadaan agama ini. Berkat perjuangan dan pengorbanan darah beliau, upaya untuk menyimpangkan dan mengubur nilai-nilai asli ajaran Rasulullah saw. pada abad pertama hijriah berhasil digagalkan.
  • Keberkahan Melampaui Syuhada Lain:
    Nabi saw. bersabda bahwa tidak ada setetes darah yang lebih dicintai oleh Allah selain setetes darah seorang yang gugur di jalan-Nya (fisabilillah).
    Karena Imam Husain as bukan sekadar syahid biasa melainkan syuhada, keberkahan darah beliau melebihi keberkahan darah syuhada mana pun di dunia.
    Gelar “Tsarullah” menegaskan bahwa darah suci ini tercurah demi keabadian tauhid dan kelangsungan risalah Allah, serta tidak mengalir dengan sia-sia.
  • Kemiripan dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as:
    Ayah beliau, Imam Ali as, juga memiliki kemiripan peran dan menyandang status serupa.
    Darah Imam Ali as yang tercurah oleh pedang beracun Abdurrahman bin Muljam menghentikan perubahan-perubahan mengerikan yang mengancam keaslian agama, sekaligus membongkar kedok kepalsuan pada masa itu.

Makna Kedua: Penuntutan Balas

Selain diartikan secara bahasa sebagai darah, kata tsa’r memiliki makna kedua, yaitu menuntut balas atas tercurahnya darah atau kematian seseorang.
Makna ini mengisyaratkan adanya aspek penegakan keadilan dan penuntutan balas atas kezaliman besar yang telah menimpa Imam Husain as.

Rahasia Gelar Tsarullah Imam Husain

 

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi

 

Judul video: Makna Imam Husein as Adalah “Darah Allah” (Bag.1) – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us