1 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Makna Kata Wahyu Secara Bahasa (Etimologi)

Secara bahasa, kata al-wahyu pada dasarnya berarti penyampaian informasi secara cepat dan rahasia.
Kecepatan dalam penyampaian ini secara otomatis membuat informasi tersebut menjadi rahasia bagi pihak ketiga yang tidak terlibat dalam komunikasi.
Penyampaian informasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Menggunakan isyarat-isyarat.
  • Memberikan bisikan.
  • Mengirimkan tulisan atau surat secara rahasia.

Para pakar bahasa Arab memberikan penjelasan lebih spesifik mengenai istilah ini:

  • Ar-Raghib al-Isfahani:
    Menyebutkan bahwa makna asal al-wahyu adalah isyarat yang disampaikan secara cepat.
    Karena mengandung unsur kecepatan, dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “amrun wahyun” yang berarti perkara yang cepat.
  • Ibn Faris:
    Menjelaskan bahwa kata dengan huruf dasar wau, ha, dan ya (w-h-y) menunjukkan penyampaian informasi secara samar kepada pihak lain.
    Bentuknya dapat berupa isyarat, tulisan, atau surat yang dikirim tanpa sepengetahuan pihak ketiga.
    Apapun cara yang digunakan—baik isyarat tangan, huruf sandi, atau metode lainnya—selama pesan tersebut tersampaikan hingga pihak kedua mengetahuinya secara rahasia, maka itu disebut wahyu.

Meskipun para pakar bahasa terbagi menjadi dua pandangan mengenai penekanan utama kata ini—apakah terletak pada aspek kecepatan atau aspek kerahasiaan/kesamaran—kedua pendapat sepakat bahwa kata wahyu pasti mengandung makna penyampaian secara samar.

 

Penggunaan Kata Wahyu dalam Al-Qur’an (Terminologi)

Al-Qur’an menggunakan kata al-wahyu dalam banyak ayat dengan empat bentuk penggunaan yang berbeda:

  1. Isyarat (Sesuai Makna Bahasa)
    Digunakan untuk menggambarkan penyampaian pesan melalui isyarat tanpa kata-kata.
    Contohnya terdapat dalam Surat Maryam, ketika Nabi Zakaria keluar dari mihrab dan mengisyaratkan (fauha ilaihim) dengan tangan kepada kaumnya agar mereka bertasbih di waktu pagi dan sore.
  2. Insting (Kecenderungan Fitri dan Takwini)
    Digunakan untuk menggambarkan perilaku atau insting yang ditanamkan Allah pada makhluk tertentu agar mereka menjalankan aktivitas hidupnya sesuai fitrah penciptaan.
    Contohnya adalah wahyu kepada lebah (wa auha rabbuka ilan-nahli) untuk menghisap sari bunga dan membuat sarang/madu sesuai ketetapan yang tidak akan mereka langgar.
  3. Ilham
    Ilham merupakan perasaan yang didapati seseorang dalam jiwanya, meskipun terkadang ia tidak memahami dari mana sumbernya.
    Dalam Al-Qur’an, istilah wahyu untuk ilham ini mencakup beberapa hal:

    • Ilham Rahmani (Positif):
      Ilham yang datang langsung dari Allah atau melalui perantara malaikat yang membawa kebaikan dan ketentraman.
      Contohnya adalah wahyu kepada Ibu Nabi Musa (wa auhaina ila ummi Musa) untuk menyusui bayinya, menghanyutkannya ke sungai saat takut, dengan janji Allah bahwa bayinya akan dikembalikan dan diangkat menjadi Rasul.
      Contoh lainnya adalah wahyu kepada pengikut setia Nabi Isa (al-Hawariyyun) (wa idz auhaitu ilal-hawariyyina).
    • Ilham melalui Malaikat:
      Wahyu dari Allah kepada malaikat yang kemudian diilhamkan ke dalam jiwa orang-orang beriman agar mereka merasa kokoh dan tentram.
    • Bisikan Setan (Ilham Negatif):
      Al-Qur’an juga menggunakan kata wahyu untuk menggambarkan bisikan setan kepada para pengikutnya (wa innas-sayatina layuhuna ila auliya’ihim) agar mereka menentang kebenaran dan mendebat orang-orang beriman.

 

Pembagian Wahyu Secara Umum

Tiga penggunaan kata wahyu di atas (isyarat, insting, dan ilham) ditujukan kepada manusia biasa atau makhluk selain nabi.
Berdasarkan hal ini, para ulama membagi wahyu secara umum menjadi dua kategori besar:

  1. Al-Wahyu Ghairu Rizali (Wahyu Non-Risalah):
    Wahyu yang tidak bermuatan ajaran agama atau tugas kenabian, melainkan berupa isyarat, insting, atau ilham seperti yang dialami manusia biasa dan makhluk lainnya.
  2. Al-Wahyu Ar-Rizali (Wahyu Risalah):
    Hubungan komunikasi langsung antara Allah SWT dengan hamba-hamba pilihan-Nya (para nabi/Anbiya) yang bermuatan risalah, ajaran, dan pesan suci untuk disampaikan kepada umat manusia.

Memahami Kata Wahyu Al Qur an

 

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi

 

Judul video: Kuliah Ulumum Quran (1) Arti Kata & Penggunaan Kata Wahyu Dalam Al Qur’an – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us