Hadis Shohih Tentang Amalan Ibadah pada malam Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban atau malam 15 Sya’ban merupakan malam yang diagungkan umat Islam, bahkan dianggap malam spesial setelah Laylatul Qadr di bulan Ramadan.

Pada malam Nisfu Sya’ban kaum muslimin berkumpul di masjid-masjid, surau-surau atau di rumah masing-masing. Aneka ritual dilaksanakan demi memperoleh ampunan Allah SWT yang tujuan akhirnya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an Surat 44 ayat 3-4 tertera:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (QS. Ad-Dukhan [44]: 3-4)

Ibnu Jarir, Ibnu al-Mundzir dan Ibnu Abi Hatim menafsirkan surah ad-Dukhan ayat 3-4 di atas sebagai malam Nisfu Sya’ban ketika ditetapkan segala perkara dalam satu tahun.

Dalam Sahih Ibnu Hibban, hadis 1980, Syu’ab al-Iman al-Baihaqi, j. 2, h. 288, al-Kabir dan al-Awsath at-Tabrani, Musnad Ahmad bin Hanbal, hadis 6642, Ibnu Majah, hadis 1389-90, Silsilah Ahadits as-Shahihah, j. 3, h. 135, hadis 1144 terdapat riwayat yang menyatakan bahwa …

Allah SWT memeriksa makhluk-makhluknya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali seorang musyrik dan yang saling bermusuhan.”

Juga dalam Kitab Shohih Al Jami Ash Shogir, yang disusun oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani, Jilid Ke 2, halaman 785, hadis No: 4628, cetakan Ke 3 Tahun 1988M/1408H, terbitan Al maktab Al Islami … Al-Albaani menukil satu riwayat/hadits yang berbunyi:

Rasulullah saw bersabda, “Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah akan mengampuni dosa-dosa para penghuni bumi, kecuali musyrikin dan orang-orang yang bermusuhan.”

Bahkan Imam Syafi’i  (Muhammad bin Idris as-Syafi’i) salah satu dari imam 4 mazhab Ahlussunnah,  dalam Kitab Mausu’ah Al Umm, terbitan Al Maktabah At Taufiqiyyah pada jilid pertama, pada halaman 395, menyatakan bahwa doa niscaya dikabulkan pada 5 malam, yaitu malam Jum’at, malam Idul Adha, malam Idul Fitr, malam pertama Rajab, dan malam Nisfu Sya’ban.

Imam Syafi’i berkata, “Dan telah sampai kepada kami bahwa sesungguhnya berdo’a di lima malam akan dikabulkan: yaitu pada malam jum’at, malam Idul Fitr, malam Idul Adha, malam awal bulan Rajab dan malam pertengahan bulan sya’ban (nisfu sya’ban). Dan aku memandang baik apa-apa yang diceritakan tentang malam-malam ini tanpa menjadikannya wajib.”

Pernyataan Imam Syafi’i ini telah dikutip oleh para ulama lintas generasi hingga sekarang ini sebagai salah satu acuan/dalil mendirikan ibadah pada malam Nisfu Sya’ban.

Silakan disimak kutipan kitab-kitab tsb pada video berikut ini:

 
Dengan adanya dorongan hadis di atas, umat Islam berlomba-lomba mencari ampunan Tuhan di malam nisfu syaban ini. Malam itu juga diyakini umat Islam sebagai malam penentuan taqdir baik dan buruknya bagi setiap muslim selama satu tahun ke depan.

Ritual Amalan Malam Nisfu Syaban Menurut Sunnah dan Syiah

Hadis-hadis tersebut diatas semakin menjelaskan kepada kita tentang keutamaan menghidupkan malam nisfu sya’ban. Karena pada malam itu Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa para penghuni bumi yang meminta ampunan-Nya.

Sungguh rugi mereka yang mengatakan bahwa menghidupkan malam nisfu sya’ban adalah bid’ah, padahal pada malam itu dosa-dosa kita akan terampuni jika kita berdo’a dan memohon ampunan Allah swt.

Bukankah Allah swt sendiri telah menegaskan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 135 yang artinya:

“dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri lalu mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Permohonan ampunan Allah swt itu harus dimulai dari permintaan hambanya, kemudian Allah swt akan memberikan ampunan.

Nah, pada malam nisfu sya’ban itu, mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk ingat pada Allah (zikir dan ibadah) lalu memohonlah ampunan kepada Allah swt atas semua dosa-dosa kita.

Setidaknya ada 3 amalan yang dilaksanakan oleh kaum Muslimin dalam menghidupkan malam Nisfu Sya’ban ini, yaitu:

Pertama: Membaca Surah Yasin 3 Kali

Telah menjadi makruf di kalangan umat Islam di Indonesia saat malam Nisfu Sya’ban tiba, maka setiap masjid, langgar, atau surau menyelenggarakan pembacaan Yasin sebanyak 3 kali.

Muhammad ar-Radhiy ar-Ridhawi menyampaikan dalam bukunya, at-Tuhfah ar-Ridhawiyyah fi Mujarrabaat al-Imamiyyah, h. 29:

Allamah Sayid Mirza Hasan as-Syirazi berkata, “Bacalah surah Yasin ini tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban; bacaan pertama, diniatkan agar panjang usia hingga tahun berikutnya, bacaan kedua, diniatkan agar dianugerahkan kesehatan dan terhindar dari bencana, dan bacaan ketiga, agar diberikan rezeki yang luas.

Tiap usai membaca surah Yasin, membaca doa:


Bismillahirrahmanirrahim.  Allahumma yaa Dzal-Manni laa yumannu ‘alayk, yaa Dzat-thawl, laa ilaaha illa Anta zhahrul-laajiin, wa jaar-ul-mustajiiriin, wa amaan-ul-khaaifiin. In kuntu syaqiyyan mahruuman muqattaran fir rizq, famhu fii ummil kitaabi syaqaawatii, wa hirmaanii, wa iqtaara rizqii, wa atsbitnii ‘indaka marzuuqan ‘indaka muwaffaqan lil khairaat, fa-innaka qulta fii kitaabika-l-munzal (yamhu-llaahu maa yasyaa-u wa yutsbit, wa ‘indahuu ummul kitaab.

Dengan Nama Allah Yang Mahakasih Mahasayang. Ya Allah, wahai Pemberi karunia tanpa diberi, wahai Pemilik kuasa. Tiada tuhan selain Engkau, Tumpuan para pengungsi, Suaka para pencarinya, Pengaman para penakut. Jika aku tergolong seorang yang sial, sangat fakir dan sempit rezeki, hapuslah kesialanku, kefakiranku dan kesempitan rezekiku yang ada di dalam catatan itu. Dan tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang dipenuhi rezeki dan memperoleh taufik untuk melakukan berbagai kebajikan di sisi-Mu. Karena itu Engkau berfirman dalam kitab-Mu, “Allah menghapus dan menetapkan apa yang dikehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat ummul kitab.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 39)

Kedua: Salat 100 Rakaat

Abu Thalib al-Makki (w. 386) menyampaikan dalam kitabnya yang terkenal, Qut al-Qulub, amalan pada malam Nisfu Sya’ban berupa salat sunah 100 rakaat, setiap rakaat membaca 10 kali al-Ikhlas setelah al-Fatihah. Sehingga keseluruhannya berjumlah 1000 bacaan al-Ikhlas. Mereka menyebutnya sebagai salat kebaikan, dan boleh dilakukan berjamaah.

Al-Hasan meriwayatkan kepada kami, “Tiga puluh orang sahabat Nabi SAW berkata kepadaku, bahwa sesiapa yang melaksanakan salat ini pada malam ini, niscaya Allah memandangnya 70 kali, lalu menetapkan setiap pandangan 70 keinginan, yang terendahnya adalah ampunan.”

Bandingkan dengan salat 100 rakaat yang juga dianjurkan oleh Syekh Abbas al-Qomi dalam Mafatih al-Jinan.

Ketiga: Salat Ja’far at-Tayyar atau Salat Tasbih

Bagi yang tidak sanggup untuk melaksanakan salat 100 rakaat ada pilihan lain dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah di malam Nisfu Sya’ban, yaitu salat Tasbih atau salat Ja’far at-Tayyar.

Salat ini berjumlah 4 rakaat, dipisah dengan salam setiap dua rakaat. Rakaat pertama membaca al-Fatihah dan al-Zalzalah. Rakaat kedua membaca al-Fatihah dan al-‘Adiyat. Rakaat ketiga membaca al-Fatihah dan an-Nasr. Rakaat keempat membaca surah al-Fatihah dan al-Ikhlas.

Disebut sebagai salat Ja’far at-Tayyar adalah karena salat ini diajarkan Rasulullah SAW kepada Ja’far bin Abi Thalib a.s. Sementara disebut sebagai salat Tasbih karena di dalam salat ini membaca tasbih sebanyak 300 kali dalam 4 rakaat tersebut atau 75 kali setiap rakaatnya. Yaitu, 15 kali setelah membaca surah atau sebelum rukuk, 10 kali masing-masing saat rukuk, bangun dari rukuk, saat sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan duduk istirahat sebelum bangkit.

Bacaan Tasbih yang dimaksud adalah:

سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallah wal hamdulillah wala ilaaha illa-Allahu wallahu Akbar

Kiranya demikian yang dapat kami kumpulkan sebagai bekal untuk malam Nisfu Sya’ban. Selamat meraih usia panjang, kesehatan dan rezeki yang luas serta catatan amal baru di tahun berikutnya dengan penuh kebaikan. Insya Allah.

 

Sumber:
- https://safinah-online.com/amalan-malam-nisfu-syaban-menurut-sunnah-dan-syiah/

- https://www.youtube.com/watch?v=QtDUwwyCwpY

10 thoughts on “Hadis Shohih Tentang Amalan Ibadah pada malam Nisfu Sya’ban”

  1. Dulu sih kalau ada yg ngajakin suka ikutan ngisi Malam Nisfu Syaban. Tp ada juga yg bilang gak perlu yg begituan. Jamannya Rasul nggak ada begituan. Tp disini ada hadis nya. Ya lanjut ajalah ngisi Malam Nisfu Syaban nanti. Sunnah kok.

Leave a Reply