Pembukaan dan Penjelasan Kitab Lisan al-Mizan
Pembahasan diawali dengan merujuk pada kitab Lisanul Mizan jilid kedua karya Ibnu Hajar al-Asqalani, terbitan Darul Fikr tahun 1993 Masehi (1414 Hijriah).
Pada halaman 151, ketika menyebutkan nasab Ja’far, Ibnu Hajar menyatakan nasab beliau adalah Ja’far bin Ali bin Muhammad hingga bersambung ke al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.
Disebutkan pula bahwa Ja’far ini merupakan saudara dari al-Hasan yang bergelar al-Askari (akhul Hasan alladzi yuqalu lahu al-Askari).
Al-Hasan al-Askari diakui sebagai Imam ke-11 dalam mazhab al-Imamiyah (wa huwa al-hadi ‘asyara minal aimmah al-imamiyah). Selain itu, ditegaskan pula bahwa beliau adalah ayah dari Muhammad Shahibis Sardab (wa walid Muhammad shahibis sardab).
Sosok Shahibis Sardab yang dimaksudkan di sini tiada lain adalah Muhammad al-Mahdi (Imam al-Mahdi).
Dari keterangan ini, tampak jelas bahwa nasab Imam Mahdi adalah putra dari Imam Hasan al-Askari, dan Hasan al-Askari adalah saudara Ja’far yang silsilah nasabnya berujung kepada Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib.
Penjelasan Kitab Al-Kamil fit-Tarikh
Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh ulama Ahlusunnah terkemuka lainnya, yaitu Ibnu al-Atsir al-Jazari, di dalam kitab karyanya, Al-Kamil fit Tarikh.
Rujukan ini terdapat pada jilid keenam, cetakan keempat terbitan Darul Kutub al-Ilmiyah tahun 2006 Masehi (1427 Hijriah), halaman 249.
Ibnu al-Atsir mencatat wafatnya al-Hasan bin Ali bin Muhammad hingga bersambung ke al-Husain bin Ali bin Abi Thalib ‘Alaihissalam. Ibnu al-Atsir menyematkan lafaz salam (‘Alaihissalam) dan menyebut kuniah beliau sebagai Abu Muhammad al-Alawi al-Askari, yang bermakna beliau adalah ayah dari Muhammad al-Alawi (yakni Muhammad al-Mahdi).
Beliau dijelaskan sebagai salah satu dari dua belas Imam menurut pandangan mazhab al-Imamiyah (ahadul aimmah itsna ‘asyar ala mazhab al-imamiyah), serta merupakan ayah dari Muhammad yang diyakini oleh mereka sebagai sosok yang dinantikan (al-Muntazhar).
Kesimpulan dan Poin-Poin Penting
Dari pemaparan kedua kitab tersebut, terdapat beberapa kesimpulan mendasar:
- Pengakuan Nasab: Baik Ibnu Hajar al-Asqalani maupun Ibnu al-Atsir al-Jazari—yang keduanya merupakan ulama dari kalangan Ahlusunnah wal Jama’ah—mengakui secara tegas bahwa nasab Imam al-Mahdi kembali kepada Imam Husain.
- Kelahiran Putra Imam Hasan al-Askari: Keterangan ini membuktikan bahwa Imam Hasan al-Askari memiliki seorang putra bernama Muhammad al-Mahdi, yang sekaligus menjadi dalil kuat bahwa Muhammad al-Mahdi telah lahir.
- Membantah Pendapat yang Mengingkari: Pernyataan dari kedua ulama besar ini secara langsung menggugurkan pandangan pihak-pihak yang meyakini bahwa al-Hasan al-Askari tidak memiliki keturunan.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad.
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

