18 October 2026

1. Pembukaan & Muqaddimah Kajian

  • Melanjutkan serial kajian tafsir sederhana Surah Al-‘Ankabut pada pertemuan ke-3, yang berfokus pada ayat 14 hingga 21.
  • Pembacaan Ayat: Sebelum masuk ke dalam pembahasan tafsir, penceramah membaca lantunan ayat ke-14 hingga ke-30 untuk mengambil keberkahan (tabarruk).

2. Penjelasan Ayat 14: Kisah & Perjuangan Dakwah Nabi Nuh ‘Alaihissalam

  • Masa Dakwah Nabi Nuh:
    Nabi Nuh ‘Alaihissalam berdakwah di tengah-tengah kaumnya selama 950 tahun (1.000 tahun kurang 50 tahun).
    Masa dakwah yang sangat panjang ini menunjukkan ketabahan, kesabaran, dan keistiqamahan beliau sebagai salah satu rasul Ulul ‘Azmi.
  • Penolakan Kaum & Hasil Dakwah:
    Meskipun berdakwah hampir 10 abad, terjadi penolakan besar-besaran dari kaumnya.
    Pengikut yang mau beriman sangat sedikit, yakni hanya sekitar 80 orang (artinya rata-rata hanya bertambah 1 orang pengikut setiap 12 tahun).
  • Azab Banjir Besar (At-Thufan):
    Kaum yang menolak akhirnya ditimpa bencana banjir besar (al-ma’ul katsir).
    Azab ini diturunkan karena kezaliman mereka (wahum zhalimun), yaitu menolak kebenaran nyata yang dibawa oleh Nabi Nuh.
  • Makna Angka Alfa Sanah (1.000 Tahun) dalam Al-Qur’an:
    • Makna Riil:
      Kadang kata alfa sanah dipakai untuk angka nyata, seperti masa dakwah Nabi Nuh yang benar-benar 950 tahun.
    • Makna Mubalaghah (Kiasan/Penekanan):
      Kadang dipadankan untuk menggambarkan durasi/jumlah yang sangat panjang, seperti pada Surah Al-Baqarah ayat 96 mengenai kerakusan orang Yahudi yang sangat cinta dunia dan ingin hidup 1.000 tahun (yawaddu ahaduhum lau yu’ammaru alfa sanah).
  • Pelajaran Penting dari Ayat 14:
    1. Daya Ingkar Manusia:
      Pembangkangan manusia terhadap kebenaran bisa sangat kuat dan panjang, meskipun yang berdakwah adalah seorang rasul Allah.
    2. Cibiran terhadap Bahtera:
      Kaum Nuh mengolok-olok dan menganggap beliau tidak waras karena membuat perahu besar di tengah padang pasir. Namun, orang beriman tetap meyakini dan menjalankan perintah Allah meskipun di luar jangkauan logika awam.
    3. Ukuran Kebenaran (Haq dan Bathil):
      Kebenaran tidak pernah diukur dari jumlah pengikut (mayoritas atau minoritas).
    4. Potensi Usia Manusia:
      Al-Qur’an membuktikan manusia bisa hidup ratusan tahun atas kehendak Allah. Hal ini menjadi rujukan rasional bagi pengikut Ahlulbait terkait panjangnya usia Imam Mahdi.

3. Penjelasan Ayat 15: Penyelamatan Bahtera & Hakikat Tawakal

  • Penyelamatan Nabi Nuh:
    Allah menyelamatkan Nabi Nuh beserta para pengikutnya di atas bahtera, sedangkan kaum yang gengsi dan mencibir akhirnya ditenggelamkan.
  • Konsep Tawakal Sejati:
    Penyelamatan dari Allah (fa-anjainah) tidak berarti manusia hanya diam.
    Nabi Nuh tetap bekerja keras membangun bahtera. Tawakal yang benar adalah menyandarkan segala urusan kepada Allah yang beriringan dengan ikhtiar dan kerja nyata.
  • Ciri Ahlul Haq vs Ahlul Bathil:
    • Ahlul Bathil:
      Memiliki perangai suka mencibir, nyinyir, menghina, serta menyebar fitnah dan hoaks.
    • Ahlul Haq:
      Berdakwah dengan kebijaksanaan (hikmah), nasihat yang baik (mau’izhah hasanah), kesantunan, dan kelembutan.
  • Pelajaran Abadi (Ayatal lil-‘alamin):
    Peristiwa besar para nabi maupun perjuangan suci (seperti kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, hingga perjuangan Imam Husain di Karbala) dijadikan oleh Allah sebagai tanda dan pelajaran yang menembus ruang dan waktu bagi seluruh umat manusia.

4. Penjelasan Ayat 16–17: Dakwah Tauhid Nabi Ibrahim & Kepalsuan Berhala

  • Misi Utama Para Nabi (Ayat 16):
    Seruan utama Nabi Ibrahim kepada kaumnya adalah menyembah Allah dan bertakwa (‘budullaha wat-taquh).
    Misi utama seluruh nabi bertumpu pada dua hal: mengenalkan Tauhid dan mengajak pada Ketakwaan (kepatuhan pada aturan Pencipta).
  • Hakikat Ilmu & Akal Sejati:
    • Ilmu Sejati:
      Cahaya yang menyelamatkan manusia dari kesesatan menuju kebahagiaan abadi.
    • Akal Sejati (Al-‘Aql):
      Kemampuan berpikir yang menuntun seorang hamba untuk tunduk kepada Allah dan meraih surga-Nya.
  • Kritik terhadap Penyembahan Berhala (Ayat 17):
    • Menyembah arca/patung batu buatan tangan sendiri adalah bentuk kebohongan (ifka) dan pembodohan.
    • Berhala dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menguasai masyarakat awam, karena batu mati tidak dapat berbicara atau dikonfirmasi.
    • Rezeki Hanya dari Allah:
      Rezeki tidak berasal dari berhala, melainkan hanya dari Allah (fabtaghu ‘indallahir-rizqa wa’buduhu wasykuru lah).

5. Penjelasan Ayat 18–19: Batas Tugas Rasul & Kemudahan Pembangkitan

  • Tugas Rasul Hanya Menyampaikan (Ayat 18):
    Tugas rasul hanyalah menyampaikan risalah secara jelas (al-balaghul mubin). Para rasul tidak diberi hak untuk memaksa, mengancam, atau menggunakan kekerasan dalam berdakwah.
  • Kemudahan Penciptaan Kembali (Ayat 19):
    Allah yang memulai penciptaan pertama tentu sangat mudah untuk mengulang atau menghidupkan kembali manusia setelah kematian.

6. Penjelasan Ayat 20: Observasi Alam & Tadabbur (Siru fil ‘Ardh)

  • Tujuan Perjalanan di Muka Bumi:
    Perintah menjelajahi bumi (siru fil ‘ardh) bukan sekadar untuk rekreasi atau turisme biasa, melainkan untuk mengamati (fanzuru) dan mengambil pelajaran (ibrah) tentang bagaimana Allah memulai penciptaan alam semesta serta Mahakuasanya Allah atas segala sesuatu.

7. Penjelasan Ayat 21: Kehendak Allah, Keadilan, & Sebab Kunci Hati

  • Kehendak Allah Berlandaskan Keadilan:
    Meskipun Allah berkuasa menyiksa atau merahmati siapa yang Dia kehendaki (yu’adzdzibu mai yasya’u wa yarhamu mai yasya’u), kehendak (masyi’ah) Allah selalu beriringan dengan keadilan (‘adalah) dan kebijaksanaan-Nya.
    Allah tidak akan pernah menyiksa hamba yang taat dan patuh.
  • Penjelasan “Stempel/Kunci Hati” (Khatamallahu ‘ala qulubihim):
    • Penutupan atau kunci hati dari Allah bukan tindakan sewenang-wenang.
    • Allah mengunci hati seseorang sebagai akibat dari kesombongan, keangkuhan, dan pengingkaran (kufur) yang dilakukan secara sengaja dan terus-menerus oleh orang tersebut.
      Pada dasarnya semua manusia telah diberi petunjuk awal, tetapi mereka sendiri yang memilih menolaknya.

Penutup Kajian

  • Pembahasan kajian pada pertemuan ke-3 ini dicukupkan hingga ayat ke-21 karena keterbatasan waktu, dan akan dilanjutkan pada ayat ke-22 di pertemuan berikutnya.
  • Kajian diakhiri dengan doa agar hati senantiasa diterangi oleh ayat-ayat Al-Qur’an serta penutupan salam.

AB Tafsir Surah Al Ankabut 14dst

Bersama Ustadz Abdillah Baabud

—

Video sumber: ALQURBA TV

LINK QRIS UNTUK HUSEINIYAH :

https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us