20 October 2026

Pengantar Kajian

Kajian diawali dengan doa, shalawat, dan salam, kemudian melanjutkan pembahasan Tafsir Surah Al-Ankabut yang sebelumnya telah sampai pada ayat 21.
Sebelum masuk ke ayat 22, diulas kembali konteks ayat 20–21 tentang perintah melakukan perjalanan di bumi (siru fil ‘ardh) untuk mengambil pelajaran (ibrah) dari peninggalan masa lalu, serta penegasan bahwa kehendak Allah senantiasa berjalan selaras dengan keadilan dan rahmat-Nya.

1. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 22: Ketidakberdayaan Manusia & Penguasa Hakiki

  • Ketiadaan Kuasa Manusia:
    Manusia tidak memiliki kuasa untuk meloloskan diri dari Allah, baik di bumi maupun di langit (wama antum bimu’jizina fil ardhi wala fissama’i).
    Manusia di bumi terikat dan tunduk pada hukum-hukum alam ciptaan Allah (seperti kebutuhan bernapas dengan oksigen, makan, dan minum).
    Jika terhadap hukum dunia saja manusia tidak berdaya, terlebih lagi saat berhadapan dengan hukum dan ketetapan Allah di akhirat kelak.
  • Satu-satunya Pelindung dan Penolong:
    Manusia tidak memiliki pelindung (wali) maupun penolong (nashir) selain Allah (wama lakum min dunillahi min waliyyin wala nashir).
    Seberapa pun kuatnya pelindung selain Allah, tidak akan ada artinya di hadapan kekuatan-Nya. Penguasa Hakiki di dunia dan akhirat hanyalah Allah SWT.

2. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 23: Hakikat Perjumpaan dengan Allah & Akibat Putus Asa dari Rahmat

  • Pengertian Liqa’:
    Orang-orang yang ingkar mengkufuri ayat-ayat Allah dan perjumpaan dengan-Nya (walladzina kafaru bi-ayatillahi wa liqa’ihi).
    Perjumpaan (liqa’) di sini bukan berarti tatap muka secara fisik—karena Zat Allah yang Tak Terbatas tidak dapat dijangkau oleh penglihatan mata (latudrikuhul absoru)—melainkan berhadapan dengan perhitungan Ilahi (hisab).
  • Berputus Asa dari Rahmat (Ya’isu min Rahmati):
    Orang yang menyandarkan diri pada sesuatu yang terbatas pasti menemui jalan buntu.
    Manusia yang berakal dinilai dari siapa tempat ia bersandar: apakah kepada yang terbatas atau kepada Zat Yang Maha Tak Terbatas.
  • Konsekuensi Azab:
    Orang yang memutuskan dirinya dari rahmat Allah secara logis akan menanggung azab yang pedih (wa ula’ika lahum ‘adzabun alim).

3. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 24: Logika Kebenaran vs Kekerasan Ahlul Batil (Kisah Nabi Ibrahim AS)

  • Penolakan Kaum Ibrahim:
    Nabi Ibrahim AS memperingatkan kaumnya agar tidak menyembah berhala ciptaan tangan mereka sendiri. Penyembahan berhala lahir dari konspirasi, manipulasi, dan kebodohan.
    Di zaman modern pun manusia bisa kehilangan akal sehat ketika memercayai benda/batu tertentu memiliki kekuatan atau keberkahan.
  • Ancaman Pembunuhan dan Pembakaran:
    Kaumnya merespons ajakan baik Ibrahim dengan ancaman kekerasan: “Bunuhlah dia atau bakarlah dia!” (qaluqtuluhu au harriquhu).
    Hal ini menunjukkan karakter dasar Ahlul Batil: ketika tidak memiliki argumentasi, logika, atau dalil, mereka selalu menggunakan kekerasan, intimidasi, dan persekusi.
  • Penyelamatan dan Pencabutan Sababiyyah:
    Allah menyelamatkan Ibrahim dari api unggun (fa-anjahullahu minan-nar). Allah yang menciptakan hukum sebab-akibat (sababiyyah) api membakar, dan Allah berkuasa mencabut sifat membakar dari api tersebut.
    Mukjizat ini menjadi tanda (ayat) nyata bagi orang-orang yang beriman.
  • Metode Dakwah Islam:
    Kebenaran (Al-Haq) memiliki kekuatannya sendiri dan disampaikan dengan hikmah (bil-hikmah wal mau’idhatil hasanah) tanpa kekerasan.
    Sangat aneh jika ada pihak yang mengaku membawa nama Islam tetapi menggunakan cara-cara kekerasan milik Ahlul Batil.

4. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 25: Ikatan Semu Berhala & Permusuhan di Akhirat

  • Ikatan Cinta Semu di Dunia:
    Ibrahim menjelaskan bahwa berhala-berhala dijadikan sarana ikatan kasih sayang dan kebersamaan semu antarpenyembahnya di dunia (mawaddata bainikum fil hayatid-dunya) karena takut dimarjinalkan atau diisolasi dari kelompok.
  • Saling Mengutuk di Hari Kiamat:
    Di akhirat, ikatan maksiat tersebut hancur; mereka saling mengingkari dan saling mengutuk (tsumma yaumal qiyamati yakfuru ba’dhukum bi ba’dhiw wa yal’anu ba’dhukum ba’dha).
    Tempat kembali mereka adalah neraka tanpa ada penolong.
  • Persahabatan Abadi:
    Merujuk pada QS. Az-Zukhruf ayat 67, pertemanan atas dasar maksiat akan berubah menjadi permusuhan di akhirat, sedangkan pertemanan atas dasar takwa (illal muttaqin) akan abadi hingga kiamat.

5. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 26: Iman Pertama Nabi Luth AS & Hakikat Syi’ah (Pengikut Sejati)

  • Kebenaran Tidak Diukur dari Jumlah:
    Sosok yang pertama kali beriman kepada Nabi Ibrahim AS adalah Nabi Luth AS (fa-amana lahu Lut).
    Dalam sejarah para nabi, pengikut kebenaran umumnya minoritas; kebenaran tidak pernah diukur dari mayoritas atau minoritas pengikut.
  • Pernyataan Hijrah Nabi Luth:
    Nabi Luth dengan tegas menyatakan berhijrah kepada Tuhannya (wa qala inni muhajirun ila rabbi).
  • Dukungan Antarnabi & Istilah Syi’ah:
    Para nabi selalu didukung oleh penolong (seperti Luth kepada Ibrahim, atau Harun kepada Musa).
    Istilah Syi’ah dalam Al-Qur’an secara bahasa bermakna pengikut sejati (misalnya Ibrahim adalah Syi’ah dari Nabi Nuh AS, dan Luth adalah Syi’ah dari Nabi Ibrahim AS).
    Hijrahnya Luth adalah bentuk penegasan dukungan penuh terhadap dakwah Ibrahim, bukan karena sebelumnya menyembah berhala.

6. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 27: Anugerah Kenabian pada Keturunan Ibrahim AS

  • Keturunan Kenabian:
    Allah menganugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepada Ibrahim (wawahabna lahu Ishaqa wa Ya’qub), serta menetapkan garis kenabian dan kitab suci pada keturunannya (waja’alna fi dzurriyyatihin nubuwwata wal kitab).
  • Ganjaran Dunia dan Akhirat:
    Ibrahim menerima ganjaran baik di dunia, dan di akhirat tergolong orang-orang yang saleh.

7. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 28–30: Dakwah Nabi Luth AS & Penyimpangan Kaum Sodom

  • Kekejian Tanpa Tanding:
    Nabi Luth menegur kaumnya di Negeri Sodom atas perbuatan penyimpangan seksual homoseksual yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun di alam semesta sebelumnya (innakum lata’tunal fahisyata ma sabaqakum biha min ahadim minal ‘alamin).
  • Memutus Jalan Normal (Taqta’unas Sabil):
    Kaum Luth memutus hubungan alami laki-laki dan wanita (taqta’unas sabil).
    Hubungan alami melahirkan dan menjaga keberlangsungan generasi manusia, sedangkan perilaku sesama jenis memutus generasi. Selain itu, mereka juga melakukan perompakan/pembegalan di jalan.
  • Maksiat Terang-terangan & Keangkuhan:
    Perbuatan keji tersebut dilakukan secara terang-terangan dalam majelis/pertemuan mereka (fi nadikumul munkar). Ketika diperingatkan, kaum Luth menantang dengan sombong: “Datangkanlah azab Allah kepada kami jika kamu orang yang benar!”.
  • Doa Nabi Luth:
    Nabi Luth berdoa memohon pertolongan Allah atas kaum yang berbuat kerusakan (rabbinsurni ‘alal qaumil mufsidin).

8. Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 31–32: Kabar Gembira Para Malaikat & Prinsip Utama Ketakwaan

  • Kabar Gembira & Ketetapan Azab:
    Malaikat utusan Allah mendatangi Nabi Ibrahim membawa kabar gembira (busyra) bahwa ia akan memiliki keturunan di usia senja.
    Sekaligus, malaikat menyampaikan bahwa mereka diutus untuk menghancurkan penduduk negeri Sodom yang zalim.
  • Dialog Ibrahim dan Malaikat:
    Ibrahim mengingatkan bahwa di sana ada Nabi Luth (inna fiha Lutan).
    Malaikat menjawab bahwa Allah Maha Mengetahui dan akan menyelamatkan Nabi Luth beserta keluarganya, kecuali istrinya yang pembangkang.
  • Pelajaran Kedudukan Nasab vs Takwa:
    1. Tingkat Ketakwaan Mengalahkan Nasab:
      Status sebagai istri nabi tidak dapat menyelamatkan istri Luth karena ia tidak beriman dan tidak taat.
    2. Tanggung Jawab Kedekatan:
      Relevan dengan QS. Al-Ahzab (ayat 28–32) mengenai istri-istri Nabi Muhammad SAW: semakin dekat seseorang dengan figur suci/nabi, semakin besar tanggung jawabnya. Jika berbuat dosa azabnya dilipatgandakan, dan jika berbuat baik pahalanya dilipatgandakan.
    3. Batas Ketaatan pada Orang Tua:
      Hubungan kekeluargaan dan ketaatan pada orang tua berbatasan dengan hak dan batil. Jika orang tua mengajak pada kebatilan, ancaman atau kutukan mereka tidak berlaku dan tidak boleh dituruti.

AB Tafsir Surah Al Ankabut 22

Bersama Ustadz Abdillah Baabud

—

Video sumber: ALQURBA TV

LINK QRIS UNTUK HUSEINIYAH :

https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us