16 October 2026

Tentang Tawassul

Rujukan Kitab Utama

Pelajaran ini merujuk pada pembahasan di dalam kitab Al-Mutasyaddidun karya Syeikh Ali Jum’ah, salah satu ulama Ahlusunah, cetakan pertama tahun 2011 yang diterbitkan oleh Darul Muqattam (halaman 71).

Tanggapan Terhadap Kelompok Ekstremis

Di dalam kitab tersebut, Syeikh Ali Jum’ah memaparkan mengenai pandangan kelompok ekstremisme yang mengharamkan praktik tawasul kepada Nabi Muhammad SAW dalam berdoa kepada Allah.
Kelompok tersebut menuduh orang-orang yang melakukan tawasul telah menjalankan hal yang tidak disyariatkan.

Penjelasan Ulama Mengenai Tawasul

Penjelasan ini juga didukung oleh pandangan ulama di dalam kitabnya (halaman 187).
Setelah meninjau seluruh permasalahan tersebut, ditegaskan bahwa bertawasul kepada Allah melalui kedudukan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW adalah hal yang diperbolehkan, baik ketika beliau masih hidup maupun setelah beliau wafat.

Kesimpulan Hukum

Berdasarkan keterangan para ulama tersebut, kesimpulan yang dapat diambil adalah boleh bertawasul kepada Rasulullah SAW di dalam doa kita, meskipun beliau telah tiada.

Catatan Penutup dan Rujukan Tambahan

Sangat aneh apabila masih ada orang yang lebih cenderung mengikuti satu kelompok saja dan justru meninggalkan ajaran serta kesepakatan empat mazhab. Keterangan serta riwayat ini tercantum di dalam kitab Al-Mutasyaddidun dan kitab Ruhul Ma’ani.

Dalil2 Kebolehan Tawasul Menurut Empat Mazhab

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad.

—

Video sumber: Dalil-dalil Channel

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us